Wabah Penyakit dan Penyebabnya Menurut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sudah mengingatkan tentang akan terjadinya wabah penyakit berikut sebabnya. Sahabat Abdullah bin Umar radhiyallah anhuma menyampaikan sabda Rasulullah,

لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا


“Tidaklah fahisyah (perbuatan keji) tersebar pada suatu kaum kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada kaum sebelum mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 4019. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibn Majah no. 3262)
Perhatikan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam di atas. Beliau telah memperingatkan para sahabat dan umatnya bahwa apabila perbuatan fahisyah (perbuatan keji) telah menyebar dan dilakukan secara terang-terangan, wabah penyakit dan kelaparan yang belum pernah terjadi akan menyebar di tengah-tengah mereka. Penyakit dan virus yang sebelumnya sama sekali tidak diketahui dalam ilmu kesehatan, tiba-tiba muncul dan menyebar dengan sangat cepat.
Penting untuk kita ketahui, apa saja yang termasuk perbuatan fahisyah? Di antara perbuatan fahisyah adalah zina. Allah subhanahu wa ta’ala befirman,


وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا


“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu “fahisyah” dan suatu jalan yang buruk.” (al-Isra’: 32)
Perhatikan ayat di atas. Dengan jelas Allah subhanahu wa ta’ala menggolongkan zina sebagai perbuatan fahisyah (perbuatan keji).
Demikian pula, termasuk perbuatan yang digolongkan dalam kategori fahisyah adalah pebuatan lelaki mendatangi sesama lelaki untuk melampiaskan syahwatnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,


وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٍ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ


Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” (al-A’raf: 80)

Mari kita cermati ayat di atas. Dengan gamblang, Allah subhanahu wa ta’ala memasukkan pula perbuatan kaum Nabi Luth sebagai fahisyah.
Renungan Tentang Fahisyah

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.
Sekali lagi, kami mengajak untuk mencermati dan merenungi sabda Nabi di atas.
“Tidaklah fahisyah (perbuatan keji) tersebar pada suatu kaum kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan; kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada kaum sebelum mereka.”
(Dikutip sebagian kecil dari artikel berjudul ‘Di Antara Sebab Wabah & Musibah Adalah Dosa & Maksiat’ yang ditulis oleh Ustadz Abu Ismail Arif di link
https://asysyariah.com/di-antara-sebab-wabah-musibah-adalah-dosa-maksiat/ 05/03/2020)
***
Wabah Virus corona bermula dari China Komunis pemerkosa wanita2 Muslimah


Wabah virus corona bermula dari China Komunis. Kebejatan apa yang kurang dahsyat di negeri komunis itu. Kaum Muslimah Uighur di Xinjiang dipenjarakan lalu diperkosa ramai2, bila hamil maka dipaksa aborsi, dan bila berkali-kali hamil setelah diperkosa oleh petugas2 China Komunis maka dipaksa aborsi ber kali2 pula. Sedang kaum Muslimin laki2 dilarang shalat, puasa, dan segala ibadah termasuk baca al-Qur’an pun dilarang, mereka ditangkapi dan dipenjarakan untuk dikomuniskan/ dikafirkan dengan paksa. Terakhir Desember 2019, China Komunis mau mengubah Al-Qur’an disesuaikan dengan komunis. Namun tidak sampai jarak sebulan, langsung Allh azab dengan wabah virus corona, hingga China Komunis kalang kabut, bahkan wabah itu mendunia hingga dinyatakan WHO sebagai pandemi, Maret 2020.
***
Ya Allah, kami miris bila menengok ke belakang, di negeri ini (yang penduduknya mayoritas Muslim, hingga Indonesia disebut berpenduduk yang jumlah Umat Islamnya terbesar di dunia) ternyata elit2nya sudah banyak yang terang2an menentangMu ya Allah, dengan mendukung puncak kemaksiatan yaitu LGBT, dan juga mendukung beredarnya pemicu utama kemaksiatan yaitu khamr alias miras yang dalam Islam disebut ummul khabaits induk kemesuman.
Inilah di antara buktinya, keluhan seorang tokoh terkemuka.
***
Geger! Zulkifli Hasan Sebut 5 Fraksi di DPR Setujui LGBT dan Pernikahan Sejenis; 8 Partai Politik di DPR Setuju Minuman Keras Dijual di Warung-Warung

SURATKABAR.ID – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyebut bahwa ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui LGBT dan pernikahan sejenis di Indonesia.
Menurutnya, kelima fraksi ini setuju jika perilaku LGBT berkembang di Indonesia. Namun, ia tak menyebut nama partai politik yang fraksinya memberikan dukungan terhadap LGBT.
“Di DPR saat ini dibahas soal undang-undang LGBT atau pernikahan sesama jenis. Saat ini sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT,” ujarnya di Kampus Universitas Muhmmadiyah Surabaya, Surabaya, Sabtu (20/1/2018), seperti dilansir republika.co.id.
Menurut Zulkifli, Indonesia kini masih terjangkit kesenjangan politik. Hal ini terbukti dengan banyaknya keinginan rakyat yang berseberangan dengan partai politik atau pun para anggota DPR. Padahal, seharusnya DPR mewakili suara rakyat.
“Saat ini masih terjadi juga kesenjangan politik. Kesenjangan politik seperti apa? Ya lihat saja masyarakat maunya A, tapi partai politik di DPR maunya B,” lanjut Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.
Delapan partai politik di DPR yang menyetujui minuman keras dijual di warung-warung.
Selain mengenai LGBT, Zulkifli juga sempat menyinggung soal perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Miras di DPR. Menurut Zulkifli, saat ini terdapat delapan fraksi di DPR yang menyetujui minuman keras dijual bebas di warung-warung.
“Sekarang ini sudah ada delapan partai politik di DPR yang menyetujui minuman keras dijual di warung-warung,” ujarnya.
Namun, lagi-lagi Zulkifli enggan menyebutkan nama-nama partai politik tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa partainya, PAN, menolak keinginan tersebut.
“Sudah delapan partai yang setuju (miras dijual di warung-warung), mudah-mudahan berubah. Enggak tahu saya (partai apa saja yang menyetujui), yang pasti PAN nolak. Yang lain urusan partai lain,” kata Zulkifli.
Zulkifli berpendapat, peredaran miras secara bebas harus ditolak tegas. Pasalnya, peredaran miras dapat berpengaruh buruk terhadap ketahanan nasional dan menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.
“Soal miras itu harus kita tolak tegas. Di negara maju model Amerika saja itu diatur ketat, dibatasi. Ini menyangkut masyarakat Indonesia, menyangkut ketahanan nasional, memyangkut anak-anak kita. Miras betul-betul harus diatur dengan ketat karena berbahaya,” tegasnya.
http://www.suratkabar.id/
Penulis
Dinar Firda Rosa

20 Januari 2018 10:04 pm

Via fb

Hartono Ahmad Jaiz

 14 Maret · 

https://www.facebook.com/HartonoAhmadJaiz/photos/rpp.628420973941589/2711517178965281/?type=3&theater

(nahimunkar.org)

(Dibaca 398 kali, 1 untuk hari ini)