Media sosial atau Medsos (IST)


Polri yang sudah mengantongi 180 ribu akun di media sosial dan pemiliknya akan dijerat dengan Surat Edaran (SE) Kapolri menandakan Polri sedang cari muka ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Demikian dikatakan peneliti dari Democracy for Freedom dan Justtice (DFJ) Muhammad Salafuddin dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (5/11). “Polisi sampai menemukan 180 ribu akun medsos ukurannya apa, ini yang tidak jelas juga,” ungkap Salafuddin.

Kata Salafuddin, aparat kepolisian yang mengurusi akun medsos justru menurunkan dereajat korps berbaju coklat itu. “Kalau polisi bisa menangkap koruptor, penjahat kelas atas, itu baru hebat. Ini yang ditangkap pengguna medsos, lucu, dunia akan mentertawakan Polri,” papar Salafuddin.

Salafuddin meminta aparat kepolisian tidak usah mengurusi pengguna medsos dengan menggunakan SE Kapolri. “Lebih baik polri bekerjasama dengan Kemendikbud melakukan pencegahan terhadap penggunaan medsos yang tidak semestinya. Guru maupun tokoh masyarakat harus dilibatkan,” pungkas Salafuddin.

Setelah SE Kapolri Nomor SE/06/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian atau hate speech diterbitkan tanggal 8 Oktober 2015, kini Polri menyasar sekitar 180 ribu akun medsos yang menyebarkan kebencian.

“Kami teliti yang mengarah ke situ,” kata Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11).

suaranasional.com, /06/11/2015 in Uncategorized

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.118 kali, 1 untuk hari ini)