.

Inilah beritanya.

***

 

Jelang Valentine Day, Polisi Jaring 1000 Ekstasi, 60 Kg Ganja

13 Feb 2014 // 09:08

JAKARTA (suarakawan.com) – Menjelang perayaan Valentine Day, satuan Narkoba Polres Jakarta Barat melancarkan operasi narkoba pada sejumlah tempat hiburan di wilayahnya, sejak 4 hingga 12 Februari 2014.

Sedikitnya seribu butir ekstasi, pil Happy Five, 60 Kg ganja kering disita petugas, sementara lima tersangka pengedar narkoba diciduk.

Sementara identitas tersangka belum dapat dipublikasikan, karena masih dalam pemeriksaan lebih mendalam.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Gembong Yudha menyebutkan ada indikasi menjelang perayaan Valentine yang tinggal beberapa hari ke depan bahwa peredaran narkoba jenis esktasi dan pil gedek akan meningkat.

Untuk itu, pihaknya terus melancarkan operasi untuk mencegah pederaran barang haram itu.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Fadhil Imran, menegaskan seluruh tempat hiburan tanpa kecuali akan terus diawasi, mulai sore hari hingga waktu tutup.

Apabila ada pengusaha tempat hiburan yang menyajikan tarian erotis, maka pihaknya tidak segan-segan akan menindak pengusaha hiburan tersebut. (hpm/era)

***

Simpan Narkoba untuk Rayakan Valentine, 2 Pria Ditangkap

 

JAKARTA – Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Abang meringkus dua orang yang kedapatan memiliki narkotika jenis ektasi di sebuah kamar kos di Jalan Siaga I RT 011 RW 006, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Kus Subiyantor, menuturkan, pelaku menyiapkan barang haram tersebut untuk pesta narkoba di hari kasih sayang (Valentine).

“Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menginformasikan bahwa disuatu kos-kosan tersebut ada penerimaan berupa psikotropika yang dibawa kurir, kita selidiki dan kita mendapatkan dua tersangka di kamar kosnya menyimpan ekstasi,” tutur Kus Subiyantoro kepada wartawan, Jumat (14/2/2014).

Di kosan tersebut, lanjut Kus, polisi menemukan, 2.400 butir ekstasi warna abu-abu dengan simbol smile dan 100 butir ekstasi dengan logo ceker, serta 10.000 butir yang diduga happy five dalam sebuah kardus sepatu. Total barang haram tersebut seharga Rp1,6 miliar.

Ditambahkannya, barang haram tersebut dibeli dari seorang kurir seharga ratusan ribu rupiah. “Kalau untuk ekstasi abu-abu ini, satu butirnya dari keterangannya seharga Rp450 ribu,” tuturnya.

“Pelaku dijerat pasal 114 ayat 1 tahun 2009 Undang-Undang Narkotika, hukumannya 20 tahun penjara,” pungkasnya. (sus) Dony Aprian – Okezone

Jum’at, 14 Februari 2014 13:15 wib

***

Cegah Tindak Pidana Asusila, Polisi Datangi Sekolah SMA

Tgl: 14/02/2014 12:05 Reporter: Anik Hasanah

KBRN, Surabaya : Perayaan hari kasih sayang atau yang umum disebut Valentine, tahun ini tidak terasa gaungnya di kota Surabaya, hal itu ditengarahi bersamaan dengan bencana meletusnya gunung Kelud. Selain itu, mengantisipasi penyalahgunaan perayaan yang biasa dilakukan anak anak remaja ini, pihak kepolisian turun langsung memberikan himbauan dan edukasi kepada para pelajar setingkat menengah atas.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti menjelaskan, berdasarkan pengalaman pengalaman tahun tahun sebelumnya, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait kasus kasus tindak pidana asusila, paska perayaan valentine tersebut. Sehingga dengan himbauan dan edukasi yang dilakukan pihak Binmas Polrestabes Surabaya, akan meminimalisir angka kejahatan asusila tersebut.

