waspada aliran sesat

Ilustrasi/ islamedia

Provinsi Lampung membuka Universitas Terbuka Al-Quran Internasional berbasis informasi dan teknologi.

Pembina utama Ma’had Al Fatah Lampung Muhyiddin Hamidy, di Bandarlampung, Senin (13/05/2013) mengatakan, Universitas Terbuka Al-Qur’an Internasional Abdullah bin Mas’ud secara online telah dibuka pada Sabtu (11/5/2013) menurut berita hidayatullah.com.

 Muhyiddin Hamidy selama ini dikenal sebagai pemimpin JAMA`AH MUSLIMIN (HIZBULLAH).

Pesantren Al-Fatah  merupakan lembaga Jamaah Muslimin Hizbullah.

Menurut Komisi Fatwa MUI, Jamaah Muslimin Hizbullah adalah suatu kelompok yang mempunyai faham tersendiri dalam ummat Islam, statusnya sebagai Ormas Islam. ADA KEYAKINAN-KEYAKINAN DAN PEMAHAMANNYA AGAK MENYIMPANG TENTANG AL-QUR’AN DAN HADITS.

Kejaksaan Agung pernah mengajukan surat ke MUI masalah Jamus (Jamaah Muslimin Hizbullah) itu, kemudian telah dijawab bahwa:

TENTANG JAMA’AH MUSLIMIN HIZBULLAH

  1. Jama’ah Muslimin Hizbullah adalah suatu kelompok yang mempunyai faham tersendiri dalam ummat Islam, statusnya sebagai Ormas Islam
  2. Di kalangan ummat Islam ADA KEYAKINAN-KEYAKINAN DAN PEMAHAMANNYA AGAK MENYIMPANG TENTANG AL-QUR’AN DAN HADITS. Biasanya kalau ajarannya menyimpang hanya mempunyai pengikut terbatas dan tidak berkembang. Diperlukan usaha–usaha da’wah terhadap kekeliruan pemahaman kalau terhadap yang berlainan dengan pemahaman umum, tentang Al-Qur’an dan Hadist

Ditetapkan :

Jakarta, 2 Agustus 1978

KOMISI FATWA

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua                                                                Sekretaris

 

 

K.H. M. SYUKRI GHOZALI         H. MUSYTARI YUSUF, LA

***

Berikut ini berita tentang Universitas Terbuka Al Quran Internasional di Lampung, dan penjelasan Komisi Fatwa MUI tentang JAMA’AH MUSLIMIN HIZBULLAH.

***

 

Lampung Buka Universitas Terbuka Al Quran Internasional

Senin, 13 Mei 2013

Hidayatullah.com–Provinsi Lampung membuka Universitas Terbuka Al-Quran Internasional berbasis informasi dan teknologi.

Pembina utama Ma’had Al Fatah Lampung Muhyiddin Hamidy, di Bandarlampung, Senin (13/05/2013) mengatakan, Universitas Terbuka Al-Qur’an Internasional Abdullah bin Mas’ud secara online telah dibuka pada Sabtu (11/5/2013).

Ia mengatakan bahwa progres persiapan mulai dari legalitas, peraturan, dan kurikulum sedang dan terus berjalan di bawah tim perumus yang terdiri dari Prof. Arifien Bratawinata, M. Agr, DR Tina Kartika, Ir Wahyu Iwa Sumantri M.P, dan Nurhabibi, M.P.

“Selain itu, saat ini panitia juga sedang menyeleksi 100 guru besar terbaik dari universitas internasional di Palestina, Timur Tengah, dan Afrika, untuk menjadi pengajar di Universitas Terbuka Al-Qur’an Internasional Abdullah bin Mas’ud,” kata Hamidy.

Hamidy, seperti dilaporkan Antara, mengatakan, seperti halnya universitas terbuka, melalui kampus ini materi-materi pembelajaran Al-Quran akan diberikan kepada para mahasiswa secara online.

