Orang makan di restoran (tanpa diundang sebagai tamu pemilik restoran yang akan dijamu gratis) berarti sebagai pembeli makanan dan harus membayarnya. Bila setelah makan langsung pergi, walau tidak ditagih, maka belum sah itu makanan yang sudah masuk ke perut itu. Statusnya masih milik pemilik restoran. Karena belum ada kejelasan, apakah akan dibayar nanti atau bagaimana.

Pembelian yang belum dibayar, berarti belum ada kerelaan yang jelas dari penjualnya.

Ingat, Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (٢٩)

 
 

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. QS. An-Nisaa’: 29

 

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram):

29. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya, janganlah kalian mengambil harta orang lain secara batil (ilegal). Seperti merampas, mencuri, suap-menyuap, dan lain-lain. Kecuali harta itu menjadi barang dagangan; berlandaskan kerelaan antara pihak yang berakad. Harta semacam itulah yang halal kalian makan dan belanjakan. Dan janganlah kalian membunuh orang lain, bunuh diri, dan menjerumuskan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadap kalian. Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada kalian ialah Dia mengharamkan darah, harta, dan kehormatan kalian./ tafsirweb.com

 

Kembali ke soal makan direstoran lalu pergi ga’ ditagih, itu belum ada kejelasan kerelaan dari pihak restoran, dan juga belum ada ketegasan dari pihak yang makan lalu pergi itu, apakah dia utang, atau bagaimana. Sehingga belum berstatus halal secara jelas. (Bagaimana kalau para pelayan justru dituntut oleh pemilik restoran agar mengganti/ membayar harga makanan yang disajikan kepada pemakan namun ngeloyor pergi begitu saja itu? Kasihan, bukan?)

Lakon ‘ngeloyor’ seperti itu kok malah ada manusia yang mengungkap tingkah dirinya dengan nada bangga.

Aneh tenan!

Silakan simak berita ini.

***

 

Ngaku Gak Pernah Bayar Makan di Restoran, Yusuf Mansur: Langsung Pergi Gak Ditagih! Serius!

 

Ustadz Yusuf Mansur ngaku tidak pernah bayar makan di restoran, dirinya menceritakan bahkan jika ia langsung pergi pun tidak ada yang berani menagihnya.

 

Hal tersebut disampaikan Yusuf Mansur ketika dirinya beserta anaknya, yaitu Wirda Mansur diundang ke salah satu acara, mereka berdua diwawancara, kemudian ditanya kapan terakhir kali Wirda Mansur ditraktir orang tuanya.

 

Video itu diunggah oleh channel youtube Ngos-ngosan, Sob!, sebagaimana dilansir Terkini.id, pada Jum’at, 20 Mei 2022.

 

Ketika ditanya seperti itu, Wirda Mansur mengaku bingung, dirinya lupa kapan terakhir kali ditraktir orang tuanya.

 

“Pertanyaan terakhir adalah kapan terakhir Wirda ditraktir mamah dan papahnya?,” tanya salah satu host pria dalam acara tersebut.

 

“Ehaha gak tahu sumpah, kapan si pah?,” ujar Wirda Mansur lalu menanyakan kepada Yusuf Mansur sang ayah yang berada di sampingnya.

 

Kemudian Yusuf Mansur dengan percaya diri mengatakan bahwa dia dan keluarganya tidak pernah bayar saat makan di restoran atau saat ke tempat-tempat lainnya.

 

Bukan hanya restoran, bahkan Yusuf Mansur mengaku jika keluarganya masuk hotel pun tidak pernah bayar.

 

“Soalnya gini-gini, ane sekeluarga masuk restoran mana aja, masuk hotel mana aja, gak bayar!,” ujar Yusuf Mansur menceritakan.

 

Lantas saja pernyataan itu menuai reaksi terkejut dan bingung dari para host di acara tersebut, namun Yusuf Mansur kembali menegaskan pernyataannya tersebut.

 

“Gak pernah bayar! Do’anya begitu!,” ujar Yusuf Mansur menegaskan pernyataanya ketika para host dibuat bingung.

 

Kemudian Yusuf Mansur menceritakan bahwa ia dan keluarganya tidak pernah bayar saat ke restoran dan hotel itu merupakan sebab dari do’anya ketika miskin.

 

“Saya waktu miskin dulu sakit hati mau makan aja bayar, makan bayar, sakit hati,” ujar Yusuf Mansur menceritakan.

 

“Karena sakit hati terus kita shalat malam, terus kita bilang ya Allah saya pengen naik pesawat gak bayar!,” ujar Yusuf Mansur menceritakan do’anya.

 

“beli mobil gak bayar! beli rumah gak bayar! Makan di restoran padang gak bayar! di mana pun gak bayar, jadi gak bayar!,” ujar Yusuf Mansur melanjutkan cerita do’anya.

 

Kemudian salah satu host bertanya, “terus yang bayar apa ustadz?,” namun Yusuf Mansur tidak memberikan jawaban yang rasional.

 

“Udah pokonya gitu aja udah!,” jawab Yusuf Mansur berusaha meyakinkan para host. Bukannya yakin, para host dalam acara itu malah menduga hal tersebut disebabkab oleh status sosial Yusuf Mansur sebagai ustadz.

 

“Karena diberikan kemudahan karena seorang ustadznya,” ujar salah satu host menyampaikan dugaannya.

 

Kemudian host yang lain menanyakan kembali untuk meyakinkan dirinya, “ustadz ini bercanda apa serius stadz,” dengan nada kebingungan.

 

“Serius! karena kalau gua pergi juga gak ada yang berani nagih juga, dia paling lupa,” ujar Yusuf Mansur meyakinkan host yang bertanya itu.

 

Sumber: terkini

Foto: Ustadz Yusuf Mansur/Net

oposisicerdas.com, Sabtu, Mei 21, 2022 Nasional, Trending Topic

(nahimunkar.org)