Padagang soto ini berulang kali tertangkap mencampurkan daging babi dalam sotonya.(Foto: Erfanto/Koran SINDO)


Parah, Berulang Kali Pedagang Soto di Bantul Jogja Campurkan Daging Babi

***

Soto Daging Babi di Jalan Parangtritis Sudah Tiga Kali Terungkap dan Pindah Lokasi

Peternakan Babi

Ilustrasi Peternakan Babi (Dok/JIBI/Solopos)

Soto daging babi yang menggegerkan media sosial ternyata sudah tiga kali terungkap

Harianjogja.com, BANTUL- Media sosial digegerkan dengan beredarnya informasi tentang soto yang mengandung daging babi. Warung soto di Jalan Parangtritis, Panggungharjo, Sewon, Bantul itu ternyata sudah tiga kali terungkap kasus serupa.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat dan Veteriner (Kesmavet) Dispertanhut Bantul Witatanta mengungkapkan, pemilik warung soto tersebut sejatinya sudah berkali-kali mendapat peringatan dari pemerintah.

Menurut Witanta, lapak bernama Soto Marjuki itu telah tiga kali berpindah tempat karena diusir warga lantaran kasus daging babi tersebut.

“Pernah diberi surat peringatan, tapi cuma ditaati tiga sampai empat bulan setelah itu diulangi lagi,” imbuh Witanta, Jumat (22/1/2016).

Ditambahkannya, pemerintah tidak melarang warga berjualan daging babi, asal berlaku jujur dengan memberi keterangan menu mengandung daging babi.

Ini untuk mencegah warga muslim tidak tertipu mengonsumsi barang haram tersebut. “Kalau seperti sekarang namanya penipuan,” tegas dia.

Editor: Nina Atmasari /harianjogja.com/Jumat, 22 Januari 2016 16:55 WIB

Soto Daging Babi Resahkan Warga

Surat teguran dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul tentang soto yang mengandung daging babi. (Istimewa)

Soto daging babi yang ditemukan oleh Pemkab Bantul meresahkan warga

Harianjogja.com, BANTUL- Warga Bantul resah menyusul temuan adanya daging babi yang terkandung di dalam menu soto dan bakso di wilayah ini. Namun pemerintah memastikan tidak menutup warung makanan mengandung babi tersebut.

(Baca juga : Soto Daging Babi di Jalan Parangtritis Sudah Tiga Kali Terungkap dan Pindah Lokasi)

Sejak dua hari terakhir, kabar adanya soto dan bakso bercampur daging babi menyebar luas di media sosial facebook. Dipicu beredarnya surat resmi hasil temuan daging babi oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertanhut) Bantul di media sosial.

Surat tersebut mengungkapkan, penjual soto di Jalan Parangtritis, Panggungharjo, Sewon, Bantul menyertakan daging babi dalam makanannya.

“Waduh aku pernah makan di sana, semoga orangnya secepat mungkin dlosor [jatuh usahanya],” ungkap pemilik akun Heru Tour Jogja di media sosial facebook, Jumat (22/1/2015).

Salah seorang warga Bantul sekaligus pecinta kuliner Nurcholis juga mengungkapkan keresahannya atas temuan tersebut. “Jelas meresahkan, sekarang mau makan soto saja jadi risih,” tutu Nurcholis warga Kasihan, Bantul tersebut.

Ia berharap pemerintah menindak tegas penjual soto dan bakso bercampur daging babi tersebut. “Kalau memang diperingatkan tidak didengar ditutup saja,” papar dia.

Namun hingga Jumat siang Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul memastikan tidak akan menutup warung soto di Jalan Parangtritis maupun penjual bakso mengandung daging babi di Srandakan.

“Ini kami beri surat peringatan dulu,” terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispertanhut Bantul, Agus Rahmad Susanto, Jumat (22/1/2016).

Editor: Nina Atmasari / harianjogja.com/Jumat, 22 Januari 2016 18:20 WIB

***

Tips Membedakan Bakso Sapi dan Bakso Babi

  • Cermati aromanya

Pada umumnya, daging babi beraroma lebih amis dibandingkan dengan daging sapi. Untuk itu, Anda patut waspada jika aroma bakso tak seperti aroma bakso daging sapi seperti biasanya.

  • Cermati tekstur bakso

Daging babi celeng memiliki tekstur lebih kasar. Jika dijadikan bakso, maka akan mudah pecah bila ditusuk sendok.

  • Rasanya berbeda

Bakso tersebut, saat dikonsumsi akan terasa lebih gurih. Namun, ada juga pedagang bakso yang licik dengan menambahkan bawang putih untuk menghilangkan ciri khas bau daging babi tersebut.

  • Harganya lebih murah

Bakso oplosan biasanya dijual seharga Rp. 300 hingga Rp. 1.500 per butir, sesuai ukuran. Sedangkan, bakso sapi ukuran terkecil biasanya dijual dengan harga Rp. 1000 per butir.

By: gedangsari.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.029 kali, 1 untuk hari ini)