Viral Akun IG Bima Arya Terciduk Nge-Like Foto Cewek Seksi


 

Setiap orang memiliki kecenderungan atau hobi sendiri-sendiri, termasuk dalam menyukai perempuan cantik dengan tubuh rupawan yang memang sengaja dipamerkan di ruang publik. Bila hal itu dilakukan hanya oleh orang biasa, maka tak akan menimbulkan kehebohan. Lalu, apa yang terjadi bila pejabat publik yang melakukannya?

 
 

Akhir Desember 2020 lalu, dunia dihebohkan dengan akun Instagram (IG) yang diketahui milik Pemimpin Tertinggi Vatikan, Paus Fransiskus kepergok memberi tanda jempol atau like dan mengomentari foto hot model seksi bernama Margot.

 

Hal ini dibocorkan Margot lewat akun twitternya lengkap dengan tangkapan layar aksi Paus Fransiskus di akun instagramnya. Tak hanya itu, sebelumnya Paus Fransiskus juga kepergok nge-like foto panas model Natalia Garibotto lewat akun instagramnya.

 

Apa yang dilakukan oleh Paus Fransiskus juga dilakukan oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Akun IG-nya @bimaaryasugiarto, Bima Arya — demikian dia biasa disapa — kedapatan melakukan double tap (memberi like) pada sebuah unggahan foto di IG @mascha.lagnia yang diposting pada Rabu (17/03/2021). 

 

Aku IG mascha.lagnia sendiri bukanlah akun yang menampilkan orang secara personal, melainkan sebagai sarana untuk mengunggah foto-foto wanita seksi berpakaian minim dalam pose menggoda yang didapat dari berbagai website. 

 

Foto-foto itu tampaknya memang hanya khusus bagi wanita yang berpose dengan mengangkat tangannya tinggi-tinggi hingga memperlihatkan ketiaknya tanpa diberi keterangan siapa nama wanita yang difoto, apa profesinya, dan dari mana asalnya.

 

Mungkin itu sebabnya akun IG dengan pengikut mencapai 42,3 ribu itu diberi nama Arm of Angels serta diberi keterangan ‘pictures gathered from various sources’ yang menunjukkan bahwa foto-foto tersebut di dapat dari berbagai sumber. 

 

Khusus untuk foto yang di-double tap oleh Bima Arya mendapat like hingga 3.753 hingga hari ini, Sabtu (26/06/2021).

Akun twitter Mina @m1n4_95 yang tampaknya memberitahu netizen bahwa Bima Arya sudah nge-like foto gadis seksi dengan melampirkan tangkapan layar IG mascha.lagnia disertai cuitan, “VIRAL DI IG..!! MOHON MAAF FOTONYA GAK DI BLUR,,BIAR PUBLIK TAU KLAKUAN BIMA ARYA WALIKOTA BOGOR. TERNYATA OMES = OTAK MESUM. BEGINIKAH KELAKUAN SEORANG PEJABAT PEMIMPIN? SUNGGUH TIDAK PATUT UNTUK DICONTOH.” 

Sontak, netizen pun langsung mengunjungi akun IG mascha.lagnia. Ada beberapa yang masih menemukan tanda like dari akun yang diduga milik Bima Arya tersebut, namun beberapa netizen lain berteriak bahwa tanda like tersebut sudah raib alias dihapus/unlike di pemilik akun.

 

Hampir semua netizen menghujat apa yang sudah dilakukan Bima Arya dan beberapa di antaranya dihimpun bizlaw.id hari ini, Sabtu (26/06/2021), sebagai berikut:

 

zig2net : The Power of Netizen +62 udah rame aja nih disini.. om @bimaaryasugiarto nih warga pada BERKERUMUN niiih… Ga dilaporin nih ke satgas ?? ente tanggung jawab yee..bikin KERUMUNAN disini !!! 

 

topgreen168 : Jabatan walikota hanyalah sementara @bimaaryasugiarto akhirat selamanya… Hati-hati anda ulama dilaporin..

 

fida_glad : Pantas bini nya @bimaaryasugiarto sakit2an krn lakinya suka beginian

 

galeri_biuty : Ahahaha……ada yg ketauan nih mojok disini ..ngga malu ????? Ya malu laaaah

 

apiiih_05 : Kasian Warga bogor, liat kelakuan walikotanya kaya gini 

 

latif.theater : Langsung UnLike dia Taubat”!

