WOL Photo/Ega Ibra)

.

MUI Sumut: Tarekat Samaniyah Menyimpang dan Halalkan Nikah Mut’ah

Dianggap menyimpang dari ajaran Islam, markas pengajian Ihya Ulumuddin, tarekat Sammaniyah di Medan, Sumatera Utara dibubarkan warga. Warga sekitar menganggap tarikat tersebut menyebarkan doktrin sesat, seperti membolehkan kawin mut’ah atau kawin kontrak.

Pengajian itu sesat karena menyatakan Adam diciptakan Jibril. Mereka juga disebut menghalalkan nikah mut’ah tanpa saksi dan wali, yang dinilai sebagai bentuk penghalalan zina. “Yang ketiga ada kewajiban berinfak dan berzakat hanya kepada tuan guru,” teriak pengunjuk rasa.
Inilah beritanya.

***

Massa Minta Bubarkan Tarekat Samaniyah

MEDAN – Ratusan ormas Islam dan warga setempat unjuk rasa dan ingin menyegel satu unit rumah di Jalan Karya Bakti, Medan Johor, karena diduga melakukan pengajian aliran sesat.

Massa yang berunjuk rasa mengatasnamakan Aliansi Ormas Islam dan Forum Umat Islam (FUI) Sumut, menganggap majelis pengajian Tarekat Samaniyah Ihya Ulumuddin yang dipimpin Ustad Ahmad Arifin sesat dan harus segera ditutup.

Massa beralasan, pegajian itu sudah melecehkan agama dan dinyatakan MUI Sumut sebagai aliran sesat melalui  fatwa nomor 03/ KF/ MUI/ SU/ IX/ 2013 tertanggal 10 September 2013.

Menurut pengunjuk rasa, pengajian itu sesat karena menyatakan Adam diciptakan Jibril. Mereka juga disebut menghalalkan nikah mut’ah tanpa saksi dan wali, yang dinilai sebagai bentuk penghalalan zinah. “Yang ketiga ada kewajiban berinfak dan berzakat hanya kepada tuan guru,” teriak pengunjuk rasa.

Ratusan polisi, termasuk puluhan Brimob, berjaga di sekitar lokasi unjuk rasa. Selain di halaman, mereka juga membuat barikade di sekitar rumah milik Ahmad Arifin itu.

Sementara itu, ratusan jamaah pengajian juga berkumpul di sekitar rumah, termasuk di mesjid dan gedung suluk yang ada di bagian belakang rumah. “Kalau Buya (Ahmad Arifin) tidak ada di sini. Karena Beliau sedang membawa jamaah umroh,” ujar salah satu jamaah.

Pengikut Ahmad Arifin ini menyatakan, kejadian ini hanya dipicu salah paham. Menurut mereka, pengajiannya difitnah dari bekas pengikut tuan guru mereka.  Sementara itu informasi yang dihimpun wartawan di lokasi, menyatakan pengajian yang diasuh Ahmad Arifin, jemaah disuruh minum sperma pimpinannya.

Editor: SASTROY BANGUN

(dat16/wol/ega)

RIDIN
WASPADA ONLINE Friday, 10 January 2014 18:05

MUI Sumut: Tarikat Samaniyah Medan Johor Menyimpang

Jumat, 17 Januari 2014 | 02:05:12

 

Google Ilustrasi

 

Medan, (beritasumut.com) – Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menyatakan keberadaan Tarikat Samaniyah di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, menyimpang.

Pasalnya salah satu ajarannya menyatakan bahwa Nabi Adam diciptakan oleh Malaikat atas perintah Allah. Selain itu, dalam tarekat tersebut melegalkan pernikahan muth’ah/siri tanpa wali dan saksi, dan pembayaran zakat harta diberikan kepada guru (pimpinan tarekat) yakni Syekh Ahmad Muda Arifin. Diimbau kepada syehk serta pengikutnya agar bertaubat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Plus Kota Medan menyatakan dukungannya atas Fatwa MUI Sumut tersebut dalam pertemuan membahas Tarikat Samaniyah di Balaikota Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Kamis (16/1/2014). Proses hukum pasal penistaan agama yang disangkakan terhadap Tarikat Samaniyah dijadwalkan pada akhir Februari 2014.

“Kami (MUI Sumut) meminta semua pihak agar mematuhi keputusan ini. Kepada jamaah Tarikat Samaniyah dipersilahkan berdialog dengan MUI. Apabila pimpinan tarikat dan para pengikutnya sudah kembali ke ajaran Islam yang benar, kami (MUI Sumut) akan mengeluarkan fatwa kembali,” ungkap Wakil Ketua MUI Sumut Ramlan Yusuf Rangkuti.

