Kasus M Arsad, wong cilik buruh tusuk sate yang ditangkap dan dianggap menghina Jokowi lewat facebook ramai dikomentari masyarakat, di antaranya ada tokoh yang menulis di twitter begini:

Kelakuan Wimar lbh berbahaya & biadab krn dia terpelajar, mantan jubir presiden. Bandingkan dg arsad jauh..UU Pornografi pun ditolak PDIP (#IndonesiaSatu ‏@Fahmisalim2 4:28 AM – 30 Oct 2014)

Sebagaimana diketahui, Wimar Witoelar adalah seorang dari tim sukses Jokowi waktu kampanye pemilihan presiden, dia menghebohkan umat Islam karena tulisannya yang menghina Islam. Hingga seorang pelajar pun sampai menulis:
Jahat banget ya om wimar witular ini. Tulisan “Gallery of Rogues.. kebangkitan Bad Guys” itu artinya “Galeri para bajingan… kebangkitan orang jahat”. Wow, Aa Gym dibilang b*jingan, Anis matta, ARB, dan lainnya juga. Gak hanya itu, partai yang mendukung Prabowo juga dibilang b*jingan. Gak ketinggalan Muhammadiyah dan HTI juga.
Beginikah akhlak pendukung Jokowi? Bukankah Jokowi sendiri yang menyerukan pilpres damai tanpa black campaign? Kenapa sekarang pendukungnya sekelas kolumnis Wimar berani menyamakan pendukung Prabowo dengan b*ajingan bahkan teroris? Dia pikir ini lucu-lucuan? Ini namanya diskriminasi. Ini namanya penghinaan. Ini namanya penistaan agama. Dia gak inget kalau jokowi dan yusuf kalla juga seorang muslim. Yang dia hina adalah capres dia sendiri! https://www.nahimunkar.org/wimar-dan-islamophobia/
Dalam kasus terakhir belakangan ini, tiba-tiba Indonesia dikejutkan dengan ditangkapnya wong cilik (buruh tusuk sate) digelandang ke kepolisian dan dijerat dengan kasus pornografi, dituduh menghina Jokowi lewat facebook Juli lalu saat musim kampanye. Padahal, justru PDIP lah yang menolak keras UU Pornografi sejak masih RUU. Juga PDIP pengusung Jokowi ini lah yang sering mengklaim sebagai pembela wong cilik. Maka muncullah sindiran dalam berita.

Seorang pengamat mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Mabes Polri sangat melanggar kebebasan berpendapat yang selama ini digaungkan oleh Indonesia. Karenanya, dirinya melihat kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) sudah menunjukan kediktatorannya.

***

Tukang Sate Penghina Jokowi Dibela Netizen

100327_medium

Pemuda 24 tahun berinisial MA (M Arsad), ditahan di Markas Besar Polisi Republik Indonesia karena tuduhan menghina Presiden Joko Widodo di media sosial Facebook. Penahanan MA ini sontak mengejutkan warga dunia maya yang biasa disapa netizen. Mereka menyayangkan penahanan MA.
Quote:
“Loh, kok, belum apa-apa sudah mau ikut-ikutan gaya orba?” cuit akun @kang_aden, seperti yang dikutip Tempo, Kamis, 28 Oktober 2014.
Akun @Bemz_Q ikut mencuit, “Cuma lulusan SMP, dan tukang sate (kalau infonya benar) yang mem-bully Jokowi, kenapa tidak dilakukan pendekatan baik-baik saja dulu?” ujar akun itu.
Quote:
Bahkan, Stand Up Comedian Sammy, melalui akunnya @NOTASLIMBOY yang memiliki pengikut lebih dari 84 ribu orang, ikut mencuit dengan me-mention langsung Presiden Joko Widodo. “Pak @jokowi_do2… Itu yang perang status di Facebook ada yang ditangkap polisi, Pak… Semoga bapak baca mention saya,” kata dia. https://www.nahimunkar.org/buruh-tusuk-sate-ditangkap-karena-dianggap-bully-jokowi-di-fb-presiden-disindir-pengamat-dan-nitizen/
Untuk menoleh kembali seberapa jahatnya pendukung Jokowi saat kampanye yang lalu, berikut ini ulasan yang pernah ditulis seorang pelajar, untuk membandingkan “sigapnya” pihak Jokowi di saat begitu nangkring di kursi kekuasaan. Sementara itu tidak menoleh betapa jahatnya pendukung Jokowi dalam menghina Islam.