 

zsolt_baumgartner : Ini cewe namanya siapa bim @bimaaryasugiarto ?

 

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.comSabtu, Juni 26, 2021 Sosmed, Trending Topic

Foto: Tangkap Layar/gelora

***

Bencana Alam Berturut-turut, Pertanda Rusak Pemimpinmu

Posted on 21 Januari 2021

by Nahimunkar.org

Bencana Alam Berturut-turut, Pertanda Rusak Pemimpinmu

  • Tafsir Al-Isra’ 16: Penguasa Zalim Penyebab Bencana
  • Jadi azab yang menimpa pada suatu daerah, negeri, pasti terkait dengan kesalahan pembesar negeri tersebut. Tidak mungkin azab yang menimpa suatu negeri karena kedurhakaan pembesar negeri lain. 

Silakan simak berikut ini.

***

Soroti Musibah di Indonesia, Musni Umar: Bencana Alam Berturut-turut, Pertanda Rusak Pemimpinmu

 
 

 

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar. /Instagram/@musni_umar

PR BEKASI – Belum juga usai pandemi Covid-19 yang bahkan kasus hariannya cenderung terus meningkat dan belum juga rampung satu bulan di tahun 2021, nampaknya Indonesia sudah dihadapi dengan musibah bertubi-tubi.

 
 

Mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air pada tanggal 9 Januari, kemudian di tengah duka atas peristiwa tersebut, tiba-tiba di hari yang sama terjadi longsor di Sumedang yang memakan puluhan korban jiwa.

 
 

Lalu sejumlah ulama yang telah menjadi panutan umat pun meninggal dunia, disusul dengan gempa yang mengguncang Majene, Sulawesi Barat dengan kekuatan 6,2 Sr yang tentunya membuat banyak bangunan roboh dan menelan puluhan korban jiwa.

 
 

Lalu Gunung Semeru yang baru saja meletus juga semakin menambah derita masyarakat di sekitarnya dan gempa di Lampung yang terjadi pada 16 Januari 2021.

Menanggapi musibah beruntun ini, Sosiolog Musni Umar menyebut keadaan yang dihadapi di bulan pertama tahun 2021 di Indonesia ini sangat-sangat menyedihkan.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun tersebut juga mengutip pernyataan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

“Saya ingin membaca apa yang pernah disampaikan KH Ahmad Dahlan satu abad yang lalu, yaitu pendiri Muhammadiyah, apa kata beliau,” ujar Musni Umar seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari kanal YouTube resminya, Minggu, 17 Januari 2021.

Berikut adalah kutipan dari KH Ahmad Dahlan yang dimaksud Musni Umar:

“Perhatikan alam dan bangsamu, jika di suatu bangsa yang beriman mereka mengaku sebagai pemimpin yang baik, namun jika terjadi kerusakan akibat bencana alam yang berturut-turut maka itu pertanda rusak pemimpinmu,

Jika rusak pemimpinmu maka rusaklah tatanan masyarakatmu, mereka saling memfitnah, saling menghujat, saling mencela, tak bisa terhindarkan, di saat itu Allah memberi peringatan bagimu dengan berupa musibah yang tiada henti”

Lebih lanjut, Musni Umar juga menyampaikan beberapa ayat yang erat kaitannya dengan kejadian yang terjadi di Tanah Air saat ini.

 
 

“Juga disebutkan dalam Al-Quran surat Ar-Rum ayat 41, Allah berfirman,

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ} [الروم: 41]

‘Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan perbuatan manusia, Allah ingin membuat mereka supaya merasakan apa yang mereka perbuat agar mudah-mudahan mereka kembali ke jalan yang benar,’ ” ucapnya.

Menurutnya ayat tersebut sangat relevan dengan situasi yang dihadapi Indonesia, karena musibah yang terjadi di berbagai tempat di negeri ini tidak lepas dari akibat perbuatan manusia.

“Sadarlah kita, bahwa musibah itu tidak sekadar musibah, tetapi adalah peringatan bagi kita agar kita kembali kepada kebenaran, jangan saling memfitnah, menjatuhkan, menghina, dan merendahkan,” ujar Musni Umar.