Dosen-dosen mengajar dari jarak jauh menggunakan media internet. Dosen pengajar antara lain dari Ma’had Daar Al-Quranul Karim was Sunnah Gaza, Palestina, serta Universitas Al-Qur’an Sudan. *

Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan/ hdytllhcom

***

Tentang Jamus, ada pembahasan tentang itu, di antaranya sebagai berikut:

JAMAAT MUSLIMIN HIZBULLAH

Jamaat Muslimin Hizbullah dibawah pimpinan Syeh Wali Al Fatah tahun 1953, kemudian sampai kini masih diteruskan dbawah pimpinan/Imam Haji Muhyiddin Hamidi.  Terhadap kelompok yang kini bermarkas di Cilengsi Bogor Jawa Barat dan punya pendidikan di daerah itu, juga di Lampung, dan berpengaruh ke sebagian orang; kami kutip Majelis Ulama Indonesia dalam menyikapinya sebagai berikut:

MASALAH JAMA`AH, KHALIFAH DAN BAI`AT

Majelis Ulama Indonesia telah mendapat pertanyaan-pertanyaan dari Kejaksaan Agung, sebagai berikut :

  1. Jamaah Muslimin Hizbullah berpendapat bahwa: “Berbai’at kepada Imam Jamaah Muslimin Hizbullah adalah wajib hukumnya. Bagaimana pendapat Majelis Ulama mengenai persoalan tersebut di atas?
  2. Dapatkah Majelis Ulama Indonesia memberikan kepada kami dalil-dalil AlQur’an maupun Hadits mengenai persoalan Jama’at Imamah/Khalifah dan Bai’ at selain daripada yang dikemukakan oleh Jemaat Muslimin Hizbullah?
  3. Kami memohon pendapat Majelis Ulama Indonesia tentang telah dibentuknya Jamaat Muslimin Hizbullah dibawah pimpinan Syeh Wali Al Fatah tahun 1953 yang kemudian sampai kini masih diteruskan dbawah pimpinan/Imam Haj i Muhyiddin Hamidi.
  4. Apa masih ada keterangan lain yang akan diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia sehubungan dengan telah “ditetapinya” Jamaah Muslimin Hizbullah tersebut.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, setelah mengadakan dua kali sidang terbatas, pada tanggal 12 Juli 1978 dan tanggal 2 Agustus 1978 guna membahas tentang Jama’ah, Khalifah, dan Bai’at berkesimpulan sebagai berikut :

  A. JAMA’AH

  1. Jama’ ah menurut logat ialah : lebih dari dua orang.
  2. Menurut istilah, jama’ah berarti : Himpunan paling sedikit dua orang untuk melaksanakan shalat lima waktu. Pada shalat biasa hukumnya sunat mu’ akkad. Dalam shalat Jum’ at menj adi rukun Jum’ at. Ada pula yang berpendapat bahwa berjamaah dalam shalat lima waktu hukumnya fardhu kifayah. Shalat berjama’ah pahalanya berlipat ganda dari shalat sendirian, berjama’ah dianjurkan oleh agama Islam.
  3. Jama’ah di dalam kemasyarakatan ialah bekerja bersama_sama untuk menegakkan amarma’ruf nahi munkar, tolong menolong dalam bidang sosial dan menghindari perpecahan

  B. KHALIFAH

  1. Khalifah menurut logat berarti : Wakil
  2. Menurut Istilah, berarti orang yang dipilih oleh jama’ah utnuk menjadi pemimpin mereka
  3. Khalifah menurut sejarah ialah : Kepala Pemerintahan Islam pada Zaman sahabat, yaitu dengan bai’at sebagai pernyataan setia dari penduduknya dengan jalan pilihan. Sesuadah masa sahabat, sebutan khalifah dipergunakan untuk sebutan kepala Pemerintahan tetapi tidak melalui pilihan (kerajaan)

Sebutan Khalifah menirut sejarah telah berakhir dengan berakhirnya Khalifah Usmaniyah dari Turki Sebuatan Khalifah menurut sejarah ada kalanya dipergunakan kata Imam, Setelah berakhir Khalifah Usmaniyah tersebut sebutan Khalifah dipergunakan oleh kelompok-kelompok Tariqat untuk sebutan ketuanya, seperti tariqat Naqsyabandiyah, Satarijah, Tijaniyah dan lain-lain Demikian pula sebutan Imam dipergunakan oleh golongan madzab-madzab Fiqih seperti Imam hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam Hambali dan lain-lain Jaga pada kegiatan sosial (kemasyarakatan) seperti pemuka-pemuka Islam yang memperbaiki pendidikan Islam seperti Muh. Abduh, Ustadz/Al Imam menjadi sebutannya. Bagi Syeikhul Azhar, Mesir memakai sebutan Al Imam Al Akbar. Bagi tiap-tiap mesjid menyelenggarakan shalat Juma’at juga memakai sebutan Imam Jami’i, Sedang pada shalat lima waktu disebut Imam Rawatib

