Bambang Tri Mulyono, yang dikenal sebagai penulis buku Jokowi Undercover, mendadak muncul dan melakukan sumpah mubahalah menggunakan Alqur’an.

Pria yang baru bebas bersyarat pada Juli 2019 ini, melakukan sumpah mubahalah dipandu oleh penceramah Sugi Nur Raharja atau yang dikenal dengan nama Gus Nur melalui chanel YouTube GUS NUR 13 OFFICIAL yang diunggah pada Senin 26 September 2022.

Bambang Tri melakukan sumpah mubahalah terkait apa yang dia tulis dalam buku Jokowi Undercover tersebut.

Dia mengatakan, kesaksian dalam buku itu adalah seorang yang mengaku teman dekat Presiden Jokowi yang bernama Mahmud Nurwidu.

“Itu yang kesaksiannya Mahmud Nurwidu yang mengaku menjadi teman sekelasnya Jokowi. Sejal kelas 1 sampai kelas tiga SMA selalu sebangku,” ujar Bambang Tri, dilansir Selasa 27 September 2022.

Berikut sumpah mubahalah Bambang Tri yang dipandu oleh Gus Nur dengan Alqura’n di atas kepalanya:

“Ya Allah kalau yang saya ucapkan selama ini, kalau yang saya tulis selama ini, ternyata fitnah, ternyata bohong, ternyata tidak benar, maka hancurkan hidupku ya Allah, cabut keberkahan hidupku ya Allah, hinadinakan hidupku ya Allah. Maka matikan aku dalam kondisi kafir, kufur dan mengenaskan.”

“Tetapi ya Allah kalau ternyata apa yang saya katakan selama ini yang saya tulis selama ini, benar adanya. Maka hancurkan, laknat, hina dinakan, cabut berkah rumah tangganya, cabut berkah rezekinya. Siapa pun saja yang menantangnya, yang tidak mempercainya.”

[Red nahimunkar.org: Apa yang diucapkan tersebut bila diucapkan oleh dua belah pihak (yang kedua-dua pihak itu sama-sama mengaku di pihak yang benar), maka termasuk mubahalah atau mula’anah, doa saling melaknat agar menimpa kepada pihak yang berbohong, atau berdusta. Ketika hanya diucapkan oleh satu pihak, ya merupakan doa laknat kepada yang dusta, baik itu diri pengucapnya maupun pihak lain yang dilaknat bila memang dusta. Adapun hasilnya terserah Allah Ta’ala, tapi kalau si pengucapnya adalah orang yang dizalimi, maka tiada dinding pembatas antara doa orang yang dizalimi dengan Allah Ta’ala, menurut hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.]

Diketahui, Bambang Tri dikenal dengan bukunya yang menulis tentang sepak terjang Jokowi. Buku itu diberi judul Jokowi Undercover.

Dia kemudian ditangkap dan dihukum bersalah dengan kurungan penjara selama 3 tahun pada 29 Mei 2017.

Bambang Tri sempat ingin mengajukan banding tetapi urung dilakukan sehingga putusannya berkekuatan hukum tetap alias inkrah.

Dia dijerat karena membuat buku Jokowi Undercover, yang dianggap berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Bambang Tri saat itu didakwa melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Saat berada dalam tahanan, Bambang Tri sempat berulah dengan menyebarkan video berdurasi 40 detik ke media sosial.

Saat itu Bambang Tri ditahan di Blora. Tetapi, karena peristiwa tersebarnya video itu, Bambang Tri dipindah ke Lapas II-B Slawi hingga akhirnya mendapatkan bebas bersyarat.

Video:

https://youtu.be/rLEU8-_4Jko

DEMOCRAZY.ID -September 27, 2022

***

Mubahalah

Penjelasan-penjelasan tentang mubahalah sebagai berikut:

Mubahalah (atau mula’anah, saling melaknat, pen) ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat, berdo’a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan la’nat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. _(Al- Quran dan Tafsirnya, Depag RI, 1985/ 1986 juz 1 hal 628).

Mubahalah atau do’a saling melaknat itu dilakukan terhadap:

1. Orang Nasrani, berlandaskan QS Ali ‘Imran: 61;

2. Orang Yahudi berlandaskan QS Al-Jumu’ah: 6

3. Orang Musyrik berlandaskan QS Maryam: 75 dan hadits tentang Abu Jahal ditantang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mubahalah, riwayat Al-Bukhari, Ahmad, At-Tirmidzi, dan An-Nasai).

4. Terhadap penyeleweng, ahli bid’ah dan semacamnya, berlandaskan bahwa banyak dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dulu mengajak orang lain untuk mubahalah. Di antaranya Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘iddah (masa tunggu) wanita hamil. Dan sesungguhnya iddah itu selesai dengan lahirnya kehamilan, bukan dengan yang terpanjang dari dua masa (sampai melahirkan, dan sampai 4 bulan 10 hari, pen). Dan juga Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘aul dalam faroidh (pembagian waris).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya:

Perintah do’a di dalam Al-Qur’an, kalau ditujukan kepada Ahli Kitab justru berupa ancaman, bahkan mubahalah.

{ قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ }

_Katakanlah :Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakanbahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar. (QS 62 Al-Jumuah: 6).

{ فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ } [آل عمران : 61]

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS 3 Ali Imran: 61).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, suruhan Allah kepada Yahudi agar minta mati di Surat Al-Jumuah 62, Al-Baqarah 94, itu juga mubahalah; kalau memang orang Yahudi itu menganggap (diri mereka berada) dalam hidayah Allah, sedang Muhammad itu dianggap dalam kesesatan, maka mintakan mati atas yang sesat dari kedua golongan itu, kalau memang Yahudi menganggap diri mereka benar. Ternyata Yahudi tak berani.

Demikian pula ancaman terhadap orang-orang musyrik di Surat Maryam ayat 75, agar musyrikin ber-mubahalah dengan Nabi shallallahu alaihi wasallam sekeluarga-nya.

2264- حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنِى أَبِى حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ يَزِيدَ الرَّقِّىُّ أَبُو يَزِيدَ حَدَّثَنَا فُرَاتٌ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ أَبُو جَهْلٍ لَئِنْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ يُصَلِّى عِنْدَ الْكَعْبَةِ لآتِيَنَّهُ حَتَّى أَطَأَ عَلَى عُنُقِهِ. قَالَ فَقَالَ « لَوْ فَعَلَ لأَخَذَتْهُ الْمَلاَئِكَةُ عِيَاناً وَلَوْ أَنَّ الْيَهُودَ تَمَنَّوُا الْمَوْتَ لَمَاتَوا وَرَأَوْا مَقَاعِدَهُمْ مِنَ النَّارِ وَلَوْ خَرَجَ الَّذِينَ يُبَاهِلُونَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَرَجَعُوا لاَ يَجِدُونَ مَالاً وَلاَ أَهْلاً ». مسند أحمد

(ج 5 / ص 290)

Dari Ibnu Abbas: Abu Jahal lanatullah berkata, bila aku melihat Muhammad di sisi Kabah pasti sungguh aku datangi dia sehingga aku injak lehernya. Ibnu Abbas berkata, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

“Kalau ia (Abu Jahal) berbuat, pasti malaikat akan mengambilnya (mengadzabnya) terang-terangan, dan seandainya orang-orang Yahudi mengharapkan mati pasti mereka mati dan mereka melihat tempat-tempat mereka berupa neraka. Dan seandainya mereka yang (ditantang)ber_mubahalah dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu keluar, pasti mereka pulang(dalam keadaan) tidak menemukan keluarganya dan tidak pula hartanya. (HR Ahmad, Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan An-Nasai, _Tafsir Ibnu Katsir, darul Fikr 1412H/ 1992M jilid 4: hal 438, Tafsir Surat Al-Jumuah ayat 6, atau juz 8 halaman 118, ditahqiq Sami bin Muhammad Salamah, Daru Thibah, cetakan 2, 1420H/ 1999M).

Mubahalah Tidak Khusus pada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Soal:

Apakah mubahalah itu khusus pada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam atau dapat menjadi umum bagi Muslimin? Dan apakah seandainya mubahalah itu umum bagi Muslimin bolehkah untuk dihadapkan dari arah ahlis sunnah waljamaah kepada firqoh-firqoh sesat? Dan apakah mesti terjadi tanda yang menampakkan kebenaran seandainya dilangsungkan mubahalah?

Fatwa:

Alhamdulillah wassholatu wassalmu ala rasulillah wa ala alihi washohbihi, amma badu.

Mubahalah adalah doa dengan laknat atas yang berdusta di antara dua pihak yang bermubahalah. Mubahalah itu tidak khusus hanya untuk Nabi saw. Dalilnya, bahwa banyak dari sahabat Nabishallallahu alaihi wasallam dulu mengajak orang lain untuk mubahalah. Di antaranya Ibnu Masudradhiyallahu anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah iddah (masa tunggu) wanita hamil. Dan sesungguhnya iddah itu selesai dengan lahirnya kehamilan, bukan dengan yang terpanjang dari dua masa (sampai melahirkan, dan sampai 4 bulan 10 hari, pen).

Dan juga Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah aul dalam faroidh (pembagian waris); dan tidak mengapa dalam hal mubahalah Ahlis Sunnah waljamaah terhadap ahli syirik, bidah dan semacamnya tetapi sesudah ditegakkan hujjah (argumentasi) dan upaya menghilangi syubhat (kesamaran), dan memberikan nasihat dan peringatan, sedang itu semua tak guna. Bukan termasuk kepastian (setelah mubahalah itu) munculnya tanda/ bukti atas dustanya orang yang batil dan dhalimnya orang yang dhalim, karena Allah Taala menunda dan mengakhirkan, sebagai cobaan dan istidroj/ uluran.

Wallohu alam.

Mufti; Markas Fatwa dengan bimbingan Dr. Abdullah Al-Faqih (Asy-Syabakah Al-Islamiyah juz 8 halaman 85).

Selesai.

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.org)