Wabah Virus Corona di Iran Diduga Berasal dari Pekerja China

  • Diserbu Pekerja Asal China, Sulawesi Tenggara Dinilai Rawan Virus Corona
  • Saat China Komunis Diserang Virus Corona, Kapal-Kapal China Tetap Mondar-Mandir ke Perairan Tana Pase Kaltim Calon Ibukota Baru RI
  • 10 Makanan dari China yang Berbahaya dan Harus Anda Hindari

 

Inilah beritanya.

***

Wabah Virus Corona di Iran Diduga Berasal Dari Pekerja China

sosialisasi bahaya virus corona di daerah terpencil di china. ©2020 AFP PHOTO/STR/China OUT

Sampai saat ini enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah virus corona (Covid-19) di Iran. Iran belum mengonformasi asal wabah ini. Namun salah satu pejabat berspekulasi virus ini dibawa para pekerja China.

“Epidemi virus corona mulai dimulai di negara ini,” lapor kantor berita pemerintah IRNA mengutip pejabat Kementerian Kesehatan, Minoo Mohraz.

“Karena mereka yang terinfeksi di Qom tidak memiliki kontak dengan orang China … sumbernya mungkin adalah pekerja China yang bekerja di Qom dan telah melakukan perjalanan ke China,” tambahnya, tanpa memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya, dikutip dari Aljazeera, Ahad (23/2).

Kota Teheran, sementara itu, menutup semua bistro dan air mancur di stasiun kereta bawah tanah ibu kota sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Pihak berwenang juga menangguhkan pertandingan sepak bola selama 10 hari dan tindakan tambahan termasuk pembersihan harian kereta metro dan bus kota.

Assed Baig dari Aljazeera, melaporkan dari Teheran, mengatakan ada kekhawatiran di jalan-jalan ibukota.

“Kami melihat orang-orang mempertanyakan penjelasan pemerintah, dan bertanya berapa orang sebenarnya yang terdampak. Mereka tak benar-benar mempercayai pemerintah, sebagian karena ketika pesawat Ukraina itu ditembak jatuh, pemerintah menghabiskan tiga hari untuk membantah,” jelasnya, mengacu pada peristiwa 8 Januari lalu di mana 176 orang tewas ketika militer secara tidak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat penumpang.

“Orang-orang curiga. Sekolah-sekolah ditutup. Seminari ditutup, konser, pemutaran film dibatalkan untuk menghentikan orang-orang berkumpul,” jelasnya.

“Sekarang di TV pemerintah, mereka telah memperlihatkan video tentang cara mengenakan masker wajah dengan benar dan bagaimana orang dapat mencuci tangan.”

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinannya atas kecepatan penyebaran Covid-19 di Iran, serta meluasnya ke wilayah di kawasan itu.

“Kekhawatirannya adalah bahwa kita telah melihat peningkatan kasus, peningkatan yang sangat cepat dalam beberapa hari,” kata Direktur Kesiapsiagaan Bahaya Infeksi Global WHO, Dr Sylvie Briand.

Kasus-kasus di Iran telah mempengaruhi negara-negara tetangga.

Uni Emirat Arab mengumumkan dua kasus virus corona baru pada hari Sabtu, seorang turis Iran dan istrinya, kantor berita negara WAM melaporkan, meningkatkan jumlah total kasus Covid-19 di negara itu menjadi 13.

Libanon mengkonfirmasi kasus pertamanya pada Jumat, seorang perempuan berusia 45 tahun yang kembali dari Qom.

Iran mengumumkan pada Kamis telah melarang perlintasan perbatasan oleh warga negara Iran, sementara Iraqi Airways menangguhkan penerbangan ke Iran. Kuwait Airways juga menangguhkan semua penerbangan ke Iran mulai hari Kamis.

Arab Saudi mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah menangguhkan perjalanan warga dan ekspatriat ke Iran. Kuwait Airways mengoperasikan penerbangan khusus untuk mengevakuasi lebih dari 700 warga Kuwait dari kota Mashhad, Iran timur laut pada Sabtu. [pan]

https://www.merdeka.com/, 23 Februari 2020 12:09Reporter : Hari Ariyanti

 

***

 

Diserbu Pekerja Asal China, Sultra Dinilai Rawan Virus Corona

 Ilustrasi warga negara asing asal China. Pemprov Sulawesi Tenggara menyebut wilayahnya berpotensi terserang virus corona karena banyak TKA asal China. (CNN Indonesia/Safir Makki)

 

Kendari, CNN Indonesia — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengantisipasi masuknya virus corona melalui tenaga kerja asing (TKA) China yang bekerja di perusahaan pemurnian nikel, Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra Andi Hasnah mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinkes Konawe agar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap TKA yang berada di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi.

