republika

Dalam sahut-sahutan tentang  republika – koran (condong) syi’ah di suatu mailing list ada ungkapan yang cukup menyentak: Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?”

Kalimat itu menjadi rangkaian dari ungkapan: … HU Republika yang dikenal selama ini sebagai ‘media massa milik umat Islam Indonesia’ yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?”

Berikut ini kutipan dari tulisan yang beredar Rab,19 Jun2013 pada 7:31.

***

Rab,19 Jun2013 pada 7:31

Pesan berbintang

 Ana pernah mendapatkan berita seperti ini:

—————————————————-

 Selasa, 1 Jul 08 10:14 WIB

Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan.

Demikian pula yang dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cende-kiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyu-arakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.

Sudah sunnatullah, setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah Allah, mendakwahkan kebenar an, berjuang demi tegaknya al–haq, dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian pula HU Republika.

RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep e-newspaper, berita online, dan layanan berita mobile, sebagai antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, ternyata juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, seperti K.H. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan.

Yang mengejutkan adalah masuknya CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O’Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O’Reilly?
republika – koran (condong) syi’ah
Pengusaha Yahudi Kaya
———————
Gavin O’Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia bernama Sir Anthony O’Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha Yahudi Terkaya Dunia versi Jew Watch <http://www.jewwatch.com/jew-leaders-list-of-jewish-millionaires.html>

Nampaknya berita ini memang benar, dan dapat dikonfirmasi dari beberapa sumber lainnya, misalnya:

(1) The Guardian:
—————-
Friday May 30, 2008
“Independent News & Media: £3.8m investment in PT Abdi Bangsa”
<http://tinyurl.com/3ndqbm>

(2) Google Finance:
——————
Di samping memberikan summary keadaan keuangan perusahaan PT Abdi Bangsa (ABBA), pada halaman di Google Finance ini juga bisa dibaca:
(1) Susunan Dewan Direktur (BOD?) PT ABBA
(2) Konfirmasi berita dari Reuter tertanggal
30 Mei 2008, bahwa Independent News & Media
membeli 20% saham PT Abdi Bangsa
<http://finance.google.com/finance?q=JAK:ABBA>

(3) The Jakarta Post:
———————
May 31, 2008
” *Independent* to buy stake in ‘Republika’ publisher”
http://old.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?fileid=20080531.A06

(4) Time Online:
—————-
June 13, 2008
“Sir Anthony O’Reilly of Independent News & Media is undermined by a lack of independents”

Yang di sini hanya berita “umum” yang menggambarkan bagaimana Sir Anthony O’Reilly memang sedang melebarkan sayap usahanya di bidang media di beberapa negara, termasuk Indonesia.
<http://tinyurl.com/4mejlz>

Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan O’Reilly yang bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung
pengembangan Jewish Studies
<http://www.tcd.ie/trinityfoundation/foundationboard/tfboreilly.php>

Sir Anthony O’Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, Gavin O’Reilly, sebagai ‘watchdog’ di jajaran Dewan Komisaris ABBA dengan nilai saham yang dikuasainya sebesar 20%, sebuah angka yang tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony O’Reilly dan Gavin O’Reilly bisa kita simak di wikipedia.

Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu negara tidak lagi menjadi soal.

Hanya saja, HU Republika yang dikenal selama ini sebagai ‘media massa milik umat Islam Indonesia’ yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?”

***

Demikian salah satu tanggapan topic republika – koran (condong) syi’ah yang ramai di satu mailing list.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.383 kali, 1 untuk hari ini)