 C. BAI’AT

  1. Bai’at menurut logat ialah jabatan tangan sebagai manifestasi Persetujuan.
  2. Menurut istilah, berarti pengakuan setia dari pengikut kepada pemimpin yang diikutinya. Sebagaimana bai’at itu berlaku dalam kemasyarakatan seperti diterangkan di atas, juga dipergunakan di dalam Lingkungan tariqat. Begitu pula di beberapa golongan pada zaman belanda seperti Serikat Islam mempergunakan kata bai’at,

D. TENTANG JAMA’AH MUSLIMIN HIZBULLAH

  1. Jama’ah Muslimin Hizbullah adalah suatu kelompok yang mempunyai faham tersendiri dalam ummat Islam, statusnya sebagai Ormas Islam
  2. Di kalangan ummat Islam ADA KEYAKINAN-KEYAKINAN DAN PEMAHAMANNYA AGAK MENYIMPANG TENTANG AL-QUR’AN DAN HADITS. Biasanya kalau ajarannya menyimpang hanya mempunyai pengikut terbatas dan tidak berkembang. Diperlukan usaha–usaha da’wah terhadap kekeliruan pemahaman kalau terhadap yang berlainan dengan pemahaman umum, tentang Al-Qur’an dan Hadist

Ditetapkan :

Jakarta, 2 Agustus 1978

KOMISI FATWA

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua                                                            Sekretaris

K.H. M. SYUKRI GHOZALI         H. MUSYTARI YUSUF, LA

***

Tampaknya mereka memiliki imam atau amir atau istilah-istilah tertentu yang mereka gunakan. Di antaranya dapat dilihat di situs mereka berupa pengumuman ini.

***

بسم الله الرّحمن الرّحيم

جماعة المسلمين (حزب الله)

JAMA`AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)

Sekretariat : Jl. Pesantren Al-Fatah 1 RT 02 RW 05 Pasirangin, Cileungsi, Bogor, 16820
Telp./Fax : (021) 82498933, Mobile : +6281310460021, e-mail : [email protected]
===========================================================================

Nomor             : …… /MKP/10/1429Bogor, 08 Syawwal 1429 H

Lampiran          : 2 (Dua) lembar

07 Oktober 2008 M

Perihal              : Pendataan Calon Penerima Beasiswa Al-Azhar.

Kepada:

  1. Ykh. Waliyul Imaam/Naibul Imaam/Amir Riyasah.
  2. Ykh. Mudirus Shuffah/Roisul Madrasah Aliyah.
  3. Ykh. Para Orangtua

Di Tempat

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Alhamdulillah, Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya dan para pengikutnya sampai hari akhir. Dalam rangka pengembangan da’wah khilafah fil Ardl, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mencanangkan program studi secara Internasional, maka bersama ini kami sampaikan:

  1. Menindaklanjuti kesediaan Duta Besar Mesir untuk Indonesia menerima alumni Al-Fatah untuk melanjutkan studi di Al-Azhar Kairo, kami mohon kepada Para Waliyul Imaam, Naibul Imaam, Amir Riyasah, Para Mudirus Shuffah, Roisul Madrasah Aliyah Al-Fatah dan Al-Khoiriyah untuk mendata putera/puteri para ikhwan yang berminat melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi di Al-Azhar Kairo tahun akademik 2009-2010.
  2. Pendaftaran sementara calon peserta dengan cara mengisi formulir biodata lengkap dengan tanda tangan kesanggupan pendaftar dan memenuhi persyaratan sebagaimana terlampir.
  3. Berkas pendaftaran calon peserta tersebut agar langsung disetorkan kepada Majlis Ta’lim wa Tarbiyah Pusat (MTTP) di Maktab Am Cileungsi Bogor, atau via fax (021) 82498933 atau via Po Box 028 Cileungsi, Bogor 16820, selambat-lambatnya tanggal 30 Oktober 2008.

Demikian edaran ini kami sampaikan untuk segera ditindaklanjuti.

والسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

http://alfatahmaos.blogspot.com/2008/11/info-beasiswa.html

***

MEMBONGKAR KESESATAN PARA IMAM PALSU

(Meluruskan Kesalahan Memahami Jama’ah – Imaamah)

Oleh : Abu ‘Abdillah

إنّ الحد لله , نحمده ونستعينه ونشتغفره , ونعوذب الله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا , من يهده الله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا هادي له, وأشهد أن لا إله إ لاّ الله وحده لا شريك له, وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًاو, يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

” أمّا بعد فإنّ أصدق الحديث كتاب الله , وأحسن الهدي هدي محمّد, وشرَّ الأمور محدثاتها , وكلَّ محدثاتةٍ بدعة, وكلَّ بدعة ضلالة, وكلَّ ضلالة في النّار “

** MUQODDIMAH **

Hanya kepada Alloh semata kita beribadah sesuai tuntunan Rosul-Nya dan hanya kepada-Nya pula kita senantiasa memohon agar ditunjukkan kepada jalan al-haq dan semoga kita dijauhkan dari jalan-jalan syaitan yang sesat dan menyesatkan.

Sudah kita ketahui bersama bahwa kondisi umat islam sepeninggal Rosululloh akan mengalami banyak perpecahan dan penyimpangan-penyimpangan terhadap syari’at yang dibawa oleh Rosululloh . Adapun yang menjadi penyebabnya adalah bukan karena mereka kehilangan Al-qur’an dan As-sunnah. Semua para da’i mengaku berpegang teguh dengan Al-qur’an dan As-sunnah dan keduanya senantiasa dibaca dan didengungkan kepada seluruh umat islam ini. Akan tetapi yang menjadi penyebab utama umat islam ini perbecah-belah dan terpuruk dalam kesesatan adalah karena mereka (para da’I, tokoh, kyiai, ustadz) memahami Al-qur’an dan As-sunnah dengan pemahaman dan penafsiran sendiri, atau mengikuti tokoh tertentu atau kelompok tertentu.

Al-qur’an yang sekarang terkumpul dalam mushaf memang dapat dibawa kepada pemikiran dan pemahaman siapa saja, yang demikian itu karena di dalamnya terdapat ayat-ayat yangmutasyabihatyaitu ayat-ayat yang maknanya masih bersifat umum. Oleh karenanya sangat mugkin sekali bagi siapa yang membacanya akan menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda. Di dalam Al-qur’an juga terdapat ayat-ayat yang mujmal, juga terdapat kalimat yang tidak bisa dipahami secara tekstual, yaitu ayat-ayat yang masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut untuk sampai kepada apa yang dimaui oleh syari’at. Oleh karena itu selain menurunkan Al-qur’an Alloh juga mengutus seorang Rosul untuk menjelaskan tentang syari’at islam ini kepada umatnya dengan hadits-haditsnya yang juga merupakan wahyu Alloh. Namun demikian hadits-hadits Rosulpun yang merupakan penjelas terhadap Alqur’an juga dapat dipahami yang berbeda-beda oleh siapa saja yang membacanya. Oleh karena itu Rosululloh berwasiat kepada seluruh kaum muslimin untuk mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh para sahabat, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in sebagaimana dijelaskan dalam haditsnya :

أُوْصِيْكُمْ بِأَصْحَابِي , ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Aku wasiatkan kepada kalian (untuk mengikuti jalan) para sahabatku, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka.” (HR. Ahmad)

Sudah tidak diragukan lagi jika terjadi perbedaan dari kalangan para da’I dalam memahami Al-qur’an dan As-sunnah maka masing-masing di antara mereka akan berprinsip dan beramal serta berdakwah sesuai dengan apa yang dipahami oleh dirinya. Oleh karenanya di sana-sini muncul para pemikir-pemikir islam yang mengibarkan paham-paham baru kemudian mereka diikuti oleh para pengikutnya yang jahil dan sebagian di antara mereka dijadikan sebagai amir atau imam bagi jama’ahnya.

Paham dan aliran sesat di Indonesia tumbuh subur bagaikan jamur di musim hujan. Dengan kejahilan dan kesesatannya yang sudah terang benderang mereka terus berdakwah dengan hawa nafsunya mengajak umat kepada kesesatan yang makin jauh dari al-haq. Para pendiri aliran dan paham sesat yang berkembang di Indonesia di antara mereka ada yang mengaku sebagai Imaamul Muslimin, Amirul Mukminin, Imam Mahdi, Nabi baru, Rosul baru dan seterusnya. Sungguh mereka-mereka semua adalah orang-orang yang jahil yang jauh dari bimbingan ‘ulama ahlus sunnah, oleh karena itu mereka tersesat dan menyesatkan banyak orang.

