Sepeninggal Prof Dr. K.H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. (22 September 1956 – 2 Januari 2020) apakah Muhammadiyah tidak peka lagi terhadap aliran sesat Syiah? Padahal syiah sudah diputuskan oleh Mahkamah Agung sebagai aliran sesat karena terbukti kasus Taju Muluk pentolan syiah Sampang Madura menodai agama dengan menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi, dan itu dibela oleh pentolan-pentolan syiah lainnya dari berbagai daerah. Jadi syiah di Indonesia yang sama, semuanya menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi.

***

Alasan MA Tetap Menghukum Tokoh Syiah Madura yang Menodai Agama Islam
– detikNews
Selasa, 21 Mei 2013 10:29 WIB


Jakarta – Mahkamah Agung (MA) tetap menghukum tokoh Syiah Sampang, Madura, Jawa Timur, Tajul Muluk, selama 4 tahun penjara. Hukuman ini sesuai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

“Judec Facti (Pengadilan Tinggi) sudah tepat dan tidak salah menerapkan hukum dan telah mengadili sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian pertimbangan kasasi seperti dilansir panitera MA dalam websitenya, Selasa (21/5/2013).

MA tetap menguhukum karena berdasarkan pertimbangan yaitu Tajul Muluk di musholla, di Masjid Banyuarrum, Sampang, maupun di rumahnya sendiri, telah menyampaikan agama yang berbeda-beda. Seperti rukum iman ada lima yaitu tawhidullah, ma’rifatullah, annubuwwah, al-imamah, al adli dan al ma’aad.

Adapun rukun Islam ada 8 yaitu salat, puasa, zakat, al khumus, haji, amar ma’ruf nahi mungkar jihad dan al-wilayah. Terdakwa juga menyatakan Al-Quran yang sekarang tidak asli.

MA juga melandaskan putusannya pada Fatwa MUI Kabupaten Sampang tertanggal 1 Januari 2012 dan surat PCNU Kabupaten Sampangyang menyatakan ajaran di atas sesat dan menyesatkan. Selain itu, hal tersebut dinilai sebagai tindak penodaan agama yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

“Faktanya ajaran yang disiarkan Terdakwa menimbulkan ketidakharmonisan sesama umat Islam, meresahkan masyarakat dan menimbulkan pembakaran rumah secara massal,” putus kasasi nomor 1787 K/PID/2012 oleh ketua majelis hakim Prof Dr Hakim Nyak Pha dengan anggota hakim agung Sri Murwahyuni dan Dr Dudu D Machmudin.

Tajul Muluk didakwa telah melakukan penistaan agama sehingga memicu kerusuhan Sampang, Madura, pada 2011 lalu. Pada 12 Juli 2012 Pengadilan Negeri (PN) Sampang memvonis dengan hukuman 2 tahun penjara atas dakwaan penodaan agama.

Putusan ini diperberat menjadi 4 tahun seiring dengan keluarnya putusan banding Pengadilan Tinggi Surabaya pada 21 September 2012. Atas vonis banding ini, Tajul Muluk mengajukan kasasi dan kandas.

(asp/nrl)

Baca artikel detiknews, “Alasan MA Tetap Menghukum Tokoh Syiah Madura yang Menodai Agama Islam” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-2251476/alasan-ma-tetap-menghukum-tokoh-syiah-madura-yang-menodai-agama-islam.

***

Kenapa kini kedatangan Husen Jafar di Muktamar Muhammadiyah 48 di Solo Jawa Tengah ada yang membangga-banggakannya? Padahal sudah ditolak oleh pemuda Muhammadiyah sebelumnya.

Silakan simak ini.

***


Husen Jafar

 


Erik Tauvani

 


@erik_tauvani

 

·

6j

Habib

@Husen_Jafar

pun ikut bergembira di arena Muktamar Muhammadiyah. Datang bersarung, full senyum, dan mantaaap. #Milad110Muhammadiyah
#TerimakasihMuhammadiyah
#Muktamar48
#Muhammadiyah



 

***

 

Pemuda Muhammadiyah Tolak Husein Ja’far Al Hadar Jadi Narasumber

Husein Ja’far Al Hadar. (Net)

 JAKARTA – Organisasi Pemuda Muhammadiyah Malang Raya dan Kokam Malang Raya, bersama Pimda 027 Tapak Suci Kota Malang, serta Ponpes Al Furqon Muhammadiyah Batu menolak kehadiran Husein Ja’far Al Hadar, yang diagendakan menjadi narasumber pada acara forum resmi Muhammadiyah pra muktamar mendatang.

Dalam pernyataan sikap bersama yang ditandatangani oleh perwakilan masing-masing organisasi, penolakan terhadap Husein Ja’far Al Hadar yang dijadwalkan hadir untuk berceramah, lantaran yang bersangkutan terindikasi Syi’ah.

“Husein Ja’far Alhadar dikenal memiliki jejak digital sebagai dai terindikasi Syiah, kehadirannya dalam forum pra muktamar seakan memberi panggung bagi aliran Syiah untuk mempromosikan ajarannya kepada warga persyarikatan, padahal Syiah sangat bertentangan dengan Muhammadiyah dalam aspek yang prinsip,” demikian pernyataan sikap bersama tersebut, sebagaimana dikutip dari moeslimchoice, Minggu (4/9/2022).

“(Kami) keberatan dengan kehadiran tokoh yang diundang di acara pra muktamar (Husein Jafar Alhadar) karena terindikasi memiliki potensi mengaburkan aqidah umat, khususnya warga persyarikatan,” bunyi pernyataan itu.

Selain menyatakan keberatan, mereka juga mengusulkan dan mengimbau panitia acara pra muktamar untuk mengundang tokoh-tokoh Muhammadiyah yang dinilai sudah jelas ideologi dan kontribusinya untuk persyarikatan, seperti: Ketua PWM, Ketua Ortom, dan praktisi berlatar belakang Muhammadiyah sebagai pemateri inti kegiatan tersebut.

 

Sementara itu, DPPM Kota Malang Mujahidin Ahmad dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, Muhammadiyah sebagai gerakan amar ma’ruf nahy mungkar di segala bidang sudah semestinya menjadi pelopor dalam menjaga aqidah umat. Dengan aqidah yang benar dan amal shaleh itulah, keberkahan dakwah Muhammadiyah terbukti mampu bertahan di segala zaman.

Dia menyatakan, agenda Muktamar Muhammadiyah dan seluruh rangkaiannya adalah momen terbaik untuk meneguhkan ideologi Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Maqbulah, dan berusaha membersihkannya dari paham-paham yang merusak aqidah umat.

“Memberikan panggung kepada tokoh-tokoh yang terindikasi memiliki aqidah yang menyimpang akan memberikan dampak serius kepada gerakan persyarikatan, khususnya percikan api perdebatan di ranah grassroot (akar rumput, red), sehingga kearifan pimpinan dalam memilih narasumber dalam forum resmi Muhammadiyah hendaknya mempertimbangkan hal tersebut,” ujarnya.

Surat pernyataan sikap bersama tersebut ditujukan kepada pihak Panitia Pra Muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang.
UMM mengagendakan Seminar Pra-Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah, Sabtu (3/9/2022). Seminar mengambil tema “Muhammadiyah Menyambut Indonesia Emas 2045”.

.infoindonesia.id, Laporan: Saeful Anwar Minggu, 04 September 2022 | 10:47

(nahimunkar.org)