Ustaz Zulkifli Muhammad Ali (sorban cokelat) (Foto: Denita Matondang-detikcom)

Jakarta – Ustaz Zulkifli Muhammad Ali diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian/SARA dalam video berdurasi 2 menit. Zulkifli mengatakan ceramah yang ada dalam video tersebut didasarkan pada hadis.

“Saya UZMA yang dipanggil untuk menghadap atas ujaran kebencian yang dituduhkan pada saya. Dalam hal ini saya perlu meluruskan yang pertama apapun yang telah saya sampaikan jelas seluruhnya ada hadis Nabi Muhammad yang menuntunnya,” kata Zulkifli di Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Menurutnya, materi pembahasan akhir zaman yang disampaikannya bersumber pada hadis. Dia mengatakan ceramahnya selalu berdasar pada hadis nabi.

Zulkifli mengaku soal ceramah huru-hara yang disampaikannya merupakan sebuah imbauan untuk mewaspadai ancaman-ancaman yang masuk. Menurutnya, dia tak bermaksud membuat keonaran.

“Jadi tidak mungkin kalau ulama dikatakan sebagai pembuat kacau dan pembuat keonaran. Kita cinta dengan NKRI. Kami siap mati demi tanah air NKRI,” ujar dia.

Dalam kasus ini, Zulkifli disangkakan dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45B UU Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
(jbr/fdn) /news.detik.com Denita Br Matondang Kamis 18 Januari 2018, 14:17 WIB

***

PEMUDA MUHAMMADIYAH PROTES

Penetapan Tersangka Ustadz Zulkifli

JAKARTA (Realita)- Sekjen DPP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman menanggapi penetapan Ustaz Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka oleh aparat kepolisian.  “Polisi harus adil, jujur dan transparan.

USTADZ ZULKIFLI.

Jangan ada kesan kriminalisasi,” kata Pedri kepada wartawan, Kamis (18/1/2018).

Menurutnya tak tepat Bareskrim Polri mempidanakan Ustaz yang kerap  berceramah. “Pada dasarnya ceramah ustadz atau ulama tidak tepat dipidana. Karena ceramah disampaikan kepada internal umat,” tutupnya.ly

http://news.realita.co

***

Ustadz Zulkifli akan didampingi 100 pengacara

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamukmin mengatakan proses hukum tersangka kasus ujaran kebencian, Ustadz Zulkifli Muhammad Ali akan didampingi oleh lebih dari 100 pengacara.

“Ada lebih dari 100 pengacara yang minta bergabung,” kata Novel saat dihubungi, Kamis.

Menurut dia, ACTA akan membantu Zulkifli dengan pendampingan 20 pengacara. Sementara dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) – Ulama akan mengerahkan 30 pengacara.

“(Para pengacara) melebur semuanya dari berbagai elemen. Kemudian insyaallah kami akan bentuk tim khusus,” kata Novel.

Ia menambahkan, pembentukan tim pengacara ini dilakukan setelah tersangka Zulkifli meminta bantuan hukum kepada Sekjen Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Achmad Michdan.

Pada Kamis, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri memanggil ustadz Zulkifli Muhammad Ali untuk diperiksa sebagai tersangka kasus ujaran kebencian serta suku agama ras dan antargolongan (SARA).

“Jadwal pemeriksaannya pukul 13.00,” kata Kepala Unit III Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Irwansyah.

Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan penyidik Siber Bareskrim atas laporan bernomor LP/1240/XI/2017/Bareskrim tertanggal 21 November 2017, di mana Zulkifli dituduh terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana menunjukkan kebencian kepada orang lain berdasarkan diskriminasi SARA dan atau dengan sengaja menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Dalam laporan itu, yang dipermasalahkan adalah isi ceramah Zulkifli yang diduga berisi ujaran kebencian dan bernuansa SARA. Video ceramah tersebut viral setelah diunggah ke media sosial.

Pewarta: Anita Permata Dewi

Editor: Fitri Supratiwi/ /antaranews.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 385 kali, 1 untuk hari ini)