Tadi malam melihat anak anak yang tertidur sambil sedih setelah ada kenalan yang menceritakan sesuatu. Dan kalau bisa jenengan semua silahkan membaca tulisan saya berikut ini sebagai pelajaran untuk kita sebagai orang tua. Apabila bermanfaat silahkan di share tanpa ijin tapi mohon maaf kalau isinya “Saru” alias tidak elok

Tiba tiba ada kenalan yang ingin curhat dengan saya dan mulailah ceritanya. Waktu itu kenalan saya melihat kok kedua anaknya tidak ada suaranya lalu dicarilah keluar rumah dan tidak ditemukan anak anaknya tersebut lalu melihat kamar pintu tertutup akhirnya beliau membuka pintu kamar itu dan seperti tersambar petir beliau menyaksikan kedua anaknya tidak memakai baju

Sang adik yang berusia sekitar 4th dalam posisi kaki terbuka dan sang kakak dalam usia sekitar 8th berada tepat didepan kemaluan sang adik. Dengan sangat berhati hati lalu sang ibu bertanya kakak sama adik lagi ngapain? Mereka pun menjawab seperti didalam video. Kemudian ditanya videonya dari mana? Anak anaknya menjawab dari hp ayah mereka

Sambil menahan tangis kenalan saya memakaikan baju dan menunggu sampai suaminya pulang. Ketika suami sudah pulang dan keadaan terkendali si istri bercerita kepada suaminya dan sama seperti tersambar petir akhirnya sang ayah mengambil hp nya dan memberikan kepada putranya sambil bertanya

“Nak coba lihatkan ke ayah kakak dapat gambar dari mana”

Setelah mencari ternyata sang anak mendapatkan gambar dan video dari grup grup yang diikuti sang ayah. Dan betapa kagetnya padahal sang ayah tersebut ikut grup hanya karena ingin menyambung komunikasi dengan teman lama ataupun komunitas dan seringnya jarang membaca karena tidak sempat mengikutinya. Pun ketika istrinya mengecek hp ternyata grup grupnya pun ada yang seperti itu

Kenalan saya bilang ternyata status saya tempo hari memang betul adanya. Saya menulis bahwa tidak perlu masuk grup yang isinya tidak membawa manfaat. Saya kalau dimasukkan grup isinya menjurus sex atau pamer foto saya langsung ijin keluar. Saya tidak peduli itu grup teman atau keluarga karena sewaktu waktu anak saya bisa membacanya

Lebih baik kehilangan teman daripada meracuni masa kanak-kanak anak kita. Terus terang saya tidak bisa mencegah 100% anak tidak pegang hp tapi paling tidak bisa meminimalisir.

Duhai orang tua yuk berbenah diri supaya kelak ketika dimintai pertanggung jawaban tentang anak kita mampu menjawabnya dengan baik. Perhatikan pergaulan kita karena ini jaman penuh fitnah. Jangan hanya upgrade ilmu dunia meski dengan niatan kalau kaya akan membantu sesama tetapi melupakan kita bahwa menjadi kaya bukan kewajiban tetapi mendidik anak adalah kewajiban. Maka berlomba lombalah menuntut ilmu agama.

Ikhtiar jadikan rumah sebahai taman surga dengan sering kajian bersama keluarga dan selalu ingat bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga.Sebelum berumah tangga banyak banyak belajar ilmu tajwid juga supaya kalau sudah ada anak engkaulah yang pertama mengajarkan anak kalian membaca huruf Al Qur’an dan in syaa Allah pahala mengalir menjadi amal jariyah.

Pendidikan anak itu 100% tanggungjawab orang tua dan pihak sekolah hanyalah sebagai bantuan saja.Ajarkan anak anak adab adab dalam Islam beri contoh dari orang tua misal makan sambil duduk lalu bicara yang baik baik lalu kasih sayang sesama saudara dan banyak lagi contoh contoh adab atau perilaku Islam.

Pesan hari ini

” Menjadi kaya bukan kewajiban tetapi mendidik anak adalah kewajiban “

Status dari : Titin Rumah Ungu Solo

via fb Bunda Iin

(nahimunkar.org)

(Dibaca 695 kali, 1 untuk hari ini)