admin | 26 September 2015

Abu Hamzah

“ Diantara kelicikan musuh, dia memanfaatkan  peristiwa-peristiwa untuk menggiring opini menafikan usaha besar yang dilakukan oleh Khadimil haramain, dan mencibir perjuangannya, padahal dunia sudah menyaksikan besarnya usaha dan pemberiannya kepada pengunjung Baitullah dan  dua tanah suci, baik secara individu maupun kelembagaan.

Memang kalau sudah tidak punya malu maka apapun dilakukan.

Temasuk pelecehan pahit adalah tangisan atas para syuhada’ Mina yang dibuat-buat oleh orang yang memiliki sejarah kejahatan di tanah suci, dengan pembunuhan dan peledakan di dalamnya, juga menyelundupkan senjata, menakuti para jamaah haji., mengancam jamaah haji, dan usaha menghalangi manusia dari Baitullah. Diantara keajaiban orang yang pura-pura menangis atas arwah kaum muslimin dan pura-pura sayang kepada darah umat Islam, justru merekalah yang mengirim puluhan milisi bersenjata ke Irak, Yaman dan Suria, untuk  membunuh ratusan ribu umat islam, dan menyebabkan jutaan umat Islam mengungsi, dan untuk menyimpan senjata di gudang yang besar, di banyak negeri Islam. Mereka adalah yang menanamkan kebencian di dalam hati orang yang tertipu dg mereka  dan mendikte slogan-slogan yang mengancam dengan penyembelihan terhadap ¾ umat Islam . semoga Allah menjaga umat islam dari kejahatan mereka , dan semoga memberi hidayah orang yang tertipu dengan mereka.

Untuk mereka yang menari-nari diatas luka , mereka sangat senang dg terjadinya tragedy, telah tersingkap topeng taqiyyah mereka , yang tadinya ragu-ragutentang kalian kini  menjadi yakin, dan teranglah fajar bagi yang memiliki dua mata , dan Allah banyak menjadikan orang-orang bisa membedakan dalam dirinya antara haq dan batil, antara teman dan musuh, maka sesungghnya ia adalah teriakan orang yang putus asa dan gumaman orang yang terbuka aibnya. Maka tidak bertambah hari melainkan semakin terbongkar aib kalian.

Aku beri kabar gembira  insyaallah segera datang yang menyenangkan umat islam dan memedihkan kalian..!”

Pernyataan di atas disampaikan oleh Syaikh Alu Thalib Imam Masjidil Haram dalam khutbah jumat tadi siang di Masjidil Haram  (11 Dzulhijjah 1436/25 September 2015) diterjemah Abu hamzah al-Sanuwi.

Saksikan videonya:

امام الحرم ال طالب ان من السخريه ان يصطنع النواح على شهداء منى من له تاريخ اجرامي ف الحرم

(Dibaca 7.027 kali, 1 untuk hari ini)