“Menggunakan platform intelijen DarkTracer, kami mengidentifikasi lebih dari 100 hacker yang meretas ke Indonesia dan membocorkan data,” menurut DarkWeb Criminal Intelligence (darktracer.com) perusahaan keamanan teknologi yang berbasis di Singapura.

 

 

Mereka menargetkan berbagai database penting, termasuk yang ‘sudah menggarap’ database Komisi Pemilihan Umum (KPU), di antaranya adalah hacker Bjorka.

 

 

[Bad Actors Targeting Indonesia]

Using the DarkTracer intelligence platform, we identified more than 100 bad actors who hacked into Indonesia and leaked data. pic.twitter.com/AolCrM3ThY

— DarkTracer : DarkWeb Criminal Intelligence (@darktracer_int) September 8, 2022

Diduga di antara mereka sudah bertransaksi dengan pihak tertentu.

 

“Kami sekarang sedang memprofilkan hacker Bjorka yang telah menargetkan membocorkan banyak database Indonesia sejak tahun 2020,” ungkap DarkWeb Criminal Intelligence.

 

Analis dan penyelidik yang ingin membuat profilnya dapat menggunakan platform DarkTracer. Cobalah di https://darktracer.com

 

 

We are now profiling the Bad Actor “Bjorka” that leaked the INDONESIA CITIZENSHIP DATABASE. He has leaked many databases targeting Indonesia since 2020. Analysts and investigators who want to profile him can use our DarkTracer platform. Try it on https://t.co/HQNGazQoRhhttps://t.co/bQev51HTjk pic.twitter.com/obGR6KSsrv

— DarkTracer : DarkWeb Criminal Intelligence (@darktracer_int) September 7, 2022

Selain itu, sekitar 5.829.594 kredensial bocor dari pengguna Indonesia yang terinfeksi malware pencuri data dan didistribusikan di Dark dan Deep Web.

 

 

[Q2 2022 Stealer Malware Intelligence Report – Indonesia]

5,829,594 of credentials are leaked from Indonesian users infected with stealer malware and are distributed on Dark and Deep Web. pic.twitter.com/haaJs0NhUi

— DarkTracer : DarkWeb Criminal Intelligence (@darktracer_int) September 2, 2022

Sumber: zamane

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 12 September 2022 BERITA NASIONAL SOSIAL MEDIA

(nahimunkar.org)