Loading…

vViral…!!! Inilah Kode Jari PKI 65 yang Patut Diwaspadai – Seolah terorganisir dengan rapih, ternyata gerakan PKI memiliki kode khusus sejak lama. Sebuah kode jari yang senantiasa mereka perlihatkan dan kampanyekan di berbagai kesempatan.

Kode jari 65 PKI, begitulah netizen menmyebutnya. Kode jari 65 PKI ini banyak diperankan oleh beberapa tokoh yang familiar belakangan ini. Ada Ulin Yusron, dan lainnya.

loading…

Penasaran seperti apa Kode Jari 65 PKI yang hari ini sedang menjadi viral? Berikut ini penampakannya:

Sumber Berita : beritaviral.co

***

Ulin Yusron penyebar hate speech bukan ditangkap, malah termasuk yang diundang Jokowi di Istana

Posted on 27 Agustus 2017 – by Nahimunkar.com

Ulin Yusron penyebar hate speech bukan ditangkap, malah termasuk yang diundang Jokowi di Istana

Inilah beritanya.

***

Jokowi Gelar Pertemuan Tertutup dengan Pegiat Media Sosial, Netizen: Secuilpun Kami Tak Gentar, Bahkan Lebih Gencar

DEMOKRASI – Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan para pegiat media sosial di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/8/2017). Pertemuan berlangsung tertutup selama lebih dari tiga jam. (KOMPAS)

Sontak pertemuan Presiden Jokowi dengan pegiat sosmed (netizen menyebutnya pegiat sosmed yang pro penguasa), banyak mendapat tanggapan dari netizen.

Seorang mantan wartawan grup MetroTV yang sudah insyaf dan kini kerap mengkritik Jokowi, Edy A. Effendi menyatakan dirinya tak gentar dengan manufer macam itu.

“Orang seperti saya dan sebagian yang kontra Pak @jokowi, tak ada ketakutan secuilpun dengan pola Pak Jokowi konsolidasi para pegiat sosmed.” tegas Edy A.Effendi melalui akun twitternya @eae18 (25/8/2017).

Effendi menyebut langkah Jokowi itu blunder.

“Pak @jokowi sering blunder menabur kebijakannya. Itu semua bermuara pada kemampuan kepemimpinannya. Kelas dia, memang bukan kelas presiden,” telak cuitan @eae18.

“Bukan kelas Pak @jokowi mengumpulkan pegiat sosmed yang pro dia. Seharusnya cukup di level Mas @pramonoanung. Beri arahan dinamika sosmed.”

“Kelas presiden tentu bicara pada kebijakan-kebijakan makro. Kemudian diturunkan pada kebijakan mikro oleh para menterinya @jokowi.”

“Secara adab, tentu memalukan seorang presiden, harus turun tangan beri arahan ke para pegiat sosmed. Maqom presiden bukan di level ini.”

“Kebiasaan Pak @jokowi mengumpulkan pegiat sosmed, yang pro dia, menurunkan kelas dan derajatnya sebagai presiden. Tak elok.”

Effendi bahkan menyebut langkah Jokowi mengumpulkan “pasukan sosmednya” hanya akan membuat pihak yang kontra akan lebih gencar.

“Pak @jokowi lupa, perlawanan di sosmed akan lebih gencar jika Pak Jokowi melakukan kebiasaan mengumpulkan para pegiat sosmed,” ujarnya.

“Kita tak perlu tunduk dengan kekuasaan. Tak perlu takut untuk berbeda. Tak perlu lemah menghadapi kezaliman yang merajlela. Bangkitlah!” tegasnya.

Pegiat sosmed yang lain, Ardi Wirdamulia seorang doktor jebolan UI di akun twitternya @awemany menyatakan kalau Presiden Jokowi memang ingin menghentikan hate speech dan hoax di sosmed maka harus beri teladan dengan menindak dulu pihak mereka.

“Kalo gue Jokowi, gue minta polri untuk nyikat semua pihak yg menyebarkan hate speech dan hoax. Mulai dari kubu sendiri. Untuk earn trust,” tutur @awemany.

TAPI HARAPAN Pak DR Ardi Wirdamulia sepertinya hanya utopia…

KARENA BUKTINYA… Penyebar hate speech macam Ulin Yusron, bukan ditangkap, malah menjadi salah satu yang diundang Jokowi di Istana dalam pertemuan dengan pegiat sosmed.

Sumber : Demokrasi.Co  Sabtu, 26 Agustus 2017

***

Advokat Solo Laporkan Ulin Yusron Atas Dugaan Penyebaran Kebencian, Netizen: Biang Kerok!

Posted on November 7, 2016 by Noviadi

Kantor Bantuan Hukum Bulan Bintang (KBH BB) Kota Surakarta pada Sabtu malam (05/11/2016), menyambangi Mapolres Surakarta. Sejumlah advokat dari KBH BB itu datang sekira pukul 22.00 WIB, untuk melaporkan seorang wartawan dan aktivis liberal Ulin Ni’am Yusron atas dugaan pelanggaran penyebaran informasi kebencian di internet.

Begini tulisan Ulin yang diduga sebagai pelanggaran penyebaran informasi kebencian di internet, terkait aksi damai 4 November: “Memperjuangkan agama tidak dengan menjarah! Ahok dan warga Tionghoa harus dihabisi, itulah politik rasis yang mereka gaungkan dalam berbagai aksi, ceramah dan terbitan mereka. Waspadai 1998 sebagai skenario busuk. #IndonesiaDarurat.”

