Waduh, Pemerintah Mau Campur Tangan soal Teks Khutbah Jum’at?


Arsip Foto-Kemenag Kota Bandung berwacana mengatur isi naskah khutbah Jumat demi menjaga toleransi beragama. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)/ today.line.me/

Kementerian Agama (Kemenag) sempat mewacanakan mengatur teks khotbah Jum’at di setiap masjid. Para khatib nantinya harus menyesuaikan dengan teks yang disiapkan pemerintah.

 

Inilah beritanya.

***

Wacana Teks Khotbah Jum’at Diatur, F-Golkar ke Pemerintah: Jangan Kaya Orba

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadizily menolak wacana isi teks khotbah Jum’at diatur oleh pemerintah. Ia juga menyebutkan di era orde baru saja tidak ada pengaturan teks khotbah Jum’at.


“Pengaturan teks khotbah Jum’at di masjid-masjid tidak perlu dilakukan penyeragaman. Saat orde baru saja, tidak ada itu pengaturan teks khotbah Jum’at ,” ujarnya melalui pesan singkat pada Kamis (23/1/2020) malam.


Ace juga menjelaskan, hal tersebut bisa membuat masyarakat berpikir kalau pemerintah terlalu ikut campur dalam urusan keagamaan masyarakat.


“Kalau wacana pengaturan teks khutbah itu dilakukan, masyarakat nanti berpikir bahwa Pemerintah terlalu ikut campur terhadap urusan keagamaan masyarakat,” jelas Ace.


Ace juga menyampaikan, hal tersebut terlalu berlebihan kalau kemampuan masyarakat dalam memilih khotbah Jum’at tidak perlu diragukan.


“Saya rasa tidak perlulah pemerintah membuat konsep khotbah yang harus dibacakan oleh seluruh khatib shalat Jum’at . Jangan meragukan kemampuan masyarakat untuk menunjuk para khatib yang biasa memberikan khotbah di masjid-masjid,” ucapnya.


Politikus Golkar itu juga menyinggung alasan pemerintah yang disebut telah mendapatkan studi banding dari Uni Emirat Arab, hal tersebut tidak bisa disamakan dengan negara lain karena sistem pemerintahan di Indonesia berbeda dengan Uni Emirat Arab.


“Jika rujukannya adalah Uni Emirat Arab atau di Abu Dhabi, sebagaimana pengalaman kunjungan Pak Menteri Agama, praktik keagamaan di sana berbeda dengan di Indonesia yang lebih plural dan majemuk dengan sistem politik dan pemerintahannya yang berbeda,” tutur Ace.


Awalnya, Kementerian Agama (Kemenag) sempat mewacanakan mengatur teks khotbah Jum’at di setiap masjid. Para khatib nantinya harus menyesuaikan dengan teks yang disiapkan pemerintah. (Bng)

(teropongsenayan) Oleh Ghivari Apriman pada hari Jum’at , 24 Jan 2020 – 09:54:26 WIB

(nahimunkar.org)