Video Viral, Pria Ini Sebut Pancasila Lebih Baik Dibanding 5 Rukun Islam


JAKARTA- Sebuah video viral di jagat maya, seorang pria yang disebut bernama Muhammad Kace membandingkan rukun-rukun Islam dengan pancasila.

Dia menilai 5 poin pancasila lebih baik dari pada 5 rukun Islam yang terdiri dari Syahadat, Shalat , puasa, zakat dan haji.

“Saya berfikir sampai sekarang, ternyata rukun Islam ini adalah saingan pancasila. Daripada rukun Islam dari karangan ini, lebih baik pancasila yang lima,” ujar dia seperti terlihat dalam chanel YouTube Pavel 88 Chanel. Video itu kemudian ikut diviralkan di jagat twitter.

Dalam video itu, pria yang mengaku bernama Muhammad Kace ini mengenakan pakaian shalat berwarna putih lengkap dengan peci putih. Dia lantas menghina rukun haji yang dianggapnya hanya memperkaya Arab Saudi. Dia juga meminta Presiden Jokowi agar masyarakat Indonesia tidak dijadikan devisa bagi Arab.

“Memang sih haji itu Ibadah, tetapi kasih makan orang arab. Kalau tidak ada hajian, miskin tuh Negara Arab. Orang Indonesia yang habis-habisan jual kebun, untuk berangkat ke Arab, di sana cuma cium Hajar Aswat, saya yang alami itu. Saya ngomong ini fakta. Di sana hanya nyium batu dan naik-naik gunung.” Ungkap pria tersebut.

Dia kemudian mengatakan kebenaran itu hanya ada di dalam Taurat dan Injil. Dia juga mengatakan orang yang kafir itu yang mengikuti kitab fiqih Islam. “Saudara jangan dibodoh-bodohin ya, kasihan,” ujar dia. (dal/fin).

    fajar.co.id, Senin, 13 Juli 2020 10:55

***

 
 

Pasal 156 a KUHP: Penodaan Agama

UU Hukum Pidana (KUHP) Pasal 156 : Penodaan Agama



 
 

 
 

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

 
 

Pasal 156
Barang siapa di rnuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beherapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa hagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

 
 

Pasal 156a
Dipidana dengan pidana penjara selama-lumanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. yang pada pokoknya bcrsifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;

b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.

 
 

http://indonesianskeptics.blogspot.in/2013/10/uu-hukum-pidana-kuhp-pasal-156-penodaan_11.html

 
 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.391 kali, 1 untuk hari ini)