Moses Cangua (22), seorang mahasiswa di Bandung, Jawa Barat, ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Cisitu Lama, Gang I nomor 144/154c RT1/RW10, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Sebelum ditemukan tewas, Moses diketahui menenggak minuman keras bersama dua rekannya pada Rabu (24/9) lalu.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Ngajib, mengatakan korban pertama kali ditemukan temannya. Posisi korban tengah tengkurap di lantai.

“Saat ditemukan itu posisinya tengkurap di lantai dan mulut mengeluarkan darah. Setelah dicek korban sudah meninggal dunia,” katanya di Mapolrestabes Bandung, Jumat (26/9).

Dia menambahkan, dari pemeriksaan saksi-saksi diduga korban menenggak miras secara berlebihan. Selain itu kondisi korban yang baru saja menjalani operasi ginjal diduga menjadi salah satu faktor penyebab korban meninggal dunia.

Selain Moses, dua rekannya yakni Edison dan Alex juga masih kritis di RS Borromeus. “Keduanya masih kejang-kejang dan muntah,” terangnya.

Di lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti berupa 4 botol miras jenis vodka. Belum diketahui apakah korban mengoplos dengan minuman lainnya. “Kami masih menyelidiki. Sementara ini tempat kosan kami sudah dipasang police line,” terang Ngajib/mdkcom/ksks

***

Peminum miras diancam haram masuk surga.

Dalam hadits:

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمْ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Dari Salim bin Abdillah bin Umar bahwa dia mendengar (bapak)nya berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka: pecandu khamer, anak yang durhaka kepada orang tua, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian.” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ nomor 3052, dalam Al-Jami’ As-Shaghir wa ziyadatuh nomor 5363)
Dari kerasnya ancaman dalam Islam dan juga bahaya yang nyata itu, maka jauh sebelum sekarang ini Saudi Arabia dan Brunei Darussalam telah lama melarang penjualan minuman beralkohol.
Pembahasan miras secara nasional pernah dilakukan MUI. Bahkan pada seminar MUI 5 tahun lalu (1992-an), Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dr Kartono Mohammad menyatakan, sebenarnya sudah saatnya kita bebas dari alkohol, karena dalam obat-obatan pun alkohol itu bisa diganti dengan yang lain yang tidak haram.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 485 kali, 1 untuk hari ini)