Untuk pertama kalinya ratusan warga Palestina asal Jalur Gaza dapat mengunjungi Masjidil Aqsha setelah 7 tahun lebih blokade yang diterapkan Israel di wilayah pemerintahan Hamas tersebut.
Seperti dilansir kantor berita Anatolia dari seorang sumber di Kementerian Urusan Sipil Palestina menyatakan “ada sekitar 500 warga Palestina berusia di atas 60 tahun asal Jalur Gaza bertolak menuju Masjid al Aqsha sejak Minggu (05/10) pagi melalui Gerbang perbatasan Erez.”
Ini adalah pertama kalinya sejak tahun 2007 lalu pemerintah Tel Aviv membolehkan warga Gaza untuk mengunjungi Masjid al Aqsha dibawah penjagaan ketat aparat berwenang Israel dalam rangka hari raya Idul Adha, seperti dikutip dari Radio publik Israel.
Pasca memenangkan pemilu legislatif pada tahun 2006 lalu, pemerintah Israel memutuskan untuk memblokade Jalur Gaza yang menjadi pusat pemerintahan Hamas. (Rassd/Ram) eramuslim, zahid – Senin, 12 Zulhijjah 1435 H / 6 Oktober 2014 09:54 WIB
***
Sebelumnya, berita seutuhnya sebagai berikut.

Kali Pertama sejak tahun 2007, Israel mengizinkan warga Gaza Masuk Masjid Al Aqsha

Berita – October 1, 2014

GAZA CITY – Minggu depan Israel akan mengizinkan 500 penduduk Jalur Gaza untuk beribadah di Masjid Al Aqsha di  Yerusalem Timur. Ini adalah kali pertama sejak tahun 2007, ungkap dari salah satu sumber pemerintahan.

Izin yang dikeluarkan oleh Israel akan mengizinkan warga Gaza untuk beribadah di dalam Al-Aqsa selama tiga hari mulai Minggu, menurut sumber Urusan Sipil Kementerian Palestina kepada Anadolu Agency.

Sejak Hamas yang dianggap Israel “teroris” organisasi – memenangkan pemilihan legislatif Palestina 2006, Israel telah memberlakukan blokade darat dan laut secara ketat pada Jalur Gaza.

Israel makin memperketat blokade di Gaza setelah Hamas merebut kekuasaan di kawasan kantung gerakan Fatah, saingannya satu tahun kemudian.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia.

Yahudi melihat daerah ini sebagai “Temple Mount,” mengklaim itu adalah tempat dua candi Yahudi terkemuka di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang 1967 Timur Tengah. Ini kemudian menganeksasi kota suci tersebut pada tahun 1980, mengklaim dan memproklamirkannya sebagai ibukota negara Yahudi – sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. (mk/knrp)

Sumber: Anadolu Agency

http://www.knrp.org/2014/10/kali-pertama-sejak-tahun-2007-israel-mengizinkan-warga-gaza-masuk-masjid-al-aqsha/

***

59 Tahun Palestina dijajah, 40 Tahun Masjid Al Quds Ditawan Zionis Israel, Dimanakah Kita?

Posted on Juni 8, 2007 by btm3

mosque-Palestine-i-will-come-1519427-1920x1200

BTM3 Unimed – Sudah 59 tahun lamanya zionis Israel menjajah bangsa Palestina, tepatnya sejak diproklamirkannya “kemerdekaan Israel” secara sepihak oleh David Ben Gurion, salah seorang tokoh zionis internasional.

“Kemerdekaan Israel” yang telah diproklamirkan David Ben Gurion, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Israel pertama (1948-1953), tepatnya terjadi pada tanggal 14 Mei 1948 pukul 16.00 waktu setempat, sesungguhnya merupakan pengumuman secara resmi dimulainya penjajahan babak baru yang dilakukan zionis Israel sebagai kelanjutan penjajahan Inggris atas tanah Palestina.

Berdirinya “Negara Israel” merupakan hasil konspirasi musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin di Palestina khususnya dan masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam yang pertama.

Terbukti hanya berselang 10 menit setelah proklamasi “kemerdekaan Israel” , Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman langsung mengumumkan sikap resmi negaranya dengan mengakui dan mendukung berdirinya “Negara Israel”, serta langsung membuka hubungan diplomatik secara resmi.

