Video penganiayaan


JAKARTA — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan aksi pemukulan terhadap siswa yang terekam dalam video amatir berdurasi 37 detik adalah perkelahian antarsiswa. Pemukulan itu terjadi karena siswa tersebut merasa kesal selalu dirundung setiap harinya.

“Jadi video itu bukan orangtua yang marah karena anaknya dicabuli, atau guru yang tidak dipanggil ‘pak’. Setelah kami telusuri itu perkelahian antarsiswa,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad di Kompleks Kemendikbud, Jakarta Pusat, Selasa (7/11).

Hamid mengatakan, kedua siswa yang terlibat pemukulan merupakan siswa kelas X di salah satu SMK di Pontianak. Postur tubuh siswa yang memukul, kata Hamid, memang tinggi besar seperti orang dewasa.

“Kejadiannya pada Kamis pekan lalu, dan saat ini mereka telah didamaikan dan dimediasi oleh pihak sekolah, dinas pendidikan dan pemerintah setempat,” kata Hamid.

Terkait pengawasan di sekolah, Hamid mengatakan, Kemendikbud telah mengaturnya dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan. Dalam Permendikbud itu, kata dia, setiap sekolah diwajibkan memiliki posko pengaduan.

Meskipun, Hamid mengaku, posko pengaduan tersebut tidak dijalankan secara baik di seri sekolah. Karena itu, dalam waktu dekat dia akan berkoordinasi dengan kepala dinas pendidikan setiap kabupaten atau kota untuk membicarakan hal tersebut.

“Ada sekolah yang melaksanakan dengan baik ada juga yang tidak. Saya akan sampaikan kepada kepala dinas untuk perbaiki itu,” kata Hamid.

Video berdurasi 37 detik yang merekam aksi pemukulan terhadap siswa sempat viral belum lama ini. Informasi terkait video itu pun sempat simpang siur, ada yang menyebut terjadi di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, ada juga yang menyebut terjadi di Pontianak.

Sebelumnya, KPAI pun merilis bahwa video tersebut diduga dilakukan oleh oknum guru matematika yang kesal karena tidak dipanggil ‘pak’. Lalu, versi lain juga menyebut bahwa aksi pemukulan itu dilakukan oleh orangtua yang jengkel karena siswa tersebut diduga mencabuli anaknya.

Pernyataan Kemendikbud ditegaskan oleh Polisi yang memastikan video pemukulan siswa diduga oleh seseorang yang lebih tua yang beredar di kalangan warganet bukan terjadi di SMPN 10 Pangkalpinang. Kendati demikian, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, di sekolah tersebut memang ada kejadian pemukulan.

Namun, kejadian pemukulan tersebut berbeda dengan yang berada di video yang beredar. “Kalau yang di Pangkalpinang memang ada kejadian, tetapi sudah diselesaikan, dan menurut informasi dari rekan-rekan di Bangka Belitung bahwa kejadian yang di Pangkalpinang itu kejadian di luar kelas,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/11).

Dengan demikian, keduanya merupakan dua kasus yang berbeda. Dalam video yang beredar, pemukulan dilakukan di dalam kelas. Pemukulan pun tampak dilakukan secara bertubi-tubi. Sedangkan dalam kejadian pemukulan di SMPN 10 Pangkalpinang, tidak terdokumentasi.

Kasus di SMPN 10 Pangkalpinang sendiri, menurut Setyo, telah diselesaikan oleh kedua belah pihak. Baik keluarga dan sekolah sudah saling bertemu untuk menyelesaikan perkara dengan cara kekeluargaan.

Dua kasus berbeda, kata dia, di Pangkalpinang betul ada kejadian, tetapi sudah diselesaikan kasusnya. Sementara yang ini masih kita selidiki di mana sebetulnya kejadian tersebut terjadi.

Menindaklanjuti fenomena tersebut, Setyo memastikan polisi akan tetap melakukan pencarian. Polisi juga siap menerima jika ada laporan terkait peristiwa dalam video tersebut.

Dalam video berdurasi kurang dari semenit itu, terlihat seorang siswa dipukul bertubi-tubi oleh seseorang yang lebih tua. Namun, identitas orang tersebut belum diketahui. Yang menjadi korban pemukulan pun bukan hanya satu siswa, tapi seorang siswa lainnya yang hendak melerai.

(Tulisan diolah oleh Muhammad Hafil).

Rep: Gumanti Awaliyah, Arif Satrio Nugroho/ Red: Elba Damhuri

Sumber: nasional.republika.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 747 kali, 1 untuk hari ini)