Wimar dan Islamophobia

wimar witoelar lakukan kampanye hitam serang prabowo_thumb[4]

By nahimunkar.com on 24 June 2014

Pemilihan presiden yang sebentar lagi akan dimulai ternyata tak bisa lepas dari isu sara. Tim sukses dari jokowi ternyata tidak mendukung perda syariat jika jokowi-jk kelak menang dan menjadi presiden Indonesia selama 5 tahun. Kamu tahu kan perda syariat? Yaitu peraturan daerah yang khusus diberlakukan untuk umat Islam saja berkaitan dengan kehidupan masyarakatnya.

Saya heran aja gitu, yang namanya umat Islam wajar dong rindu menggunakan syariat Islam. Namanya juga umat Islam. Masa pake syariat kristen atau buddha? Kan gak lucu. Nah, ini kenapa tim sukses Jokowi JK gak setuju perda syariat diberlakukan? Toh kalau ada dari tim suksesnya yang non Islam, mereka gak akan terkena dampak apapun dari perda ini.

Satu-satunya persangkaan yang bisa saya ambil adalah tim sukses Jokowi-JK sudah terjangkit masalah mental yang dinamakan Islamophobia. Mereka gak suka umat Islam menggunakan hukum syariat karena dari sononya udah phobia sama Islam. Yang mereka paham Islam itu teroris. Rohis itu teroris. Semua yang berlabel Islam itu teroris. Buktinya adalah postingan Wimar Witoelar yang bikin umat Islam meradang, terutama warga muhammadiyah ini :

Jahat banget ya om wimar witular ini. Tulisan “Gallery of Rogues.. kebangkitan Bad Guys” itu artinya “Galeri para bajingan… kebangkitan orang jahat”. Wow, Aa Gym dibilang b*jingan, Anis matta, ARB, Suryadharma, dan lainnya juga. Gak hanya itu, partai yang mendukung Prabowo juga dibilang b*jingan. Gak ketinggalan Muhammadiyah dan HTI juga.

Beginikah akhlak pendukung Jokowi? Bukankah Jokowi sendiri yang menyerukan pilpres damai tanpa black campaign? Kenapa sekarang pendukungnya sekelas kolumnis Wimar berani menyamakan pendukung Prabowo dengan b*ajingan bahkan teroris? Dia pikir ini lucu-lucuan? Ini namanya diskriminasi. Ini namanya penghinaan. Ini namanya penistaan agama. Dia gak inget kalau jokowi dan yusuf kalla juga seorang muslim. Yang dia hina adalah capres dia sendiri!

Kabar terakhir Wimar sudah minta maaf. Bahkan dia menutup akun facebook dan twitternya dengan harapan isu ini tidak berlarut-larut. Namun apa daya. Screenshot status dia sudah menyebar kemana-mana. Muhammadiyah sudah protes keras dengan status Wimar Witoelar itu. Tim sukses prabowo juga sudah melaporkannya ke bawaslu. Wimar harus mempertanggungjawabkan keisengannya ke seluruh umat Islam di Indonesia.

Begitulah nasib seorang Islamophobic. Pernyataan kebenciannya terhadap Islam justru jadi bumerang bagi dirinya sendiri. Kebenaran akan menang dan kebatilan akan sirna. Semoga Allah senantiasa menjaga keistiqamahan kita dalam memperjuangkan kebenaran. Amin./ rohis.itsar.org

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.623 kali, 1 untuk hari ini)