Salah satu universitas Islam terbesar di Timur Tengah, Universitas Islam Imam Muhammad Bin Su’ud, Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia melakukan penandatangan Nota Kesepahaman dengan empat institusi perguruan tinggi di Indonesia.

Keempat universitas tersebut adalah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Aceh, Universitas Indonesia, Universitas Islam Muhammadiyah, dan Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APTINU).

Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik, bidang ilmiah dan penelitian, serta saling pengertian antara kedua universitas. Masing-masing pihak sepakat untuk memperkuat aspek-aspek kerja sama yang memiliki perhatian sama dalam bidang-bidang akademik sesuai dengan potensi yang ada.

Inilah beritanya.

***

Asosiasi Perguruan Tinggi NU Kerjasama dengan Arab Saudi

 

KIBLAT.NET, Jakarta – Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APTINU) pada Selasa, (16/12) sepakat untuk menjalin kerjasama dengan Universitas Imam Muhammad bin Saud, Arab Saudi.

APTINU menyambut baik langkah kerjasama ini, dan menyatakan bahwa kerjasama ini telah lama dipersiapkan.

“Memang ini sengaja kami lakukan, dan sejak lama sudah kami persiapkan,” ungkap Ketua APTINU, Dr. Noor Achmad, MA kepada Kiblat.net seusai penandatanganan Nota Kesepahaman di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, Selasa (16/12) malam.

 

Kerjasama antara kedua lembaga pendidikan tinggi Islam ini akan mencakup banyak aspek. Selain melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen, kedua belah pihaka juga akan melakukan kerjasama dalam hal penelitian, penyelenggaraan pekan budaya, promosi siswa berprestasi, serta kerjasama dalam bidang pengajaran bahasa Arab.

 

“Banyak hal yang perlu kita lakukan dengan pemerintah Arab Saudi terutama, dan khususnya dengan Universitas Imam Muhammad bin Saud,” imbuh Noor.

Penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Islam Arab Saudi ini sedianya juga akan dilakukan oleh Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Namun perwakilan kedua universitas kenamaan di Indonesia urung mendatangi acara tersebut.

Reporter : Imam S

Editor: Fajar SHadiq.

***

APTINU Berharap di Setiap Perguruan Tinggi NU Dibangun Arab Corner

 

KIBLAT.NET, Jakarta – Assosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APTINU) berharap nantinya akan ada Arab Corner di setiap perguruan tinggi NU. Harapannya, hubungan erat perguruan tinggi Arab dan Indonesia akan membuat Islam menjadi kekuatan yang luar biasa.

Ketua APTINU menjelaskan berbagai program yang akan dilakukan dengan universitas di Arab Saudi itu. Kerjasama tukar menukar dosen, kerjasama penelitian, dan kerjasama pengabdian masyarakat akan termasuk di dalamnya.

“Kita juga akan melakukan pengiriman mahasiswa ke Arab Saudi dan juga kita ingin ada Arab Corner di setiap perguruan tinggi NU,” ungkap ketua APTINU Dr. Noor Achmad, MA di Gedung LIPIA Selasa (16/12) malam.

“Nanti hubungan perguruan tinggi di Arab Saudi dan yang ada di Indonesia akan lebih erat. Sehingga dengan demikian harapan kita yang terbesar adalah bahwa Islam menjadi satu kekuatan yang luar biasa,” pungkasnya.

Salah satu universitas Islam terbesar di Timur Tengah, Universitas Islam Imam Muhammad Bin Su’ud, Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia melakukan penandatangan Nota Kesepahaman dengan empat institusi perguruan tinggi di Indonesia.

Keempat universitas tersebut adalah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Aceh, Universitas Indonesia, Universitas Islam Muhammadiyah, dan Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APTINU).

Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik, bidang ilmiah dan penelitian, serta saling pengertian antara kedua universitas. Masing-masing pihak sepakat untuk memperkuat aspek-aspek kerja sama yang memiliki perhatian sama dalam bidang-bidang akademik sesuai dengan potensi yang ada.

Berikut adalah poin-poin kerjasama antara Universitas Islam Imam Muhammad Bin Su’ud dengan keempat perguruan tinggi Indonesia tersebut :

1.) Pertukaran Kunjungan Dosen dan Peneliti:
a. Kunjungan dosen dan peneliti.
b. Penguatan kerja sama akademik dalam program layanan masyaarkat, pendidikan berkelanjutan dan program pelatihan untuk mengembangkan potensi anggota majelis dosen dan dosen.

2.) Pertukaran Kunjungan Mahasiswa:
a. Pertukaran kunjungan mahasiswa pascasarjana.
b. Pertukaran kunjungan mahasiswa strata satu (S1).

3.) Kerja sama Penelitian:
a. Penguatan media kerja sama dalam proyek penelitian.
b. Pertukaran peneliti.

4.) Kerja sama dalam menyelenggarakan pekan budaya, olah raga dan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler lainnya antara kedua Universitas.

5.) Mendorong upaya saling berbagi pengalaman keilmuan dan akademik antara kedua Universitas.

6.) Mempromosikan siswa/i berprestasi antar kedua pihak di semua jenjang akademis.

7.) Bekerjasama antar kedua pihak dalam bidang Pengajaran Bahasa Arab.

 

 

 

Reporter: Imam S.

Editor: Fajar Shadiq/ kiblat.net

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.078 kali, 1 untuk hari ini)