Sedangkan Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karo-karo mengatakan, pertemuan ini untuk membahas permasalahan keberadaan Tarikat Samaniyah yang dinilai telah menyimpang dari ajaran Agama Islam sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat serta agar tidak berkembang lebih luas lagi. Selain itu, pertemuan ini juga untuk menjaga kekondusifan Kota Medan yang selama ini telah tercipta dan dibangun bersama.

“Kita menggelar pertemuan ini untuk melakukan musyawarah, mufakat dan gotong royong, karena laporan yang masuk yakni tentang penistaan Agama Islam, pelecehan seksual, yang dilanjutkan dengan unjuk rasa untuk menyegel dan memproses aliran Tarikat Samaniyah yang dinilai telah menyimpang. Dari hasil pertemuan tersebut, pihak FKPD Plus mendukung Fatwa MUI Sumut, termasuk pihak kami (Polresta Medan),” terang Nico.

Sementara itu Wakil Ketua FUI Sumut Indra Suheri mengatakan, dalam rapat pertemuan tersebut sudah jelas dan nyata bahwa faham Ahmad Muda Arifin terbukti sesat dan delik laporan yang telah dilaporkan adalah penistaan agama.

“Kami minta agar segera dilengkapi syarat administrasinya guna diusulkan kepada Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri, sebagai upaya desakan mengeluarkan pernyataan tertulis agar pemerintah membubarkan dan menutup praktik Tarikat Samaniyah dan kasus ini akan dilimpahkan ke kejaksaan Februari nanti,” tegas Indra.

Sementara itu, pertemuan tersebut tidak dihadiri Pimpinan Tarikat Samaniyah. Pihak tarikat hanya diwakili Syaifuddin dan jamaah lainnya. Namun mereka menolak apa yang disangkakan MUI terhadap kelompok mereka.

“Kami menolak Fatwa MUI Sumut, karena masalah fikih tidak bisa dikaitkan dengan akidah. Komisi Fatwa tidak melalaui prosedur, tidak melakukan kroscek dan tidak melakukan penelitian lapangan. Kenapa baru satu kali melakukan dialog dan langsung dalam tempo satu bulan pihak MUI Sumut sudah mengeluarkan fatwa,” keluhnya. (BS-001) http://beritasumut.com

***

Halalkan Kawin Kontrak, Kelompok Tarekat Samaniyah Dibubarkan Warga

Medan : Dianggap menyimpang dari ajaran Islam, markas pengajian Ihya Ulumuddin, tarekat Sammaniyah di Medan, Sumatera Utara dibubarkan warga. Warga sekitar menganggap tarikat tersebut menyebarkan doktrin sesat, seperti membolehkan kawin mut’ah atau kawin kontrak.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu, (11/1/2014), puluhan polisi anti huru hara menjaga ratusan anggota Laskar Mujahidin dan Forum Umat Islam yang mendatangi sebuah rumah dan masjid di Jalan Karya Bakti Medan. Kedatangan massa untuk menuntut jamaah pengajian tarekat Sammaniyah keluar dari masjid dan membubarkan diri.

Tuntutan massa ini didukung oleh warga sekitar yang juga merasa terganggu oleh aktivitas peribadahan tarekat yang dianggap aneh oleh warga.

Penolakan warga juga didasarkan pada fatwa MUI Sumatera Utara pada September 2013 lalu. MUI menilai kelompok pengajian tersebut menyimpang karena menganggap Nabi Adam diciptakan oleh malaikat, zakat mal atau zakat harta harus diserahkan kepada guru serta membolehkan nikah mut’ah atau nikah kontrak serta pernikahan sah meski tanpa keberadaan wali.

Meski masjid mereka tengah dikepung massa, 200 orang jemaah tarekat Sammaniyah tetap menolak membubarkan diri. Mereka juga membantah tudingan bahwa pimpinan mereka melakukan pelecehan seksual terhadap 11 anggota pengajian yang telah melapor ke polisi. Seorang pengikut tarekat Sammaniyah bahkan menuding MUI melakukan kesalahan terkait fatwa sesatnya.

Tarekat Sammniyah berdiri di Medan sejak tahun 1976 dipimpin Syekh Tuanku Muda Ahmad Arifin. Aliran ini merupakan pecahan dari tarekat Sidzliyah yang berasal dari Bonjol Sumatera Barat. Selain di Medan, tarekat ini masih hidup di sejumlah kota antara lain Padang, Palembang serta Surabaya. (Luq/Riz) Liputan6.com, Oleh Tuti Alawiyah Lubis

Posted: 11/01/2014 08:45

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.230 kali, 1 untuk hari ini)