Viral Shalat Idul Fitri Shaf Pria di Belakang Shaf Perempuan


Viral jemaah Perempuan sholat Idul Fitri berada di depan pria

 

Pemandangan tak biasa terlihat pada video yang viral di media soial ini. Mereka melaksanakan shalat Idul Fitri di jalan. Tapi, Shaf pria berada di belakang perempuan.

 
 

“Fokus ke cewe yg lagi jalan [X]. fokus ke barisan syaf yg ke tuker[V],” tulis akun Instagram @makassar_iinfo pada caption video yang diuanggahnya, Kamis (13/05).

 

Dalam keterangannya tidak jelaskan di mana peristiwa shalat Idul Fitri ini. Namun, netizen menyebutnya di daerah Garut, Jawa Barat.

 

Dalam video itu terekam jalan beraspal tersebut dibagi atau dibelah menjadi dua Shaf. Sisi pinggir kiri (depan) untuk Shaf wanita. Sisi kanan (belakang) untuk Shaf pria.

 

Sementara tengah jalannya kosong untuk lalu lalang jemaah sekaligus sebagai pemisah antara Shaf perempuan dan pria. Shf pria juga membelakangi mobil yang parkir sepanjang jalan tersebut.

 

Pemandangan pria shalat di belakang perempuan ini tentu menyalahi aturan baku fikh ibadah shalat. Namun, netizen mencoba memberikan beragam alasan dan komentar lucu lainnya. 

 

“Itumah kayanya yg di dalem mesjid udah penuh, nah cewek Dateng duluan jadi di bagian depan yg cowok di belakang tuh yg pada Dateng siangan, jadi dapet tempat di situ,” komen netizen mayang.irasse.

 

“Ada apa wahai akhi kenapa engkau di belakang makmum ukhty,” jelas agungmudzakkir_

 

“Lahh kok? Wkwkwkwk,” jelas autiiamaliaa. “Kebalik ooiii,” ujar anthosany. Astaghfirullah tanda akhir saman,” komen khoirozadit. “Bingung mau komen apa,” jelas inibanjarnegara. “Wewww. Ketuker itu shafnya. Masa Lelaki dibelakang,” jelas mustakin.risal.

 

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.comJumat, Mei 14, 2021 Peristiwa

Foto: Viral shalat Idul Fitri Shaf Pria di belakang Shaf perempuan (Foto/makassar_iinfo)

***

 

Sebagai informasi, ketentuan posisi salat sendiri telah diatur sedemikian rupa dalam ajaran Islam.

 

Berdasarkan sabda Rasul SAW: Sebaik-baik shaf (barisan) laki-laki adalah yang paling depan, dan yang terburuk adalah barisan yang terakhir. Dan sebaik-baiknya shaf perempuan adalah yang terakhir dan seburu-buruknya adalah yang paling depan. (HR Jamaah selain Bukhari, dari Abu Hurairah RA).

 

Maksud hadis diatas adalah barisan yang paling utama bagi laki-laki adalah yang terdepan. Hal ini supaya mereka senantiasa berlomba-lomba memperoleh keutamaan tempat tersebut.

 

Sedangkan yang terburuk, adalah shaf paling belakang. Karena disanalah orang-orang yang suka terlambat dalam shalat.

 

Sedangkan untuk perempuan, shaf terbaik adalah yang paling belakang dan yang terburuk adalah di depan. Maksud aturan ini karena shaf terakhir itulah posisinya lebih jauh dari percampuran antara jamaah laki-laki dengan perempuan.

 

Sedangkan yang terdepan, sering tercampur (walau ada tirai pembatas) dengan jamaah laki-laki.

 

Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Ghanim dari Abu Malik Al-Asy’ari, beliau sederhanakan empat rakaat seluruhnya. Hanya rakaat pertamalah yang beliau buat paling panjang.

 

Orang laki-laki beliau tempatkan di depan anak-anak kecil, dan di belakang anak-anak kecil itulah jamaah perempuan. (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Editor: A. Dadan Muhanda/ ayocirebon.com

***


لا شك أن السنة أن تكون صفوف النساء خلف الرجال ، كما كان الحال على عهد النبي صلى الله عليه وسلم ، وقد روى البخاري (380) ومسلم (658) عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه أَنَّ جَدَّتَهُ مُلَيْكَةَ دَعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِطَعَامٍ صَنَعَتْهُ لَهُ فَأَكَلَ مِنْهُ ثُمَّ قَالَ قُومُوا فَلِأُصَلِّ لَكُمْ قَالَ أَنَسٌ : فَقُمْتُ إِلَى حَصِيرٍ لَنَا قَدْ اسْوَدَّ مِنْ طُولِ مَا لُبِسَ فَنَضَحْتُهُ بِمَاءٍ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَصَفَفْتُ وَالْيَتِيمَ وَرَاءَهُ ، وَالْعَجُوزُ مِنْ وَرَائِنَا ، فَصَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ انْصَرَفَ ) .

قال الحافظ في الفتح : ” وَفِي هَذَا الْحَدِيث مِنْ الْفَوَائِد: … َتَأْخِير النِّسَاء عَنْ صُفُوف الرِّجَال , وَقِيَام الْمَرْأَة صَفًّا وَحْدهَا إِذَا لَمْ يَكُنْ مَعَهَا اِمْرَأَة غَيْرهَا ” انتهى .

 

tidak diragukan bahwa yang sesuai sunnah adalah shaf para wanita dibelakang para lelaki. Sebagaimana kondisi zaman Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. Telah diriwayatkan oleh Bukhori, 380 dan Muslim, 658. Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu bahwa neneknya Mulaikan mengundang Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam untuk makan-makan yang telah dibuatnya. Kemudian (beliau) mengatakan, berdirilah kamu semua untuk menunaikan shalat bersama kamu. Anas berkata:”Saya berdiri ke tikar yang kami punya sudah menghitam dikarenakan lama dipakai, dan kami percikkan air. Maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam berdiri sementara saya dan anak yatim membuat shaf dibelakangnya. Dan orang tua (nenek) dibelakang kami. Maka Rasulullah sallallahu’alaih wa sallam shalat bersama kami dua rakaat kemudian pulang.

 

Al-Hafidz (Ibnu Hajar) mengomentari dalam kitab Fath, dalam hadits ini banyak faedahnya… (Shaf) wanita berada di belakang shaf para lelaki. Dan berdirinya wanita sendirian sebagai shaf dikala tidak ada wanita lainnya. Selesai/ https://islamqa.info/id/answers/79122/

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 315 kali, 2 untuk hari ini)