“Di sana akan diadakan posko kesehatan,” katanya, usai rapat koordinasi lintas sektor dalam pencegahan virus corona, Senin (27/1).


Ia mengatakan mobilitas TKA asal China ke Sulawesi Tenggara harus menjadi perhatian serius karena sumber virus corona berasal dari Negeri Tirai Bambu itu.


“Sultra potensi tersebar virus corona ini karena banyak pekerja China. Kita di sini setiap hari ada tenaga kerja asing dari China yang masuk,” tambahnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi masuknya virus corona, sudah saatnya menghentikan sementara kedatangan TKA asal China.

Sejauh ini, kata dia, masuknya TKA asal China lewat Bandara Halu Oleo Kendari dan pelabuhan. Ia berharap, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) intens melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan orang berkewarganegaraan China atau warga Indonesia yang baru pulang dari Tiongkok.

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 10:48 WIB

 

***

 

Melihat Proses Pengawasan Kapal Tiongkok yang Masuk ke Perairan Kabupaten Paser (Wilayah Calon Ibu Kota Baru)

Posted on 8 Februari 2020

by Nahimunkar.org

 

  • Persentase  kapal dari Tiongkok China beserta krunya lebih dari 50 persen ketimbang dari kapal negara lain

  • Waspada Corona, KUPP dan KKP Perketat Semua Kapal Asing Masuk



MEDAN BERAT: Salah satu tugas berat para petugas sebelum mengecek kapal asing ialah, saat menaiki dek kapal yang cukup tinggi dan terjal medannya.

PROKAL.CO, TANA PASER – Sebagai upaya pencegahan dan antisipasi virus corona melalui jalur laut perairan Indonesia, sesuai arahan Presiden Jokowi Widodo. Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tana Paser, bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Balikpapan Wilayah Kerja Tanah Grogot, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea da Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan di Tanah Grogot, dan Polair Paser, mengajak awak media melihat langsung proses pengawasan Kapal Asing khususnya dari Tiongkok yang masuk ke Perairan Kabupaten Paser, tepatnya di wilayah Teluk Adang, di kawasan Terusan Khusus (Tersus) loading Batu Bara milik PT Kideco Jaya Agung (KJA).

 Difasilitasi Speed Boat milik PT Cotrans Asia yang muatannya maksimal 21 penumpang, perjalanan dimulai dari Pelabuhan Pondong, Kecamatan Kuaro dan sampai ke Teluk Adang sekitar 1,5 jam. Dengan jarak tempuh 40 mil atau sekitar 75 kilometer (km). Di sini lah seluruh kapal asing yang mengangkut batu bara berkumpul, namun sebelum bongkar muat, kapal ini terlebih dulu di cek oleh petugas KKP atau biasa disebut Karantina untuk dipastikan bebas dari virus berbahaya, serta memastikan standar perlengkapan obat-obatan yang dibawa memenuhi syarat. Petugas bea cukai pun juga memeriksa seluruh dokumen kapal.  

Pimpinan rombongan, Kepala KUPP Kelas II Tana Paser, M Junaidi mengatakan Kementerian Perhubungan kini makin memperketat kapal Tiongkok yang masuk ke perairan Indonesia. Apalagi intensitas di Teluk Adang, Kapal Tiongkok beserta awaknya yang paling banyak.

 ” Setiap kapal asing yang masuk Teluk Adang, kita arahkan ke Zona Karantina terlebih dahulu sebelum masuk zona bongkar muat atau Area Loading Point. Setelah dipastikan bebas virus dan penyakit lainnya oleh KKP, serta dokumen lainnya lengkap diperiksa KUPP dan Bea Cukai. Baru lah kapal ini bisa masuk aktivitas bongkar muat,” kata Junaidi, (6/2). 

