Agus Abdullah, Ketua Umum JITU.

KIBLAT.NET, Bandung – Umat Islam diyakini lebih percaya kepada media-media Islam dalam isu keumatan daripada media-media arus utama. Biasanya, dalam isu yang terkait kepentingan umat Islam, media arus utama tertinggal di belakang media Islam. Hal itu diutarakan Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Agus Abdullah dalam acara Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan yang digelar JITU di Bandung pada Sabtu, (07/11).

Dalam hal ini, Agus mencontohkan pemberitaan media terkait Timur Tengah yang erat dengan umat Islam. Menurutnya, jauh sebelum media arus utama memberitakan fenomena ISIS, media Islam sudah lebih dulu mengabarkan isu ini kepada umat.

“Berita-berita kita soal ISIS jauh lebih dulu dan lebih lengkap kronologisnya, bahkan media umum yang nyontek,” kata Agus saat menjawab pertanyaan peserta pelatihan.

Dalam hal pemberitaan umat Islam, media arus utama juga kerap salah menggunakan istilah-istilah yang lekat dengan istilah syar’i.

Sementara, terkait dengan fenomena pemblokiran sejumlah media Islam beberapa waktu lalu, Agus menyatakan adanya pengelompokan media radikal dan non radikal merupakan bagian dari perang kepentingan.

“Umat sudah banyak yang percaya pada media Islam sehingga banyak pihak yang ketakutan,” pungkas redaktur Kiblat.net ini.

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq

By: kiblat.net

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.658 kali, 1 untuk hari ini)