201 jamaah haji meninggal dan 183 lainnya terluka dalam musibah robohnya tower crane, yang menimpa Masjidil Haram di Mekah, ungkap pernyataan pejabat Arab Saudi, Jumat, 11/9/2015.

Saat ini dilaporkan 2 jamaah haji Indonesia meninggal akibat crane jatuh di Masjidil Haram. Sementara 23 jemaah lainnya terluka.

Video:

Crane jatuh

Crane jatuh di Masjidil Haram, Jumat (11/9). (foto : Twitter @RassdNewsN)/rpblk

MEKKAH – Musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015) sore waktu setempat mengakibatkan setidaknya 87 jemaah haji meninggal dunia (berikutnya diberitakan, 201 orang meninggal) dan ratusan lainnya dikabarkan terluka.

Crane atau alat berat proyek perluasan Masjidil Haram itu jatuh dan menimpa ribuan jemaah haji yang tengah beribadah di masjid terbesar di Arab Saudi itu.

Crane itu jatuh setelah dihantam badai angin kencang dan hujan es yang melanda wilayah Mekkah dan sekitarnya.

Dari video yang diunggah ke Youtube beberapa saat setelah kejadian memperlihatkan jemaah haji begitu panik ketika crane terjatuh menimbulkan suara bergemuruh.

“La ilaha illallah,” teriak seorang jemaah.

Berikut Video-nya:

Demikian seperti diberitakan tribunnews.com

***

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, Musibah di Makkah 201 Jamaah Haji Meninggal, 2 dari Indonesia

MAKKAH – Terjadi musibah dan mengakibatkan sedikitnya 201 jamaah haji meninggal dan 183 lainnya terluka dalam musibah robohnya tower crane, yang menimpa Masjidil Haram di Mekah, ungkap pernyataan pejabat Arab Saudi, Jumat, 11/9/2015.

Sekitar pukul 5.45 sore, sebuah crane jatuh di lantai tiga masjid. Ketika itu, masjid sedang penuh sesak oleh jamaah yang akan menunaikan shalat Mahgrib. (voa-islam.com, Sabtu, 28 Zulqaidah 1436 H / 12 September 2015 05:16 wib)

Dua orang jemaah haji dari Indonesia yang meninggal dalam musibah ini, dari embarasi Medan dan Medan.

Inilah Daftar Nama Jamaah Haji Indonesia Yang Meninggal Akibat Crane Masjidil Haram

Berita Haji – Saat ini dilaporkan 2 jamaah haji Indonesia meninggal akibat crane jatuh di Masjidil Haram. Sementara 23 jemaah lainnya terluka.

Korban pertama adalah Masnauli Hasibuan dari Kloter 09/MES. Untuk diketahui Kloter 09/MES adalah embarkasi Medan.

Korban kedua adalah Siti Rasmi Darmini dari Kloter 3/JKS. Untuk diketahui kloter 3/JKS adalah embarkasi Jakarta./ kabarmakkah.com

***

Takbir Berkumandang Saat Crane di Masjidil Haram Jatuh

“Kami melihat orang-orang meninggal di depan mata di daerah mataf (tempat thawaf).”

Sabtu, 12 September 2015 | 06:14 WIB

Oleh : Aries Setiawan

crane

Crane jatuh di area Masjidil Haram, Jumat malam, 11 September 2015. (Arab News)

VIVA.co.id – Sedikitnya 87 orang meninggal dan 201 luka-luka akibat tragedi crane jatuh di area Masjidil Haram di Mekkah, Jumat malam, 11 September 2015 waktu setempat.

Seperti dinukil dari Arab News, Sabtu 12 September 2015, seorang saksi mata menuturkan, petir menyambar crane sebelum jatuh menimpa semua benda yang ada di bawahnya.

Mohammed Wakeel, seorang peziarah dari Parbhani, India, mengatakan cuaca sangat buruk sebelum Magrib.

“Angin bertiup dengan kecepatan ganas dan rasanya seperti angin topan. Beberapa menit kemudian hujan lebat. Itu menakutkan dan kemudian jalan-jalan Mekkah dipenuhi air hujan,” kata Wakeel kepadaArab News dari Mekkah.

“Itu semua terjadi dalam hitungan menit.”

Sheikh Abdul Raheem, yang berada di Mekkah pada saat kejadian, mengatakan, ia dan rekan-rekannya baru saja selesai salat Ashar. Saat itu, terjadi badai pasir besar diikuti oleh guntur, petir, dan kemudian hujan lebat.

“Kami masuk ke dalam Masjidil Haram, dan tiba-tiba petir menyambar salah satu crane. Itu jatuh dengan semua baja dan memukul salah satu pilar dan jatuh ke mataf,” kata Raheem mengingat bagaimana puing-puing jatuh hanya beberapa meter dari mereka.

“Kami melihat orang-orang meninggal di depan mata kami di daerah mataf,” Raheem menambahkan.

Iqbal Hossain, yang pergi ke Mekkah dari Riyadh untuk melihat orangtuanya yang berasal dari Dhaka, saat peristiwa itu sedang berada di luar masjid. “Kemudian saya mendengar suara yang keras,” katanya.

Tak lama kemudian sirene ambulans bersautan dan kendaraan pertahanan sipil berdatangan.

Sebuah rekaman yang diambil pada saat tragedi itu menunjukkan kengerian yang luar biasa. Para peziarah yang berada di lokasi berteriak Allahu Akbar.

Sementara itu, Kepala Pertahanan Sipil di Mekkah, Brig. Ahmed Duluubi, mengatakan, pihaknya telah membuat semua pengaturan untuk keadaan darurat berdasarkan laporan cuaca yang dikeluarkan oleh Presidensi Meteorologi dan Lingkungan.

Presidensi Meteorologi dan Lingkungan telah memprediksi pada Jumat akan terjadi hujan lebat. Badai yang disertai dengan meningkatnya debu yang cenderung membatasi pandangan seperti di Asir, Jazan, Al-Baha, Mekkah, dan Madinah. Sementara itu, langit berawan dengan kemungkinan hujan di Hail, Qassim, Al-Jouf, dan Tabuk.

Tahun lalu, banjir yang disebabkan hujan deras melanda Mekkah dan Salam, menewaskan dua orang dan melukai beberapa orang. Cuaca buruk juga menyebabkan pemadaman listrik dan merusak mobil di wilayah Mekkah./ viva

(nahimunkar.com)

(Dibaca 8.778 kali, 1 untuk hari ini)