“Jangan juga kita menggunakan siasat yang sebagian kita angkat setinggi-tingginya, yang lain kita tekan dengan tekanan yang sehebat-hebatnya, mari kita mempersatukan bangsa ini untuk masa depan kita semuanya,” katanya.***

Ghiffary Zaka

bekasi.pikiran-rakyat.com- 17 Januari 2021, 12:39 WIB

***

Tafsir Al-Isra 16: Penguasa Zalim Penyebab Bencana

  • Jadi azab yang menimpa pada suatu daerah, negeri, pasti terkait dengan kesalahan pembesar negeri tersebut. Tidak mungkin azab yang menimpa suatu negeri karena kedurhakaan pembesar negeri lain. 

 

 
 

Oleh: Dr. KH A Musta’in Syafi’ie M.Ag. . .  

 
 

{وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا } [الإسراء: 16]

16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. [Al Isra”:16]

 
 

Ayat sebelumnya bertutur soal kemahakasihan Tuhan yang tidak bakal menyiksa manusia sebelum diutus utusan atau sebelum ada juru dakwah yang berseru keimanan. Mereka yang patuh akan mendapat kebaikan dan yang durhaka bakalan disiksa. 

 
 

Lalu pada ayat kaji ini menuturkan, bahwa Allah SWT akan menghajar habis-habisan sebuah kaum karena kezaliman, karena kedurhakaan yang dilakukan para penguasanya. Meskipun ibadah rakyat bagus-bagus, meskipun amal perbuatan mereka sesuai syari’ah agama, tapi kalau para pejabatnya banyak yang mengumbar nafsu, korup, berfoya-foya, maka itu berpotensi turunnya azab atas kaum tersebut. 

 
 

Terkait turunnya azab tersebut, cukup diambil dua kata kunci pada ayat ini, yakni: mutrafiha (pembesar)
dan fafasaqu fiha (durhaka). Mutraf, mutrafun, adalah kaum jetset, borjuis, pembesar yang bergelimang harta dan hobi berfoya-foya. Derajat sosial yang tinggi dan serba berkecukupan membuat mereka bebas melakukan apa saja. 

 
 

Sementara kata “fa fasaqu fiha”, menunjukkan betapa kaum mutrafin tadi telah terjerumus kepada kefasikan, kemaksiatan, kedurhakaan. Hal demikian karena pada umumnya, nafsu dan syahwat sangat mendominasi pola hidup mereka, sehingga cenderung abai terhadap kewajibannya sebagai pemimpin, sebagai orang gedean yang mesti memberi contoh kesalehan kepada umat. Di kepala mereka, nafsu hedonis lebih utama ketimbang menunaikan amanah.

 
 

Dari dua kata ini menunjukkan, bahwa kaum mutrafin itu tidak semuanya mesti hobi berbuat maksiat, tidak semuanya mesti ngumbar durhaka, melainkan cenderung durhaka. Begitu mereka durhaka dan terus dalam kedurhakaan, maka langit bersikap lain: fa haqq ‘alaiha al-qaul“. Barulah Allah SWT memutuskan untuk layak diazab. Azab turun beneran dengan volume top, “fa dammarnaha tadmira“, dihancurkan sehancur-hancurnya. 

 
 

Beberapa kata dalam ayat kaji ini penting dianalisis. Pertama, kata qaryah, artinya: perkampungan atau bangsa. Kata ini menunjukkan ruang tertentu, daerah atau negeri tertentu, tidak bias dan umum. Jadi azab yang menimpa pada suatu daerah, negeri, pasti terkait dengan kesalahan pembesar negeri tersebut. Tidak mungkin azab yang menimpa suatu negeri karena kedurhakaan pembesar negeri lain. 

 
 

Kedua, “amarna” mutrafiha. Qira’ah lain, “ammarna” pakai tasydid. Amara, artinya memerintahkan, menyuruh. Sedangkan “ammara”, artinya menguasakan. Allah memberi negeri tersebut penguasa yang mutrafin. Jadi, salah satu tanda ketidak sukaan Tuhan terhadap suatu negeri, yaitu ketika Allah memberi mereka pemimpin yang mutrafin. Pengertian pemimin mutrafin tidak saja tertumpu kepada top leader, presiden, melainkan juga pada para pembantunya, menteri dan sebagainya. Kadang bupatinya bagus, tapi para kepala bagiannya brengsek. []

@geloranews

16 Januari 2021

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 334 kali, 1 untuk hari ini)