Setiap bulan kata dia ada 25 sampai 30 kapal ke Teluk Adang. Persentase  kapal dari Tiongkok beserta krunya lebih dari 50 persen ketimbang dari kapal negara lain. Ini lah yang menjadi kekhawatiran petugas, mengingat wabah virus corona berasal dari Tiongkok. Kapal yang diperiksa ialah Kapal Mv Yun Mi Feng berbendera Tiongkok yang berasal dari Guangzhou, Tiongkok. Ukuran kapal ini cukup besar, para petugas cukup kewalahan menaiki kapal yang tinggi tangganya lebih dari 5 meter dan lebarnya 225 meter atau dua kali lapangan bola itu. 

 Arus ombak cukup bersahabat kemarin, sehingga memudahkan petugas naik ke atas kapal yang muatannya bisa sampai 73.000 ton batu bara itu. Namun sesuai standar operasional prosedur (SOP) kesehatan, selain petugas berwenang, di larang naik ke kapal. Sehingga awak media hanya memantau dari Speed Boat. 

Pasca petugas karantina dan lainnya  mengecek kru dan dokumen kapal, lalu kembali ke Speed Boat. Koordinator KKP Kelas II Balikpapan Wilayah Kerja Tanah Grogot, Harzan Khair mengatakan ada 23 kru kapal yang telah diperiksa kesehatannya. Semuanya dinyatakan bebas dari virus corona maupun virus berbahaya lainnya.

 ” Termasuk barang obat-obatan dan perlengkapan lainnya yang mereka bawa, sudah memenuhi standar dan laik berlayar. Kapal ini dari Filipina sebelumnya, dan sejak Desember 2019 sudah berlabuh lepas dari Tiongkok. Sehingga kita pastikan aman dari virus corona,” terang Harzan. 

Setiap kapal asing yang masuk ke Indonesia, wajib membawa dokumen kelengkapan sesuai persyaratan Internasional Maritime Organizational (IMO). Mulai dari sertifikat barang yang dibawa seperti obat-obatan dan makanan, alat angkut untuk operasional bongkar muatnya, serta awak kapalnya tersebut juga harus dilengkapi biodata dan dokumen berlayar yang lengkap. Jika tidak, petugas berhak melarang masuk ke perairan Indonesia apalagi aktivitas bongkar muat. (/jib) 

kaltim.prokal.co Jumat, 07 Februari 2020 14:04

 
 

***

10 Makanan Dari China yang Berbahaya dan Harus Anda Hindari

 
 

Makanan yang diekspor dari China ini sangat berbahaya bagi kesehatan Anda dan Keluarga. Cermati dan jauhi 10 jenis makanan China ini.

China adalah negara berpenduduk terbanyak di dunia, sebagian besar dari mereka bermigrasi ke negara-negara lain di Asia dan Eropa. Dampaknya, segala hal yang berasal dari China tak asing lagi bagi kita, termasuk makanannya. Tapi hati-hati, ada beberapa jenis makanan berbahaya dari China yang harus kita hindari.

Dilansir dari situs davidwolfe.com, berikut ini 10 makanan berasal dari China yang harus Anda jauhi karena bisa membahayakn kesehatan Anda dan keluarga.

1. Ikan Tilapia

Di Indonesia kita mengenalnya sebagai ikan Mujair atau ikan Nila. Ikan ini hidup di kubangan dan sungai dangkal. Ikan ini adalah pemakan segala, dengan kondisi polusi perairan di China. Ikan jenis ini menjadi berbahaya dikonsumsi.

Bahkan dikatakan bahwa memakan ikan jenis Tilapia lebih berbahaya dibandingkan mengkonsumsi daging babi. Ikan ini bia menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada organ tubuh bagian dalam.

2. Ikan Kod

Ikan yang terkenal akan khasiat minyaknya ini ternyata berbahaya jika dikonsumsi langsung. Karena ikan kod juga menyerap polusi yang ada di perairan China. Bahkan di China sendiri, terdapat beberapa larangan keras untuk mengekspor ikan Kod.

3. Jus Apel

China dikenal menggunakan pestisida yang berbahaya dalam makanan mereka. Bahkan jenis pestisida yang sudah dilarang oleh pemerintah pun masih digunakan oleh para petaninya.

Pestisida yang mereka gunakan akan masuk ke dalam tubuh melalui makanan seperti jus apel. Oleh sebab itu, hindari meminum jus apel buatan China.