Sebelum zionis Israel melakukan penjajahan terhadap bangsa Palestina, Kerajaan Inggris telah melakukan penjajahan terhadap bangsa Palestina, hal tersebut terjadi sejak diadakan perjanjian Skys-Picot (1916) antara Inggris, Perancis dan Rusia bergabung setelah itu. Dalam perjanjian tersebut berisikan tentang pembagian wilayah kaum muslimin, wilayah yang pernah dikuasai khilafah Turki Utsmani, Inggris mendapatkan wilayah Irak, Yordania Timur dan Palestina, sedangkan Perancis mendapatkan wilayah Lebanon dan Suriah.

Penjajah Inggris secara resmi menjajah bumi Palestina dan lebih kuat lagi cengkaramannya terhadap kota Al Quds (Jerusalem) pada bulan Desember 1917, atau setelah deklarasi Balfour, 2 November 1917, yang isinya adalah: Pemerintah Raja (Inggris) yang terhormat memandang perlu mendirikan tanah air di Palestina untuk bangsa Yahudi.

Sejak penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina dimulai, maka sejak itu pula penderitaan demi penderitaan dirasakan rakyat yang tidak berdosa, anak- anak sulit mendapatkan susu dan makanan yang bergizi, kehidupan kaum wanita tertekan, rumah dan bangunan banyak yang dihancurkan penjajah zionis Israel, rakyat Palestina di bunuh secara sadis, diusir dari kampung halamannya, sehingga mereka banyak yang mengungsi untuk menyelamatkan iman dan kemuliannya.

Pada saat ini terdapat sekitar 5 juta pengungsi di seluruh dunia atau 70 persen dari total populasi Palestina. Lebih dari dua pertiga dari total pengungsi Palestina terdaftar di bawah UNRWA (UN Relief and Works Agency) dan sepertiga di antaranya tinggal di 59 kamp pengungsi yang tersebar di seluruh Tepi Barat, Jalur Gaza, Lebanon, Syria dan Jordan. Lebih dari 80 persen pengungsi menetap sekitar 100 km dari kamp dan kota asal mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan kepada hamba-Nya di dalam Al Qur’an tentang kelakuan buruk para penjajah di muka bumi, mereka perusak sumber daya manusia khususnya perusak akidah, perusak moral dan perusak sumber daya alam.

Mereka juga membuat penduduk yang sebelumnya mulia menjadi hina dan bermentalitas budak.

Zionis Israel telah melakukan perusakan itu semua kepada bangsa Palestina, termasuk upaya mereka menghancurkan masjid Al Aqsha, tempat Mi’rajnya Rasulullah saw. Bahkan mereka telah berbulat tekat untuk mengganti masjid Al Aqsha dengan sinagog, tempat peribadatan Yahudi.

Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

Mari kita renungkan firman Allah di bawah ini, semoga umat Islam dapat bersatu membela saudaranya yang sedang berjuang untuk lepas dari belenggu penjajah Zionis Israel hingga hari ini.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (QS: Al Maa’idah / 5 : 51)

40 Tahun Al Quds Ditawan Zionis Israel

Setiap memasuki bulan Juni, kaum muslimin yang cinta masjid akan teringat dengan peristiwa yang menyebabkan jatuhnya Al Quds kota suci umat Islam yang ketiga ketangan Zionis Israel, kota yang didalamnya ada masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam yang pertama.

Peristiwa dikuasainya kota suci Al Quds dan masjid Al Aqsha oleh Zionis Israel diawali dengan perang Arab-Israel yang kedua, pecah pada tanggal 5 Juni 1967 M/ 1386 H, perang tersebut lebih dikenal dengan perang 6 hari, karena dalam tempo 6 hari pasukan Arab yang terdiri dari Mesir, Yordania dan Suriah dikalahkan Zionis Israel, sungguh sangat memalukan!

Pagi hari tanggal 5 Juni 1967 tentara angkatan udara Zionis Israel berhasil menghancurkan pesawat-pesawat tempur Mesir, Yordania dan Suriah yang masih terparkir di bandara masing-masing, dampaknya adalah pasukan Arab tidak mampu melakukan perlawanan yang mematikan.

Pasukan Arab yang berperang dengan semangat Sosialisme dan Nasionalisme tidak mampu mengalahkan pasukan Zionis Israel yang berperang dengan semangat keagamaan, Yahudi.

