Usai Memperkosa Gadis Kecil di Gereja, Pendeta Cabul HL Ajak Korban Berdoa agar Dapat Memperkosanya Lagi

 

SURABAYA– Penyidik Dirreskrimum Polda Jatim terus melakukan pengembangan terhadap kasus pencabulan yang dilakukan seorang pendeta di Surabaya berisial HL (57) tahun.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan terkait perkembangan kasus pelecahan seksual tersebut.

Kapolda menyebut, oknum pendeta cabul di Surabaya ini sempat mengajak korbannya berdo’a setelah berhasil memperkosa bocah berusia 12 tahun ini .Tujuannya agar dirinya (HL) bisa memperkosa lagi si bocah itu.

Aksi bejad yang dilakukan oknum pendeta cabul ini telah berlansung sejak lama dan dilakukan secara berulang ulang digereja,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat konferensi pers  di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya Senin (09/03/2020).

Berdasarkan dari pengakuan tersangka HL,  usai melakukan pencabulan, dia kemudian mengajak korban berdo’a kepada tuhan.Tujuannya agar bisa kembali melakukan hal itu,” terang Luki Hermawan.

Alasan tersangka melakukan pencabulan karena tidak bisa menahan nafsu seksualnya yang sedang memuncak. Dia tidak tahan ketika melihat korban meskipun baru berusia 12 tahun badannya seperti orang sudah dewasa.

Perlu diketahui, oknum pendeta cabul ini ditangkap polisi karena terbukti memperkosa IW (26) di Kompleks gereja dikawasan jalan Embong Sawo Surabaya sejak korban masih berusia 12 tahun.

Korban diperkosa didalam kamar mandi dan diruang tamu lantai 4. Aksi bejad tersangka bukan ditempat ibadah saja,  namun juga disatu area gereja.

Hingga saat ini, korban mengalami trauma dan depresi atas kejadian yang menimpa dirianya. Bahkan untuk memulihkan kondisi fisiknya, IW harus mendapat pendampingan trauma healing.

Korban jadi pelampiasan nafsu birahi tersangka HL sejak tahun 2005 hingga tahun 2011 ketika korban masih berusia 12 tahun,” pungkasnya.(**)

Reporter = M.Rusdi

Penulis  Redaktur

 –

suksesinasional.com, Sel, 10 Maret 2020 | 00 : 07

***

Oknum Pendeta Cabul di Surabaya: Jangan Kasih Tahu Suamimu



 

Oknum pendeta cabul berinisial HL mengancam anak-anak korban ρèmèřĸȯsàànnya di sebuah areal gereja di Surabaya. Bahkan sang pendeta cabul HL meminta anak perempuan tersebut tidak menceritakan aksi ρèřĸȯsàannya ke sang suaminya kelak.

Hal itu diceritakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andrias Ratulangie. Kata dia bentuk paksaan dan ancaman itu juga agar korban tidak melapor ke siapapun.

“Pokoknya ada ancaman terhadap anak-anak, jangan ngomong orangtua, termasuk kepada suamimu nanti,” sambung Pitra di Polda Jawa Timur, Senin (9/3/2020).

Pendeta cabut berusia 57 tahun itu ρèřĸȯsà IW (26) di kompleks gereja kawasan Embong Sawo, Surabaya sejak usia korban masih 12 tahun.

 

Pèřĸȯsàan itu dilakukan di kamar pendeta cabul HL dan di ruang tamu di lantai 4. Perbuatannya bukan dilakukan di tempat ibadah, namun masih satu area gereja.

Kekinian, korban IW tengah mengalami depresi atas tindakan tersangka. Bahkan, untuk memulihkan kondisinya, IW mendapat pendampingan trauma healing.

Polisi juga meluruskan tindak pencabulan itu berlangsung selama kurun waktu enam tahun, bukan 10 tahun. Korban dicabuli sejak tahun 2005-2011 ketika menginjak usia 12-18 tahun. Sayangnya, belum diketahu rinci berapa kali korban dicabuli. Selama itu pula korban acap kali mendapat ancaman.

Sumber: suara.com

Cektkp.id- kriminal 9 March 2020

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 1.140 kali, 1 untuk hari ini)