4. Jamur Olahan

Sama halnya dengan apel, jamur yang diproduksi di China juga menggunakan pestisida berbahaya. Kita juga tidak tahu persis bahan baku apa yang digunakan untuk menumbuhkan jamur tersebut. Lebih aman jika kita membeli jamur lokal daripada jamur olahan yang diekspor dari China.

5. Bawang Putih China

Para petani bawang putih di China juga menggunakan pestisida berbahaya untuk membasmi hama. Secara umum, pestisida yang digunakan pada tanaman bawang putih adalah jenis methyl bromide, dan ini sangat berbahaya.

6. Daging Ayam

China adalah negara dimana flu burung dan makanan penyebab penyakit umum terjadi. Selain itu, China juga memproduksi pestisida jauh lebih banyak dari negara lain. Sehingga polusi yang ada di sana juga mempengaruh hewan ternak.

7. Beras Plastik

Pada tahun 2015, terdapat laporan bahwa China telah memproduksi beras palsu selama empat tahun. Beras yang dilaporkan ini bernama Beras Wuchang, dikatakan bahwa beras ini terbuat dari kentang dan resin sintetis yang merupakan bahan plastik berbahaya. Jika dimasak, beras ini akan tetap keras.

8. Lada Hitam Lumpur

Salah satu vendor di China ditangkap karena menjual lumpur yang dikeringkan sebagai lada hitam. Meskipun hal ini merupakan isu lokal di sana, tidak ada salahnya jika kita berhati-hati.

9. Garam Industri

Garam yang diproduksi untuk keperluan industri ternyata malah dijual untuk keperluan memasak. Karena itu, kita harus menghindari konsumsi garam yang diekspor dari China. Mengonsumsi garam industri ini bisa meningkatkan tekanan darah tinggi, hipertensi, bahkan stroke dan serangan jantung.

10. Kacang Hijau

Kacang Hijau palsu ditemukan di China pada tahun 2010. Kacang hijau palsu ini dibuat dari kacang kedelai dan kacang kapri dengan menggunakan bahan kimia berbahaya untuk mewarnainya agar tampak seperti kacang hijau.

Bahan kimia yang digunakan bisa menyebabkan kanker. Kacang hijau palsu ini tidak akan melembut saat di rebus dan air rebusan berubah menjadi warna hijau yang tidak alami.



China memang terkenal sebagai negara industri dengan polusi udara dan pencemaran lingkungan yang parah. Sebab itu, kita harus benar-benar berhati-hati saat ingin mengkonsumsi makanan yang di ekspor dari negara asal Jackie Chan tersebut.

Sebagai tindak pencegahan, alangkah lebih baik jika Anda memilih produk makanan dari petani lokal di Indonesia. Selain lebih sehat dan terjamin, Anda juga mendukung petani lokal lebih maju dan berkembang.

id.theasianparent.com

 
 

***

DAMPAK Virus Corona, Batam Bakal Hentikan Impor Buah dan Makanan dari China

Kamis, 6 Februari 2020 16:14



istimewa Karantina Pertanian Batam

Tak Miliki Phytosanitari Certificate, Karantina Pertanian Batam Musnahkan Buah Anggur & Apel Impor dari China 

Batam, Tribunbatam.Id – Direktur Lalu Lintas Barang, Badan Pengusahaan (BP) Batam, Andi Antono mengatakan Batam berencana melakukan pemberhentian impor makanan dan minuman dari China.

Hal ini sebagai antisipasi atau berjaga-jaga dampak virus Corona.

Secara total dari semua negara, impor hingga Desember 2019, jumlahnya 767,04 juta dolar AS.

Baik gas alam, hasil minyak, minyak mentah, hasil industri, hasil pertanian, hasil tambang dan lainnya.

“Sebagai jaga-jaga, kita akan berhentikan sementara barang impor makanan dan minuman dari China,” ujarnya, Kamis (6/2/2020).

Sementara itu untuk kegiatan ekspor sejauh ini tidak ada kendala.

Saat ini dampaknya belum signifikan, walau ada gangguan karena virus Corona di China.

“Keluar barang, sementara kita belum ada dampak yang signifikan, tapi untuk kedepan, akan terpengaruh,” ujarnya. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Tribunbatam.Id

 https://www.nahimunkar.org/melihat-proses-pengawasan-kapal-tiongkok-yang-masuk-ke-perairan-kabupaten-paser-wilayah-calon-ibu-kota-baru/

(nahimunkar.org)