Akibat kekalahan pasukan Arab, Zionis Israel berhasil menjajah wilayah Palestina yang masih tersisa (Tepi Barat 5.878 km2 dan Gaza 363 km2), Gurun Sinai milik Mesir 61.198 km2, dataran tinggi Golan (Suriah) 1.150 km2.

Sore hari tanggal 7 Juni, kota tua yang dikenal dengan sebutan Al Quds direbut Zionis Israel, tentara Zionis Israel berhasil memasuki kota Al Quds dan masjid Al Aqsha sambil berteriak-teriak, “Ayo kita balas dendam (kekalahan) di Khaibar…” dan bernyanyi-nyanyi mengekspresikan kegembiraannya, “Musymusy dan apel… agama Muhammad berpaling dan tunggang langgang”,” Muhammad telah mati…dengan meninggalkan kaum wanita”.

Ekstrimis Zionis Israel Moshe Dayan memasuki wilayah Al-Maghariba serta wilayah tembok Al-Buraq yang kemudian dijadikannya sebagai tembok ratapan , letaknya disisi sebelah barat komplek Al Aqsha.

Ketika memasuki wilayah tembok Al Buraq, ekstrimis Zionis Israel Moshe Dayan dengan sombongnya mengatakan, “… Kita sudah mempersatukan kembali kota yang tersobek-sobek, ibukota Israel. Kita sudah kembali ketempat yang paling suci ini, untuk tidak akan pernah lagi berpisah daripadanya…”, dan menyelipkan kertas doa tulisan tangannya ke tembok ratapan.

Semenjak itu tembok Al Buraq dan tanah wakaf kaum muslimin yang berada disekitarnya, dan asrama pasukan Islam dari Afrika Utara yang diberikan Panglima Islam Shalahuddin Al Ayyubi setelah menang dalam perang Salib telah dihancurkan dan dikuasai Zionis Israel.

Umat Islam kini tidak dapat lagi berkunjung ke wilayah tembok Al Buraq dengan bebas, karena tempat tersebut telah beralih fungsi menjadi tembok ratapan, tempat peribadatan orang-orang Yahudi.

Al Aqsha saat ini ditawan zionis Israel, mereka telah menodai Al Aqsha yang di dalamnya ada masjid Al Aqsha, mereka akan melakukan Yahudisasi kota Al Quds dan mendeklarasikannya sebagai ibu kota abadi bagi Zionis Israel.

Al Aqsha sudah 40 tahun ditawan, dibelenggu orang-orang yang paling keras permusuhannya kepada orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan Musyrik.

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS: Al Maa’idah/5 : 82).

Kejahatan Zionis Israel sama dengan yang telah dilakukan musyrikin Makkah dizaman Rasulullah saw ketika mereka menghalangi kaum muslimin untuk beribadah di Masjidil haram.

Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai (nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.(QS: Al Anfaal/ 8 : 34).

Apakah umat Islam masih berdiam diri melihat kondisi Al Quds saat ini??? Dimanakah kepedulian kita??? Dimanakah tanggung jawab kita??? Dimanakah mereka yang mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam???

Ya Allah ampuni dosa kami karena sampai saat ini kami belum mampu membebaskan Al Quds dari tangan kotor Zionis Israel dan antek-anteknya. Ya Allah berilah kemampuan kepada kami untuk membebaskan masjid Al Aqsha dari belenggu Zionis Israel, satukan hati kami dalam iman, islam dan perjuangan di jalan-Mu. Ya Allah berilah rizqi kepada kami sehingga kami dapat masuk ke dalam masjid Al Aqsha dengan aman dan shalat didalamnya. Amin. (Btm3)

__
Kompilasi dari KISPA.org

***

10 Fase Menghancurkan Masjid Al Aqsha Telah Dilalui

Abdullah Hadrami | 22 April 2007 | Artikel, Dunia Islam

Israel tidak hanya pintar membuat teori menghancurkan masjid Al-Aqsha. Namun dengan culasnya, mereka telah melalui 10 fase untuk merobohkan tempat suci umat Islam ini untuk kemudian dibangun haikal Sulaiman di atas puing-puingnya. (tulisan kedua dari; 10 teori Israel menghancurkan Al-Aqsha)

Fase I: Dialakukan sejak tahun 1967 hingga akhir tahun 1968 dengan menggali terowongan 70 meter di selatan masjid Al Aqsha di belakang menara masjid.

Fase II: Dilakukan dari tahun 1969 hingga 1970 dengan menggali terowongan 80 meter dari pagar masjid Al Aqsha.

