Peristiwa kekerasan kembali melanda dunia pendidikan. Salah satu oknum guru SMPN 10 Pangkalpinang, MN Diduga telah memukul salah satu siswanya, Rama Heriyanto Putra (14) hingga harus dirawat di rumah sakit.

Seorang pria guru SMPN 10 Kota Pangkalpinang bertindak tak manusiawi kepada siswanya di kelas dan di hadapan banyak siswa lainnya seperti dikutp dari tribunnews.com

Aksi guru ini terekam di sebuah video yang disinyalir direkam oleh salah seorang siswa.

Dilihat dari posisi video tersebut diambil, dari arah belakang pria yang diduga guru yang sedang mengamuk.

Pria tersebut melayangkan tinju ke arah siswa yang duduk di meja paling depan.
Berkali-kali, siswa yang mengenakan seragam SMP ini menerima tinjuan dari pria tersebut.

Siswa malang tersebut hanya bisa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Namun amarah pria tersebut tak kunjung meredam.

Salah seorang siswa bahkan menghampiri dan mencoba menghentikan amukan pria tersebut.

Parahnya, siswa yang berseragam batik tersebut juga ikut mendapatkan hantaman dari pria tersebut.

Belum cukup, pria tersebut kembali ke meja siswa yang sebelumnya dihantamnya dan kembali melakukan aksi kekerasan.

Puncak kemarahannya dengan menggulingkan kursi siswa tersebut.
Aksi kekerasan ini menjadi viral usai dibagikan akun facebook Fery d’Lukaku Palque.

Video yang dibagikan sudah dilihat 249 ribu kali dan dibagikan 13.728 kali.

Akun tersebut menuliskan mencari sosok pria tersebut dan nama sekolah dari siswa yang mendapat kekerasan.

“Yang tau ini di mana,mohon segera di laporkan ke pihak yg berwajib.

Biar di kasih pelajaran yg setimpal atas perilkaunya yg kayak setan.

Mohon bantun shere nya teman-teman dan sahabat ku”.

Postingannya mendapatkan ratusan komentar yang geram dengan aksi pria yang diduga guru tersebut.

Iemie Khairiena Riezkie, “Ya Allah langsng panas dingin aq mlht nya”.

Yani Gendyun, “Hoe d mana,sikat aj tu guru kyk gt”.

Sarjana Muda, “Waduh itu semua nya kenapa diam ya kenapa gak keroyok saja sekalian pasti menang lah… Fuck you brooo!!!”.

Vitta Pittoy, “Gurux kebanyakan micin jadi gitu murid kok d gituin ikut mma aja pak dapat duit kalau menang wkwkwk”.

Cumandy Puzza, “Gob**g pada diem aja keroyok knp”.

Dewi Erwana Wati, “Sebar.. Sebarrrr… Biar ditangkap guru edan”.

KPAI Desak Guru Aniaya Siswa di Pangkal Pinang Ditindak Tegas

Kasus

kekerasan di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh oknum guru terhadap siswa kembali terjadi. Seorang siswa di salah satu SMP di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, menjadi korban kekerasan guru tersebut.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyebut perilaku oknum guru tersebut bisa dikategorikan pada penganiayaan berat. Selain itu, sikap guru yang tidak mampu mengontrol emosi, diyakini dapat membahayakan keselamatan psikologis dan fisik anak-anak.

“Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekedar di tampar, tetapi siswa pun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, ananda korban mengalami sakit di kepala,” ujar Retno melalui siaran pers kepada Republika.co.id, Senin (6/11).

Berikut Vidionya…

Karena itu, Retno mendesak agar oknum guru tersebut segera dievaluasi secara kepegawaian oleh Dinas Pendidikan atau Pemerintah setempat. Hal itu perlu dilakukan sebagai salah satu tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Selanjutnya, Retno menyatakan, akan turut melakukan pengawasan secara langsung dengan menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) beserta jajaran untuk merundingkan terkait kejadian tersebut. Mengingat, dalam kurun empat bulan terakhir, bidang pendidikan KPAI pun banyak menerima pengaduan terkait kasus kekerasan di dunia pendidikan.

Bahkan, Retno melanjutkan penanganan kasus kekerasan di sekolah mencapai angka 34 persen dari total kasus yang diterima terhitung sejak pertengan Juli hingga awal November 2017. Adapun wilayah kejadian meliputi DKI Jakarta, Sukabumi, Indramayu, Bekasi, Bangka Belitung, Kota Medan, Padangsidempuan, Muaro Jambi, Lombok Barat, Aceh, dan wilayah lainnya.

“Pertemuan dengan jajaran Mendikbud penting dilakukan untuk melakukan koordinasi terkait penanganan kepegawaian bagi guru pelaku. Selain itu, koordinasi dengan Dinas Pendidikan daerah juga penting dilakukan terkait evaluasi Sekolah Ramah Anak (SRA),” jelasnya.

Menurut Retno, KPAI pun akan berkoordinasi dengan Kementerian PPPA, Dinas PPA (Perempuan dan Perlindungan Anak) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pangkal Pinang untuk membantu pemulihan trauma healing bagi korban secara psikologis. Bahkan, jika diperlukan, KPAI pun akan berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) apabila keluarga membawa kasus ini ke jalur hukum.

Kasus kekerasan tersebut diketahui publik, setelah video berdurasi 37 detik menjadi viral di media sosial. Dalam video singkat tersebut, di sebuah ruangan kelas, terlihat seorang guru sedang menghajar muridnya dengan dipukul tidak memberi ampun.

Pemukulan yang dilakukan oleh oknum guru yang mengajar mata pelajaran matematika ini, bermula ketika korban dengan sengaja mengejek guru tersebut. Korban memangil nama sang guru, tanpa menggunakan sapaan ‘pak’ saat melewati kelas lain yang sedang diajar oleh guru pelaku setelah kelas ananda korban selesai pelajaran olahraga di lapangan. Keisengan korban pun, akhirnya berbuah penganiayaan.(anya/antara/tribunews/republika)

Sumber: kabarsatu.news

(nahimunkkar.com)

(Dibaca 1.227 kali, 1 untuk hari ini)