Kerusuhan di Mako Brimob. Foto: Ist/Kriminologi.id


ejumlah video yang memperlihatkan kerusuhan terjadi di rutan teroris Mako Brimob cabang Rutan Salemba  di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat, 10 November 2017. Video itu viral di dunia maya seusai diunggah oleh akun Facebook bernama Lonewolf beberapa jam setelah kejadian.

Dalam video tampak para tahanan rusuh untuk mencoba menjebol pintu keluar tahanan yang berada di blok C.

“Kami tidak merasa keberatan hp kami diambil, tapi jangan Al-Quran dan alkitab kami kita dihancurkan itu sebagai tindakan kriminal dan kezaliman” ujar seorang tahanan pria berpeci dan berbaju merah dalam video.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, membenarkan keributan yang terjadi di rutan cabang Salmba di Mako Brimob. Namun Rikwanto belum merespon konfirmasi Kriminologi terkait kebenaran video yang beredar tersebut.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kriminologi, Jumat, 10 November 2017, Rikwanto menyatakan pada hari Jumat, 10 November 2017, sekitar pukul 16.00 WIB telah terjadi keributan di Rutan teroris Mako Korbrimob Cabang Rutan Salemba. NL

Oleh : S. Dwiangga Perwira / kriminologi.id

 ***

Sipir Diduga Lecehkan Al Qur’an, Rutan Mako Brimob Rusuh

Depok, Harian Umum– Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, dikabarkan rusuh, Jumat (10/11/2017) sore.

Kabar ini ramai dibicarakan di media sosial.

“Mako Brimob rusuh tadi sore. Kabarnya 3 blok ruang tahanan terbakar & pintu2nya hancur. Menurut sumber saya, sebabnya karena sekelompok Polisi di sana melempar Al-Qur’an dan buku2 hadits milik tahanan,” kicau pemilik akun Twitter @CondetWarrior.

Akun ini melengkapi cuitannya dengan video yang menurut pemilik akun tersebut dikirimkan sang sumber kepadanya. Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang yang nampaknya merupakan terpidana kasus terorisme, melakukan gerakan-gerakan yang mengindikasikan kalau mereka sedang diliputi suasana tegang, dan kemudian kamera yang nampaknya berasal dari ponsel, bergerak memperlihat jendela yang kaca-kacanya hancur.

“Barusan intel gue bilang katanya ini rusuh disengaja biar Ahok bisa dipindah dari Mako Brimob jadi tahanan rumah. Segala kemungkinan ada, tapi yg jelas jika benar Polisi melempar Al-Qur’an maka urusan kalian dgn seluruh Ummat Islam!” kicau akun itu lagi.

Panjimas.com melaporkan, sebuah channel media sosial mengabarkan, kerusuhan terjadi karena  para tahanan yang didakwa dengan kasus terorisme, marah karena mendengar kabar bahwa ada sipir yang diduga melecehkan Al-Qur’an dan kitab-kitab para ulama milik tahanan.

“Densus dan sipir dengan sombong masuk kamar ikhwan dan Al Qur’an diinjak oleh Brimob, sipir dan Densus akhirnya mengakibatkan para ikhwan mengamuk dan menghancurkan ruangan tahanan mako brimob, kondisi saat ini masih bersitegang…,” demikian potongan kutipan dari #AlfathChannel yang tersebar di media sosial.

Selain itu video dan foto-foto saat terjadinya kerusuhan serta para tahanan yang mengibarkan bendera tauhid, menjadi viral.

Dalam video tersebut, suasana sel tahanan Mako Brimbob terlihat porak poranda, ada pula pecahan kaca serta kayu yang dijebol para tahanan. Sementara itu pekikan takbir para tahanan berkumandang. Namun, ada pula tahanan lain yang berusaha untuk menenangkan suasana.

Pasca kerusuhan dikabarkan suasana mulai berangsur kondusif, pihak sipir Rutan Mako Brimod dikabarkan telah mengupayakan untuk mengajak para tahanan berunding. Hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis klarifikasi dari pihak Rutan Mako Brimob. (rhm)

Sumber: harianumum.com 

***

Kronologi Kerusuhan di Rutan Teroris Salemba Cabang Mako Brimob

Ilustrasi Sel, Tahanan, dan Rumah Tahanan (iStockphoto)

Jakarta – Kerusuhan pecah di tahanan teroris di Rutan Salemba cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kejadian tersebut bermula dari penggeledahan yang dilakukan petugas di salah satu sel.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Pol Rikwanto, mengatakan penggeledahan itu terjadi setelah salat Jumat, ketika tahanan dikembalikan ke sel masing-masing.

Setelah masuk sel, anggota Densus 88 Antiteror yang sedang tugas piket melepas kunci yang ada di kamar A.5 dan C5 karena ada selotan kunci dari dalam. Hal ini dilakukan demi keamanan dan memudahkan petugas piket membuka pintu sel.

“Anggota Densus lalu melaksanakan penggeledahan di kamar tersebut dan menemukan handphone empat buah milik narapidana teroris Juhanda, Saulihun, Kairul Anam dan Jumali,” ucap Rikwanto, Jumat (10/11/2017).

Ternyata, dari kegiatan pemeriksaan tersebut, ada salah satu tahanan yang tidak terima dan memancing keributan dengan petugas dengan mengucapkan kata-kata kasar. Kemudian anggota Densus ada yang terpancing ucapan meraka. Lalu, ada tahanan teroris yang mengucapkan takbir dengan suara keras sehingga memancing tahanan blok di sebelahnya.

“Anggota piket dari satuan III Pelopor melakukan tindakan dengan tembakan ke atas sebagai tanda terjadi chaos dan memberi peringatan kepada para narapidana,” lanjut Rikwanto.

Fasilitas Rutan Rusak

Menurut dia, tahanan teroris merusak sejumlah fasilitas rutan selama kerusuhan itu. Misalkan pintu sel tahanan, pintu pagar lorong blok, dan kaca jendela.

“Kerusuhan dilakukan tahanan teroris yang mengakibatkan rusaknya fasilitas rutan, seperti pintu sel tahanan dijebol, pintu pagar lorong blok, kaca jendela (di blok C dan blok B),” Rikwanto menjelaskan.

Suasana di rutan itu berangsur terkendelai oleh para anggota Densus yang ada di lokasi. Namun, para tahanan tetap masih ada yang mengucapkan takbir sehingga memicu yang lain.

“Selanjutnya, langkah-langkah yang diambil oleh AKP Ahmat selaku Kaur Wartah adalah berkoordinasi dengan rekan Brimob untuk back up pengamanan di Rutan Salemba,” pungkas Rikwanto.

Sumber: news.liputan6.com / Rezki Apriliya Iskandar

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.499 kali, 1 untuk hari ini)