Fase III: Dilakukan dari tahun 1970 hingga 1973, Israel menggali terowongan di bawah Mahkamah Syariah dan di bawah lima pintu masjid Al Aqsha, Al-Musalsal, Al-Muthahirah, Al-Qatthanin, Al-Hadid, dan Alauddin Al-Basyri di samping terowongan yang ada di bawah empat masjid dan menara masjid Qaithabi dan Suuq Al-Qatthanin. Penggalian terowongan dan aktifitas yahudisasi ini menyebabkan sebagian dari bangunan Mahkamah Syariah berubah menjadi gereja dan peninggalan-peninggalan bersejarah perjuangan suku Kurdi Islam dan sekolah Al-Jauhariah mengalami kerusakan.

Fase IV-V: Dilakukan sejak tahun 1973 hingga akhir tahun 1975 dengan penggalian daerah bagian belakang gerbang selatan sepanjang bagian timur bawah masjid Al Aqsha, pagar masjid Al Aqsha bagian timur sepanjang 80 meter juga mencakup penggalian bagian bawah masjid Al Aqsha.

Fase VI: Aktifitas dilakukan mulai tahun 1975 dengan tujuan menghilangkan kuburan Sahabat Nabi dan mendirikan beberapa tempat pariwisata nasioal Israel di atasnya.

Fase VII: Ini dilakukan sesuai dengan proyek Dewan Kementerian Israel tahun 1975 yang mencaplok infrastruktur milik Islam secara final hingga pagar Al-Barraq (al-Mabkaa) dan diteruskan dengan dilanjutkannya penggalian-penggalian di bawah bangunan Mahkamah Syariat dan perpustakaan Al-Khalidiah dan pojok Abu Madin al-Ghauts dan semuanya telah roboh ditambah 35 rumah warga lainnya.

Fase VIII: Fase yang berangkat dari permulaan tahun 80 an dengan mengusung simbol ?mengungkap harta karun kerajaan Israel? ini merupakan penggalian yang sangat berbahaya yang pernah di alami oleh masjid Al Aqsha. Sebab banyak penggalian yang masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh Israel. sebagian penggalian ini diungkap oleh laporan kepala daerah Um Alfahm, Raid Shalah saat itu, lembaga Al-Aqsha dan departemen Waqaf di Al-Quds. Pada saat itu terjadi sempat terjadi bentrokan antara Israel dengan jamaah shalat. Di tengah bentrokan ini penggalian dimulai di bawah masjid Al Aqsha secara langsung.

Fase IX: Dilakukan pada tahun 1981. Pembukaan terowongan yang ditemukan Kolonel Inklizi Charles Warn dibuka dan kemudian ditutup kembali. Terowongan itu bermula di bagian bawah pintu Al-Muthahharah antara pintu Al-Silsilah dan Al-Qathanin hingga ke pintu Magharibah hingga ke bawah masjid Al Aqsha. Israel mengklaim bahwa tembok yang terdapat di terowongan adalah milik haikal Sulaiman yang mereka sebut dengan terowongan Hasyumunaim.

Pada fase ini telah dilakukan penggalian terowongan di bawah bangunan Mahkamah Syariat tahun 1987 dan di bawah sekolah Al-Tankiziah. Terowongan berlanjut hingga ke sebelah utara masjid Al Aqsha. Akibat aktifitas penggalian ini sejumlah bangunan, gedung sekolah dan bangunan pertokoan mengalami kerusakan bahkan roboh. Penggalian ini juga mengakibatkan robohnya gerbang utama Departemen Waqaf roboh.

Fase X: Sebagian terowongan Hasyumunaim dibuka setelah hari raya Pengampunan Yahudi Senin 24 September 1999 dan panjangnya 250 meter. Pengumuman pembukaan yang dihadiri oleh pejabat tinggi Israel ini sontak memicu bentrokan antara Israel dan Palestina yang paling sengit karena masjid Al Aqsha. Pemerintah Israel buru-buru menutupnya.

Israel telah menggali terowongan di bawah masjid Al Aqsha sepanjang 400 meter dari kampung Barat Arab memanjang hingga di pondasi-pondasi tembok Al-Barraq di bawah ke utara kampung Islami.

Nawwaf al-Zuru, pakar Zionisme dan kepala lembaga informatika dan intelektual dan ketua lembaga tempat-tempat suci.
(ATB)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 848 kali, 1 untuk hari ini)