Peredaran vaksin palsu yang sedang hangat diberitakan di media, sungguh meresahkan para orangtua. Ikatan Dokter Anak Indonesia menyatakan pemakaian vaksin palsu dapat menyebabkan nyeri, kemerahan di sekitar tempat suntikan dan tidak mendapatkan kekebalan juga rentan terhadap penyakit (bbc.com, 19/7/2016) . Vaksin yang dipalsukan adalah produk impor yang harganya lebih mahal. Vaksin jenis ini banyak tersedia di rumah sakit swasta.

Fenomena peredaran vaksin palsu baru booming sekarang, padahal sudah terjadi sejak tahun 2003. Hal ini menunjukkan kegagalan pemerintah dalam memberikan dan menjamin pelayanan  kesehatan yang baik. Ini juga menunjukkan lemahanya pemerintah dalam hal pengawasan peredaran vaksin, khususnya di pihak swasta.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Pemimpin yang mengurusi urusan masyarakat adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya(HR al Bukhari dan Muslim)

Dari hadist tersebut dapat kita katakan bahwa Islam menuntut pemerintah untuk memelihara dan mengurusi urusan rakyatnya dengan baik. Jika pemerintah adalah sosok orang yang bertakwa, tentu mereka akan segera sadar dan sungguh-sungguh dalam mengurusi urusan rakyatnya, tidak lalai apalagi dzalim. Karena di hari kiamat, pemerintah akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Wallahu’alam bish shawab

Kiriman Neng Istikomah, Bandung

Sumber: voa-islam.com/ Rabu, 21 Syawwal 1437 H / 27 Juli 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.021 kali, 1 untuk hari ini)