Photo : Facebook Musholla As Syuhada BLK Denpasar


Baca ayat kursi dalam keadaan goyang-goyang hingga tangan imam ke tembok

Imam Shalat  di Musola Asyuhada Denpasar saat terjadi gempa bumi

VIVA – Gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Bali pada Minggu malam, 5 Agustus 2018, sekira pukul 18.46 WITA. Guncangan sangat dirasakan masyarakat yang tinggal di wilayah Lombok dan Bali. Masyarakat berhamburan khawatir bangunan roboh.

Kuatnya guncangan itu pun terekam dalam sebuah siaran langsung Facebook, yang menyiarkan jemaah tengah menunaikan Shalat  Isya berjamaah. Dalam video berdurasi 14 menit, peristiwa itu terjadi di Musala As Syuhada BLK, Jalan Imam Bonjol, Kota Denpasar, Bali, pada Minggu malam.

Video:

Posted by Musholla As-Syuhada Blk on Sunday, August 5, 2018

Dalam video tersebut, sang imam memulai Shalat  dengan sejumlah makmum di belakangannya. Shalat  berjalan seperti biasa hingga rakaat pertama selesai. Imam kemudian berdiri dan memulai rakaat kedua dengan bacaan Alfatihah.

Belum selesai imam membaca Alfatihah, tepatnya di menit 05.13 -dalam video tersebut- gempa mulai menggoncang. Guncangan mulai dirasakan para jemaah yang tengah menunaikan Shalat.

Jemaah awalnya berdiri seperti biasanya, namun beberapa detik kemudian, di menit 05.27, satu persatu jemaah berhamburan meninggalkan shafnya, hanya beberapa saja yang tetap bertahan melanjutkan Shalat  bersama imam.

viva.co.id Dedy Priatmojo Senin, 6 Agustus 2018

***

82 Orang Tewas Akibat Gempa Lombok

Photo : ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/Evakuasi pasien rumah sakit akibat gempa bumi Lombok

VIVA –  Gempa dengan kekuatan 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat pada Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas. Hingga Senin dini hari, 6 Agustus 2018, pukul 02.30 WIB, tercatat 82 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan.

Selain itu,ribuan warga dikabarkan mengungsi ke tempat yang aman, sedangkan aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempabumi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui rilis yang diterima VIVA mengatakan, daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram.

“Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 39 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh,” demikian disampaikan Sutopo.

Sutopo menjelaskan, gempa dengan kekuatan 7 SR ini terjadi saat penanganan darurat dampak gempa 6,4 SR, yang terjadi beberapa hari lalu, masih berlangsung, terutama di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Gempa yang lebih kuat ini membuat masyarakat panik dan berhamburan di jalan-jalan.*/viva.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 648 kali, 1 untuk hari ini)