Presiden Jokowi (Tribunnews)


Kasus vaksin palsu yang baru baru ini terkuak, menunjukkan lemahnya tanggung-jawab Pemerintahan Jokowi terhadap masalah ketahanan dan keamanan nasional (national security).

Demikian dikatakan peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng kepada suaranasional, Selasa (28/6).

Kata Salamuddin, vaksin palsu dapat dikategorikan sebagai tindakan bio terorism yang keji. “Dan pemerintah tidak melakukan pengawasan dengan baik. Mungkin karena tidak mampu, mungkin juga melakukan pembiaran,” ungkapnya.

Salamuddin mengatakan, lembaga-lembaga terkait dalam pemerintahan Jokowi tidak bekerja, atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam menjaga masyarakat.

“Menteri Kesehatan Jokowi harus mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas masalah ini. Dia sama sekali tidak bekerja. Selama ini Menteri Kesehatan sibuk mengurusi rokok, setiap hari bicara rokok dan lupa akan tugas pokok dan fungsinya,” ungkap Salamuddin.

Kata Salamuddin, ini baru satu kasus yang terungkap. Publik bertanya bagaimana bisa ini terjadi?

“Jangan-jangan ini melibatkan sindikat yang besar di Kementerian Kesehatan dengan perusahaan- perusahaan farmasi yang selama ini menjadi sekutu Kementrian Kesehatan. Sehingga mengubah Kementerian Kesehatan menjadi “Toko Obat”,” pungkasnya.*/ http://suaranasional.com – 28/06/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 648 kali, 1 untuk hari ini)