Menurut Awod, SH, tulisan ini selain mengandung fitnah juga berpotensi menimbulkan konflik horizontal, terlebih dalam suasana sekarang dimana hati ummat Islam yang ternodai oleh penistaan agama.

“Laporan ini terkait dengan tulisan Sdr. ULIN NI’AM YUSRON dalam Facebook pribadinya yg dibuat pada hari Sabtu, 05 November 2016 +/- Pukul 14.00 WIB, yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terkait dengan AKSI BELA ISLAM JILID II (04/11/16) di Istana Negara Jakarta,” kata Awod. SH. dari KBH BB dalam pers rilisnya, sebagaimana dilansir Kiblat.net.

Kantor Bantuan Hukum Bulan Bintang Surakarta menilai tulisan ini menuding seakan-akan pelaku penjarahan dalam video itu adalah peserta aksi damai 4 November di Istana Negara.

Padahal, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, dalam keterangan persnya mengatakan bahwa kerusuhan di Luar Batang tidak ada sangkut pautnya dengan unjuk rasa yang dilakukan massa yang menuntut pengungkapan kasus dugaan penistaan agama. “Itu penjarahan, murni kriminal,” katanya kepada wartawan, Sabtu (5/11).

Awod SH, mendatangi Mapolres Surakarta beserta dengan beberapa anggota KBH BB, Agus Margono, Zaki Mubaroq, Agus Sujiwo, Tri Sapto Pamungkas, S.Sos, Pardiyono dan Widi Nugroho.

Pasal yang dikenakan pada Ulin Yusron ialah Tindak Pidana Menyebarkan Informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagaimana di maksud dalam pasal 28 ayat (2) UURI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Menanggapi laporan tersebut Ulin mengaku santai. “Tidak perlu khawatir, semua aktivitas berjalan normal,” kata Ulin seperti dikutip dari Tempo, Ahad, 6 November 2016. Dia merasa tidak ada yang salah dalam statusnya di jejaring media sosial tersebut. “Salahnya cuma satu, saya sudah jamak diketahui sebagai pendukung Jokowi-Ahok,” katanya.

Pantauan redaksi eveline, mendapati  netizen berkomentar soal Ulin Ni’am Yusron dilaporkan ke Polisi atas dugaan penyebaran kebencian di Internet  terkait aksi 4 November.  Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “mahluk biang kerok!!!!! “ dikicaukan akun @HAhmadCharlesS  nampak kesal.

Selanjutnya, akun @AjengCute16, menulis, “Sebarkan Hate speech buzzer Ahok, Ulin Yusron dilaporkan oleh Advokat solo ke Polisi”. Tulisan netizen ini sontak menuai tanggapan netizen lain.  Akun  @ardyzah, misalnya, “ini eks partainya @budimandjatmiko tp yg pasti si gondrong bukan kadernya kan yah,,,,?”, nampak menyampaikan dugaannya.

Seorang netizen lain juga menanggapi dengan sebut Ulin Yusron layaknya Guntur Romli, “tampilannya sm kayak guntur romli, jgn2 satu species”, dikicaukan akun @rahman_erwan. Sedang akun @donsat10, sebut Ulin Yusron bikin rusak Solo tahun 1998. “ulin yg bikin rusak solo th 98.. Kapok kon niku!!”.

Sementara itu, terdapat seorang netizen lain sebut ucapan provokasi Ulin layak dilaporkan, “Tweet Provokator @ulinyusron memang layak untuk dilaporkan..”, tulis @Rio_wibawa, memaklumkan.*/eveline.co.id

***

Kamis, 12 Desember 2013

Pelecehan Seksual Ulin Yusron pada Konsultan Cantik Edelman

Buat yang belum tau muke si …, nih gue kasih fotonyah

Banyak gaya, nggak taunya tipe yang suka ngerendahin cewek. Baj… kau Ulin.

Gue temen deketnya Safira Mardjono yang sekarang bekerja sebagai salah satu staff konsultan di Indopacific Edelman.

… dari curhatnya Safira, ternyata Ulin kurang ajar banget. Selama acara di Singapur, Ulin terus aja nempelin Safira. Awalnya modus ngobrol-ngobrol biasa, lalu mulai deh narsisnya Ulin cerita-cerita kalo dia yang bikin portal beritasatu.com. Terus dia juga cerita kalo punya servis detektif swasta namanya kalo nggak salah Aviyasa Consulting.

Terus dia cerita juga soal portal beritasatu.com yang dia bangun dengan dana ratusan juta rupiah akhirnya harus dijual ke Lippo Group karena masalah keuangan. Kalo menurut gue sih, palingan karena bad manajemen ajah, makanya sampe harus dijual.

Masih kurang narsis, Ulin juga cerita-cerita kalo dia sekarang cuma wartawan biasa di jurnal parlemen. Maksudnya palingan pengen bilang kalo dia pernah jadi bos, terus jatuh bangkrut, terus survive jadi bawahan lagi.

Intinya kalo gue bilang sih pengen cari perhatian aja dari Safira.

Yang paling kurang ajar tuh ya, masak si Ulin…. Jijik banget nggak sih kelakuannya?/Diposting oleh Joy pribadi di 03.27 /  kagalupe.blogspot.sg, dipetik sebagian saja.

(nahimunkar.com)