(Bahasa Jawa, yang Bahasa Indonesia bagian bawah).

Utang_84365375345

Utange  nagari minggah lipet pindho awit Zamane SBY 

JAKARTA  – Minggahi pun wilangan utange   RI sakpunika dinilai sampun ningkat hampir kaping kalih lipat awit Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nglenggahi kursi kepresidenan taun 2004. Hal punika diungkapkan dening Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli ing DPR Senayan, Senin (28/1/2013).

“Utang miturut kula makin dangu makin ageng hampir ningkat kaping 2 lipat awit pamerentahan awal SBY, saking Rp1.000 triliun dhateng Rp2.000 triliun,” sanjangipun. Miturutipun, meroketnya wilangan utang dinilai sampun mboten tepat. Hal punika bertolak wingking kaliyan membaiknya perekonomian Indonesia uga deficit anggaran ingkang andhap yakni ing ngandhap 3%.

“punika defisit alit, walapun direncana defisit 2% nanging keyektosanipun enten tirah anggaran (surplus) 10% dados (mestine) mboten betah pinjem,” cetusnya.

(Nanging kawontenane kuwalik, kados khabar ing ngandhap punika)

Sapanjang 2012 kepengker, utange  pamerentah Indonesia minggah Rp 166,47 triliun. ngantos akhir 2012, total utange  pamerentah Indonesia mencapai Rp1.975,42 triliun.  menawi dipun banding akhir 2011, wilangan utange  Indonesia minggah Rp181,71 triliun. Sacara rasio terhadap PDB kepengker, utange  pamerentah Indonesia enten ing level 27,3% ngantos akhir 2012. menawi dipun etang kaliyan denominasi dolar AS, wilangan utange  pamerentah ngantos akhir 2012 mencapai US$ 204,28 miliar, minggah dipun bandingaken posisi 2011 ingkang saageng US$ 199,49 miliar. mekaten data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu ingkang dikutip detikFinance, Senin (28/1/2013).

Utange pamerentah kesebat badan saking sambetan Rp614,32 triliun ingkang mandhap dipun banding 2011 Rp 621,29, lajeng berupa serat pangaos Rp 1.361,1 triliun utawi minggah dipun banding 2011 Rp 1.187,66 triliun. Menawi ngginakaken PDB Indonesia ingkang saageng Rp 7.226 triliun, mila rasio utange Indonesia ngantos akhir 2012 saageng 27,5%.

Punika rincian sambetan ingkang dipun pekoleh pamerentah pusat ngantos akhir 2012 yaiku:

  1. Bilateral: Rp 358,12 triliun.
  2. Multilateral: Rp 229,68 triliun.
  3. Komersial: 24,32 triliun.
  4. Supplier: Rp 410 miliar.
  5. Pinjaman lebet negeri Rp 1,8 triliun.

Punika catetan utange  pamerentah pusat lan rasionya terhadap PDB awit taun 2000:

  1. Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%).
  2. Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%).
  3. Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%).
  4. Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%).
  5. Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%).
  6. Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%).
  7. Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%).
  8. Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%).
  9. Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%).
  10. Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%).
  11. Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%).
  12. Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%).
  13. Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%).

[Widad/dtk] Senin, 28 Jan 2013/ voa-islamcom

***

Bahasa Indonesia

Hutang Indonesia Rp 1.975,42 triliun, Naik 2 Kali Lipat Sejak Zaman SBY

JAKARTA (voa-islam.com) – Sepanjang 2012 lalu, utang pemerintah Indonesia bertambah Rp 166,47 triliun. Hingga akhir 2012, total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 1.975,42 triliun.

Jika dibanding akhir 2011, jumlah utang Indonesia naik Rp 181,71 triliun. Secara rasio terhadap PDB lama, utang pemerintah Indonesia berada di level 27,3% hingga akhir 2012.

Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah hingga akhir 2012 mencapai US$ 204,28 miliar, naik dibandingkan posisi 2011 yang sebesar US$ 199,49 miliar.

Demikian data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip detikFinance, Senin (28/1/2013). Utang pemerintah tersebut terdiri dari pinjaman Rp 614,32 triliun yang menurun dibanding 2011 Rp 621,29, kemudian berupa surat berharga Rp 1.361,1 triliun atau naik dibanding 2011 Rp 1.187,66 triliun. Jika menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 7.226 triliun, maka rasio utang Indonesia hingga akhir 2012 sebesar 27,5%.

Berikut rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir 2012 adalah:

  1. Bilateral: Rp 358,12 triliun
  2. Multilateral: Rp 229,68 triliun
  3. Komersial: 24,32 triliun
  4. Supplier: Rp 410 miliar
  5. Pinjaman dalam negeri Rp 1,8 triliun

Berikut catatan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap PDB sejak tahun 2000:

  1. Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  2. Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  3. Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  4. Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  5. Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  6. Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  7. Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  8. Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  9. Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  10. Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  11. Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  12. Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  13. Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)

Utang Negara Naik Dua Kali Lipat Sejak Zaman SBY

Naiknya jumlah utang RI kali ini dinilai telah meningkat hampir dua kali lipat sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menduduki kursi kepresidenan tahun 2004.

Hal ini diungkapkan oleh Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli di DPR Senayan, Senin (28/1/2013).

“Utang menurut saya makin lama makin besar hampir meningkat 2 kali lipat sejak pemerintahan awal SBY, dari Rp 1.000 triliun ke Rp 2.000 triliun,” tuturnya.

Menurutnya, meroketnya jumlah utang dinilainya sudah tidak tepat. Hal ini bertolak belakang dengan membaiknya perekonomian Indonesia dan defisit anggaran yang rendah yakni di bawah 3%.

“Itu defisit kecil, walapun direncana defisit 2% tapi kenyataannya ada sisa anggaran (surplus) 10% jadi gak perlu pinjem,” cetusnya. [Widad/dtk] Senin, 28 Jan 2013

(nahimunkar.com)

(Dibaca 414 kali, 1 untuk hari ini)