Fri, 02/01/2015 – 12:01

JAKARTA, 2/1/15 (SOLUSInews): Fakta berbicara dan menunjukkan, upaya keras pihak Lippo Group yang dinakhodai James T Riady untuk menghadirkan 50 ‘Siloam Hospitals’ dalam tempo lima tahun ke depan, tampaknya bukan pepesan kosong. Motivasinya jelas, memberi pelayanan kesehatan terbaik bagi warga bangsa, sebagai bagian dari upaya memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh Undang Undang Dasar 1945.

Demikian pekerja dari Institut Studi Nusantara (ISN), Julita Merry, saat berbincang dengan SOLUSInews, ihwal seputar peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat di Nusantara.

“Buktinya, hampir tiap bulan, di sepanjang 2014 lalu, PT Siloam International Hospitals Tbk atau Siloam Hospitals Group yang merupakan salah satu grup di bawah kendali Lippo Group, terus saja melakukan ‘ground breaking’ atau pun meresmikan pengoperasian rumahsakit baru di berbagai tempat,” katanya di Jakarta, Jumat (2/1/15).

 

Terkini, demikian Romeo F. Liedo, ‘Chief Executive Officer’ Siloam Hospitals Group, dalam kesempatan terpisah, pada bulan Desember 2014 lalu, melalui lini bisnis kesehatannya PT Siloam International Hospitals Tbk, Lippo Group resmi mengoperasikan rumah sakit baru bernama ‘Siloam Hospitals Kupang’ di Fatululi, Oebobo, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 

“Ini merupakan perwujudan dari komitmen kami untuk melayani semua warga negara di berbagai pelosok, dengan menghadirkan kualitas perlayanan kesehatan terbaik, yang layak bagi semua saudara sebangsa,” ujar James Riady, yang juga datang bersama ‘Founder’ Lippo Group, Mochtar Riady pada acara peresmian.

Tak tanggung-tanggung, peresmian rumah sakit yang dilakukan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, juga mendapat kunjungan ‘tamu kehormatan’, Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Presiden Direktur Lippo Group, Theo Sambuaga, mengemukakan, rumah sakit yang diperkirakan menelan dana investasi hingga US$60 juta itu, merupakan rumah sakit ke-19 dan telah dioperasikan oleh Siloam Hospitals Group, sampai saat ini.

 

Layani BPJS

 

Tidak seperti yang diduga segelintir kalangan, kehadiran Siloam Hospital di mana-mana, tak hanya melayani kelompok keluarga menengah ke atas. Sebab, menurut Romeo, rumah sakit anyar ini akan fokus memberikan layanan kesehatan kepada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Yakni mencapai 70 persen. Adapun sisanya merupakan pasien umum.

Ditambahkan pula, dalam operasionalnya, Siloam Hospitals Kupang didukung kurang lebih 35 dokter spesialis.

Siloam Hospitals Group menginformasikan, pada tahap awal, Siloam Hospitals Kupang dirancang berkapasitas 100 tempat tidur. Kelak, bila tak ada halangan, daya tampung tersebut bakal bertambah menjadi 600 tempat tidur.

Sementara fasilitas yang tersedia, antara lain, CT Scan 128 Slices yang diklaim memiliki keunggulan high speed rotation dengan pemeriksaan sangat singkat. Lebih dari itu, peralatan CT Scan 128 Slices ini disebut merupakan satu-satunya yang ada saat ini di Nusa Tenggara Timur.

Di sisi lain, Siloam Hospitals Kupang juga didukung dengan kehadiran ‘Arthroskopi’ yang bermanfaat untuk mendiagnosa variasi kelainan sendi, seperti di bahu, siku, pergelangan kaki, pinggul, dan pergelangan tangan.

Plus ‘Magnetic Resonance Imaging’ (MRI) 1,5 Tesla untuk pemeriksaan diagnostik radiologi serta mamografi untuk mendeteksi kanker payudara.

 

Di Bandung

 

Patut pula diketahui, pada akhir medio September lalu, Siloam Hospitals Group juga telah melaksanakan seremoni peletakan batu pertama (‘groundbreaking’) Siloam Hospitals Bandung yang berlokasi di kawasan Jl Sumatera, Bandung.

Dan, Siloam Hospitals perdana di Bandung tersebut, bakal dibangun setinggi delapan lantai yang sekaligus merupakan bagian penting dari pengembangan ‘mix-used development’ setinggi 15 lantai dan dihadirkan oleh PT Lippo Karawaci Tbk -induk usaha Siloam Hospitals Group- di atas lahan sama seluas 3.753 meter persegi.

Asal tahu saja, untuk menghadirkan rumah sakit ini berikut peralatannya, Siloam Hospitals Group menyiapkan dana investasi hingga Rp400 miliar.

Sementara bila dilihat dari jumlahnya, Siloam Hospitals Bandung akan menjadi rumah sakit ke-22 yang bakal dikelola oleh Siloam Hospitals Group.

Sebagaimana dilansir ‘Berita-Bisnis’, dalam waktu tidak lama lagi, Siloam Hospitals Group pun sedang mengagendakan pembukaan rumah sakit ke-20 yang berlokasi di Medan.


 

 

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ … (البقرة: ١٢٠)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. …” (QS Al-Baqarah [2]: 120)

Allah mengatakan dalam ayat ini, bahwa orang Yahudi dan orang Nasrani tidak pernah ridho kepada kita sampai kapan pun juga. Maka konsekuensinya apa? (Yaitu) jangan kita percaya kepada mereka. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada kita, bahwa mereka tidak akan pernah ridho kepada kita. Sampai kapan? (Yaitu) sampai “kamu mengikuti millah mereka”. Maka dari itu, jikalau ada orang Islam masih saja percaya kepada mereka, maka orang tersebut tidak percaya kepada Al-Qur’an, seakan-akan Allah mengatakan demikian tidak benar.

Di Jakarta Selatan ada rumah sakit swasta yang didirikan oleh keluarga yang islamis dan para karyawatinya tampak berjilbab. Kemudian  bulan lalu kabarnya beralih tangan ke Siloam (konon karena dijual), maka karyawatinya telah was-was. ada dua kemungkinan nantinya, masih pilih bekerja di situ dengan rela melepaskan jilbab pakaian Muslimah mereka atau pilih keluar dan tidak bekerja lagi di situ.

Pasien dari kalangan Muslimin yang sedang dirawat di situ tampak kaget dengan keadaan yang tadinya islami, tiba-tiba ada gejala keresahan akan berubah menjadi jauh dari Islam itu.

Bagaimana pula kalau pasien diiming-imingi pelayanan keseahatan, lalu dibalik itu ada pemurtadan secara sistematis?

(nahimunkar.com)