VIRAL… Presiden Tanzania Bongkar Alat Tes Covid-19 dari China: Sampel Kambing, Pepaya, Oli, Hasilnya Positif



Presiden Tanzania John Magufuli menghentikan penggunaan alat tes Covid-19. Ia mengatakan alat tersebut memberikan hasil positif saat dilakukan uji coba terhadap kambing dan pepaya.

Dalam sebuah acara di Chato, barat daya Tanzania, Magufuli mengatakan alat tes Covid-19 diimpor dari luar negeri.

Ia mengatakan telah meminta pasukan keamanan Tanzania untuk memeriksa kualitas alat-alat itu. Mereka mengambil beberapa sampel acak non-manusia antara lain dari pepaya, kambing, dan oli mobil, dll.

Sampel-sampel ini dikasih nama seperti nama manusia dan usianya.

Lalu sampel-sampel tersebut dikirimkankan laboratorium Tanzania untuk dites virus korona. Para teknisi labotarium tidak diberitahu dari mana sampel-sampel itu berasal.

Mugufuli mengatakan sampel-sampel ternyata hasilnya positif corona.

Video pernyataan Presiden Tanzania ini viral di sosial media.

“Beredar video..”Presiden Tanzania, menggunakan alat Rapid Test dari China yg menyelipkan sample mangga, Darah Kambing dan Oli untuk di Cek Corona, . *Semuanya Positif Corona* ?,” ujar akun @IffahAlqadrie yang memposting video di twitter.

Hingga hari ini, Selasa (12/5/2020), Tanzania mencatatkan 509 kasus infeksi dan 21 kematian akibat virus corona.

[Video]

Beredar video..”Presiden Tanzania, menggunakan alat Rapid Test dari China yg menyelipkan sample mangga, Darah Kambing dan Oli untuk di Cek Corona, . *Semuanya Positif Corona* ? coba saja dengarkan Video ini ..bgaimana menurut anda?? pic.twitter.com/iwIlrFiisf

— Fathimah Aza (@IffahAlqadrie) May 9, 2020

 

https://twitter.com/i/status/1259249905559670785

 

[portal-islam.idSelasa, 12 Mei 2020  Berita Internasional

***

Mafia Terungkap, Rapid Test Merk Biozek Ternyata Buatan China dengan Kualitas Buruk


Posted on 11 Mei 2020

by Nahimunkar.org


Mafia Terungkap, Rapid Test Merk Biozek Ternyata Buatan China dengan Kualitas Buruk

 
 

  • … hampir semua alat rapid test Covid-19 yang diimpor oleh perusahaan farmasi milik BUMN Kimia Farma adalah buatan China yang mempunyai kualitas yang buruk. Padahal, Kimia Farma sebelumnya mengklaim alat tersebut diimpor dari Belanda dengan merk Biozek.

  • Hasil investigasi
    membuktikan banjirnya alat-alat test Covid-19 yang sangat tidak layak tingkat akurasinya.

  • Yang membahayakan adalah hasil test false negative atau negatif palsu, sangat berbahaya bagi peserta test dan keluarganya karena mereka tidak lagi awas dengan Covid-19.

Dugaan Menteri BUMN Erick Thohir pada April lalu soal adanya mafia alat kesehatan di tingkat global terungkap setelah investigasi Internasional Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) berkolaborasi dengan majalah Tempo membuktikan banjirnya alat-alat test Covid-19 yang sangat tidak layak tingkat akurasinya.

 
 

Sertifikat validasi Biozek yang diklaim produsen alat tersebut, Inzek International Trading BV, ternyata persis sama dengan sertifikasi sebuah perusahaan di Cina: Hangzhou AllTest Biotech Co Ltd. Padahal, di situs perusahaannya dan dalam rilis yang disebarkan ke media massa, Inzek mengklaim Biozek sebagai produk Belanda. Tak hanya asal produknya yang dipalsukan, keabsahan alat tes ini juga tak seperti yang dijanjikan. Dua riset independen di Inggris dan Spanyol menemukan bahwa klaim akurasi di atas 90 persen dari alat uji ini ternyata tak terbukti.

https://www.nahimunkar.org/mafia-terungkap-rapid-test-merk-biozek-ternyata-buatan-china-dengan-kualitas-buruk/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 3.106 kali, 1 untuk hari ini)