“Biasanya momen momen begitu ada saja laporan dari beberapa masyarakat yang menyampaikan, misalnya putrinya menjadi korban pencabulan atau korban perkosaan maka dari itu dari Polres memang sengaja melakukan himbauan ke sekolah sekolah dengan harapan anak anak itu bisa mengerti,” ungkap Kompol Suparti, Jumat (14/2/2014).

Sementara itu, sejumlah pedagang bunga serta boneka bernuansa pink atau merah muda menjamur di kawasan centra penjualan bunga jl. Kayoon, Surabaya. Dari hasil pantauan RRI Surabaya, para pedagang telah menggelar lapak mereka khusus edisi valentine ini sejak seminggu sebelum tanggal 14 Februari. (Ani Hasanah/HF)

***

Perayaan Valentine Bisa Bikin Rusuh, Ini Contohnya

Sabtu, 15 Februari 2014, 09:54 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PESHAWAR — Polisi Pakistan mengatakan dua kelompok mahasiswa terlibat bentrok gara-gara perayaan Hari Valentine, Jumat (14/2). Bentrokan terjadi di kampus mereka, University of Peshawar.

Pejabat polisi Raheem Hussain mengatakan bentrokan terjadi saat satu kelompok mahasiswa yang liberal menggelar peringatan Hari Kasih Sayang. Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi yang sama dimana mahasiswa yang lebih konservatif justru sedang menggelar acara tandingan.

Seperti dilansir AP, Sabtu (15/2), Hussain mengatakan kedua pihak saling lempar batu. Beberapa mahasiswa bahkan melakukan tembakan ke udara. Empat orang dilaporkan terluka.

Setiap tahunnya kaum konservatif di Pakistan menyerukan agar memboikot Hari Valentine. Menurut mereka, Valentine adalah pengaruh Barat yang mendukung kevulgaran.

Namun, masih ada sejumlah kalangan yang merayakan Valentine. Mereka biasanya membeli bunga, boneka teddy bears warna pink dan balon berbentuk hati.

***

14 Februari 2014, 19:00:53 | Laporan J. Totok Sumarno

Lupakan Valentine Day, Doakan Warga Sekitar Kelud

suarasurabaya.net – Siswa SMP Tamiriyah Surabaya, Jumat (14/2/2014) menggelar aksi menolak perayaan Valentine Day dan mengajak segenap masyarakat untuk mendoakan warga masyarakat disekitar Gunung Kelud.

“Valentine Day itu budaya barat. Budaya yang tidak perlu ditiru atau dijalani oleh para generasi muda kita. Dan bertepatan dengan peringatan Valentine Day justru kami mengajak masyarakat berdoa untuk saudara-saudara disekitar Gunung Kelud,” kata Alfianti satu di antara siswa.

Membentangkan poster dan spanduk, menolak perayaan Valentine Day, para siswa berdiri ditrotoar depan sekolah kawasan Jl. Indrapura, dan sesekali meneriakkan: Tolak Valentine Day!!!

Tidak hanya itu, dalam aksinya Jumat (14/2/2014) para siswa SMP Tamiriyah Surabaya, juga menggelar aksi teaterikal dengan menaburkan abu di atas selembar poster bertuliskan: Valentine Day.

“Kami justru mengajak anak-anak untuk memiliki rasa empati kepada sesama. Dan ternyata anak-anak lebih memilih menggelar aksi mengingatkan sesama remaja untuk tidak usah menggelar peringatan Valentine Day tetapi diganti dengan doa untuk warga masyarakat di sekitar Gunung Kelud,” terang Kusno Humas SMP Tamiriyah padasuarasurabaya.net.(tok/ipg)

Teks foto:
-Aksi siswa SMP Tamiriyah menolak Valentine Day.
Foto: Totok suarasurabaya.net

Editor: Iping Supingah

(nahimunkar.com)

(Dibaca 462 kali, 1 untuk hari ini)