Kejahilan dan kesesatan mereka yang sangat membahayakan umat ini dan sering mengatasnamakan al-haq harus segera di bongkar agar perkara kebatilan ini dapat diketahui oleh orang lain sehingga tidak memakan banyak korban orang-orang yang awam dalam agamanya. Salah satu prinsip dakwah ahlus sunnah adalah ‘amar ma’ruf nahi munkar dan salah satu wujud nahi munkaradalah membongkar pemahaman-pemahaman kelompok muslimin yang sesat dan menyesatkan. Atas dasar itu dengan merujuk kepada ayat-ayat Al-qur’an dan hadits-hadits Rosululloh sebagaimana yang telah dipahami oleh generasi terbaik umat islam ini (salafus sholih) saya bermaksud mengingatkan dan sekaligus meluruskan aqidah yang sesat bagi para pejuang penegak Jama’ah Imaamah atau Daulah Islamiyah ini.

Beberapa aliran dan paham sesat yang berkembang di Indonesia yang berkaitan dengan Jama’ah-Imamah atau Kekhilafahan di antaranya adalah Gerakan Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad[1] di India dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1935 M. Kelompok yang kedua adalah Islam Jama’ah yang sekarang berubah nama menjadi LDII didirikan oleh Nur Hasan Ubaidah,[2] sedangkan yang ketiga yaitu Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang didirikan oleh Wali Al-Fataah[3] dan Jama’ah Al-Qiyadah Al-Islamiyah dengan Imamnya Al-Masih Al-Mau’ud.[4]Disamping empat kelompok yang sudah saya sebutkan di atas juga masih banyak lagi kita dapatkan paham-paham sesat yang berkembang di Indonesia seperti kelompok Syi’ah, NII, Isa Bugis, JIL, Lia Aminuddin dan yang lainnya.

Mungkin bagi orang jahil tulisan ini akan dianggap sebagai perbuatan ghibah atau cacian terhadap sesama muslim, maka ketahuilah membicarakan pelaku kesesatan dan kebid’ahan adalah perkara yang wajib bagi ahlussunnah agar orang lain mengetahui tentang kesesatan dan kebid’ahannya. Dengan ini pula ahlussunnah memberikan haknya kepada saudaranya yang menyimpang berupa nasehat dan teguran untuk kembali kepada kebenaran.

Inilah bentuk saling berkasih sayang sebagaimana telah dicontohkan orang-orang yang setia mengikuti ajaran Rosululloh , dan setia mengikuti jalannya orang-orang mukmin tiga generasi pertama yakni, para sahabat, para tabi’in dan para tabi’ut tabi’in, barangsiapa yang menyelisihi jalannya orang-orang mukmin (para sahabat) maka sesungguhnya dia telah dipalingkan oleh Alloh dari al-haqdan dibiarkan dengan leluasa dalam kesesatannya sedangkan tempat kembali baginya di neraka Jahanam.[5]

Semoga tulisan ini akan membuka mata dari gelapnya pandangan terhadap perkara yang sesungguhnya sangat terang benderang dan membuka telinga dari tulinya pendengaran mereka dikarenakan mereka menutup telinga, tidak mau mendengar nasehat para ‘ulama ahlus sunnah sebagai pewaris para nabi.


[1] Pendiri gerakan Ahmadiyah lahir di India 15 Februari 1835 M, Dia mengaku sebagai Nabi baru setelah Nabi Muhammad r.

[2] Pendiri kelompok Islam Jama’ah yang mengaku dibai’at pada tahun 1941M dan menyatakan sebagai satu-satunya Imam/Kholifah yang sah di dunia.

[3] Pendiri gerakan Islam Hizbulloh pada tahun 1953 M yang kemudian berubah nama menjadi Jama’ah Muslimin (Hizbulloh) dan menyatakan sebagai satu-satunya Imam/Kholifah yang sah di dunia. Pusat gerakan ini ada di Celeungsi Bogor.

[4] Al-Maish Al-Mau’ud, Imam yang tersembunyi mengaku menerima wahyu dari Alloh dan menyatakan sebagai Rosul baru.

[5] Lihat surat An-Nisaa ayat 115.

http://abasalma.wordpress.com/2007/08/15/membongkar-kesesatan-para-imam-palsu-muqodimah/

(nahimunkar.com)