.

Almanar (aliansi masyarakat nahi munkar) sedang mengepung aliran sesat thoreqot/ Tarekat Qodiriyah wa Naksyabandiyah (TQN) palsu di Klayan Cirebon.

Ada sekitar 6 kesesatan, di antaranya:

1. Menginjak Al Qur’an

 2. Pimpinan jama’ahnya memaksakan untuk disembah oleh jama’ahnya

3. Bahwa maqom Rosululloh ada di tempat kelompoknya

 4. Masjidnya tidak boleh untuk sholat warga setempat, sebab tidak memiliki kartu anggota TQN

 5. Jama’atnya dipaksa mencari dana sumbangan ke masyarakat dan kalau hanya mendapatkan sedikit dana sumbangan dari masyarakat, maka  jama’atnya dimarahi dengan keras oleh pimpinannya.

6. Jama’at lelaki yang sudah nikah dilarang keluar dari tempat tersebut dan dilarang berhubungan suami isteri oleh pimpinan TQN ini.

Pimpinan TQN palsu ini sekarang sudah diringkus aparat kepolisan Mapolresta Cirebon. Warga muslim yang resah dengan aliran TQN palsu merasa ingin tempat tersebut ditutup atau bila perlu dibakar tempatnya (ujar warga yang kesal). Dan Semoga wilayah Cirebon-Jawa Barat dan wilayah Jawa Barat lainnya juga wilayah Nusantara terhindar dari Paham Aliran Sesat dan Pemurtadan yang makin mewabah.

Almanar (aliansi masyarakat nahi munkar)  yang bergerak di Cirebon untuk mendatangi tempat aliran yang diduga sesat tersebut terdiri dari Ormas Islam Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia/DDII Cirebon, GARDAH Cirebon, JAT, GAPAS-Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat dan Masyarakat Wilayah 3 Cirebon yang dipimpin oleh Ustadz Andi Mulya selaku Kordinator.

 

Laporan Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd/Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat

***

Sebelumnya, telah ada berita tentang TQN ini yang dilaporkan tentang penyimpangan ajarannya, tidak sesuai dengan Al-Qur’an.

Inilah beritanya.

***

RAPAT KLARIFIKASI MAJELIS TQN KLAYAN

Sumber, 10/12/2012; Bergulirnya reformasi dan kebebasan berpendapat perpengaruh juga terhadap bidang keagamaan. Euforia tersebut memunculkan banyak penafsiran bebas atas ajaran agama yang dilakukan oleh para oknum dengan mengatasnamakan agama. Pada hari ini Senin, 10 Desember 2012 digelar rapat klarifikasi jawaban atas pengaduan dugaan ajaran sesat dri Majelis Taklim THORIQOT QODIRIYAH WANAQSYABANDIYAH (TQN) yang beralamat di Jl. Gunung laya Gang  Soban Al-Hidayah Desa Klayan Kecamatan Gunung Jati,  dilaksanakan di Kantor MUI Kabupaten Cirebon. Dihadiri oleh Ketua Umum MUI, Ketua Bidang Fatwa, Ketua Bidang Hukum dan segenap pengurus lainnya, juga hadir Kepala Seksi Penamas Kemanag beserta Kepala KUA dan Penyuluh Agama Kecamatan Gunungjati. Namun  dari pihak TQN yang semestinya hadir Mursyid Kaharudin sebagai pihak terlapor tidak  hadir dan hanya menunjuk saudara Muhammad Alimi beserta beberapa pengikutya untuk memenuhi sesi klarifikasi tersebut. Masalah yang dibahas terkait dengan klarifikasi ini adalah meminta penjelasan atas  5 masalah yang dilaporkan berkaitan dengan Pemikiran/teologi, Ibadah/Fiqh, Muamalah, sosial dan Pengakuan.

Sebelumnya telah digelar acara serupa pada tanggal 03 Desember 2012 yaitu pengaduan dari Saudara Faturohman sebagai Ketua Majelis TQN dan juga wakil mursyid dan beberapa pengikutnya terkait  beberapa pernyataan dari Mursyid Kaharudin yang disampaikan dalam forum pengajian yang dipandang  tidak selaras dengan ajaran yang bersumberkan dari Al-Qur’an dan Sunnah serta tindakan kekerasan terhadap para jamaah pengikutnya. Hingga berita ini diturunkan MUI belum mengambil kesimpulan terkait dengan pengaduan ini. Kita tunggu saja hasil akhir kesimpulan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cirebon.  http://kuagunungjati.blogspot.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 13.691 kali, 1 untuk hari ini)