Ustaz Abdul Basith yang dikeroyok belasan pemuda menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta Barat. (Foto: iNews.id/Miftahul Gani) 

JAKARTA – Sekelompok remaja berusia belasan tahun nekat mengeroyok Ustaz Abdul Basit di depan rumahnya Jalan Syahdan, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (11/2/2018) dini hari. Kejadian itu membuat Ustaz Basit menderita luka sabetan celurit di tangan kirinya.

Istri korban, Nurliati (32) mengatakan, kejadian itu bermula saat suaminya menegur kelompok remaja saat tengah malam karena berisik. Namun bukannya meminta maaf, kelompok itu kemudian malah memaki sang suami.

Istri Abdul Basith, Nurliati menuturkan, keberadaan belasan remaja itu memang sudah sangat meresahkan karena kerap menyanyi dan adu mulut di dekat rumahnya. “Mereka juga suka buang sampah dan kencing sembarangan di pagar rumah kami. Karena itu, suami saya ngomong baik-baik dengan mereka. Tapi, omongan suami saya tidak digubris. Mereka malah tidak terima dan langsung mengeroyok dengan senjata tajam,” katanya.

Selanjutnya, Ustaz Basit menuju masjid yang ada dekat rumahnya. “Setelah pulang dari masjid suami saya langsung diserang kelompok itu,” kata Nurliati ketika ditemui di Polres Metro Jakarta Barat pada Minggu (11/2/2018).

Dalam kondisi terluka, Basit kemudian dibantu warga  ke RS Medika Permata Hijau. Namun karena luka sabetan celurit yang dialmai cukup parah, Ustaz Basit dilarikan ke RS Fatmawati sebelum akhirnya kini dirawat intensif di RS Mayapada, Jakarta Selatan.

Menurut Nurliati, kondisi sang suami kini telah membaik setelah luka bacoknya mengalami perawatan.”Suami saya sudah sering menegur sekelompok remaja itu, tapi tak pernah digubris mereka,” ujarnya.

(whb)/ metro.sindonews.com  / inews.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.179 kali, 1 untuk hari ini)