Emak-emak tergiur dengan political dumbing down atau gaya kampanye nyeleneh, selfie-selfie (Swafoto atau foto narsisis -bangga diri)  kemudian beredar/ viral lalu bangga muka para wanita terpampang beredar ke mana-mana. Astaghfirullah!/ foto  2019gantipresiden.org


Sungguh mengagetkan. Gejala tingkah emak-emak dan istri-istri zaman kini tampaknya semakin liar. Demikian pula wanita-wanita yang masih lajang tidak kalah pula.

Lihat saja, bila ada kampanye atau pertemuan atau olahraga yang ditonton banyak orang; begitu ada lelaki ganteng yang tampil, maka para wanita yang memang seakan sudah menunggu-nunggu tampilnya lelaki ganteng itu, maka mendadak sontak para wanita bersuara bahkan berteriak histeris ramai-ramai dengan ekspresi hingar bingar tak keruan, bahkan kalau mampu, wanita-wanita itu ramai-ramai mengerubuti sang lelaki, lalu berfoto selfie dengan aneka gaya.

Satu stadion pernah heboh ketika seorang atlet/olahragawan berdiri memamerkan bodynya dengan buka baju kaosnya, tiba-tiba serentak jeritan wanita-wanita se-stadion itu menggema… di antara mereka bahkan dikabarkan ada Menteri-menteri (wanita) ikut menjerit histeris ramai-ramai dengan aneka ekspresi.

Tidak kalah seru pula, wanita-wanita di berbagai kota kini seakan menunggu-nunggu datangnya lelaki ganteng dan kaya yang sedang keliling berkampanye. Giliran para wanita itu mendapat kesempatan untuk mengerubuti lelaki ganteng lagi kaya itu, maka tidak kalah dengan tawon-tawon yang mengerumuni istana rajanya (ratunya, di Jawa ratu tawon itu disebut gundik, jadi lafal gundik arti sebenarnya adalah ratu tawon atau ratu rayap, yang dikerubuti wadyabalanya).

Tidak kalah ‘liarnya’ wanita-wanita lajang tingkat mahasiswi pun begitu. Ada seseorang (pria ganteng dan dinilai sukses bisnisnya) suka mengunggah ocehannya ataupun acaranya di ytb hingga cukup terkenal. Begitu si pria lajang ganteng itu diundang di satu Universitas di Jawa Tengah untuk semacam seminar, di ruangan luas penuh dengan audiens di sebelah kanan para lelaki, di sebelah kiri adalah wanita2 mahasiswi. Ketika pas usai seminar, yang barisan lelaki tenang-tenang saja duduk di kursi masing-masing. Tapi para wanita, mahasiswi2 itu langsung menyerbu ke depan, ramai-ramai mendekati sang lelaki ganteng lagi suskes dan belum beristri itu, alasannya untuk berfoto bersama dengan berbagai ekspresi. Bagai tawon yang mengerubungi rajanya atau ratunya. Padahal itu di kampus Islam, namun para mahasiswi tidak punya malu lagi, kecuali sebagian yang masih menjaga dirinya dengan sikap ‘iffah.

Betapa liarnya wanita-wanita zaman kini. Tidak ada malu-malunya lagi, di saat para kaum lelaki justru masih punya malu…

Terbalik-balik rupanya.

Itulah tugas berat para da’I, para suami, dan para bapak-bapak yang punya keluarga wanita, serta masyarakat pada umumnya untuk memperingatkan dengan sungguh-sungguh dan secara terus menerus. Jangan biarkan emak-emak, istri-istri, dan wanita-wanita lajang serta gadis-gadis yang gejalanya kini semakin liar saja itu. Tidak tahu malu lagi. Tidak ingat dosa lagi. Tidak sadar bahwa diri mereka itu wanita yang harus sangat menjaga kehormatannya, kemaluannya, dan jangan sampai terkesan liar begitu. Tidak menyadari bahwa diri wanita pun akan mati, dan akan mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya.

Wahai para da’I, para suami, dan para bapak-bapak pada umumnya, jangan sampai karena tingkah polah keliru lagi liar para wanita itu berada dan terjadi di kubu yang kampanyenya kita dukung, misalnya, lalu kita bungkam sendiri mulut kita dari menyampaikan kebenaran, hingga membiarkan para wanita semakin liar dan tidak kita ingatkan.

Bagaimana kalau sampai kita dengan diam itu kemudian dinilai sebagai dayyuts? Padahal itu sangat keras ancamannya.

Masalah dayyuts ini, Ustadz  Muhammad Abduh Tuasikal, MSc memperingatkan lewat tulisannya di internet:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan dayyuts – orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)

Adapun maksud ad dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al Mu’jam Al Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu.

Yang dimaksud tidak punya rasa cemburu dari suami adalah membiarkan keluarganya bermaksiat tanpa mau mengingatkan. Bentuknya pada masa sekarang adalah:

1- Membiarkan anak perempuan atau anggota keluarga perempuan berhubungan via telepon atau SMS dengan laki-laki yang bukan mahram. Mereka saling berbincang hangat, sambil bercumbu rayu, padahal tidak halal.

2- Merelakan anggota keluarga perempuan ber-khalwat –berdua-duaan- dengan laki-laki bukan mahram.

3- Membiarkan anggota keluarga perempuan mengendarai mobil sendirian bersama laki-laki bukan mahram, misalnya sopirnya.

4- Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria.

5- Mendatangkan film dan majalah penyebar kerusakan dan kemesuman ke dalam rumah.

Semoga Allah menyelamatkan kita –para suami- dari sifat dayyuts. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah./ https://rumaysho.com

Gejala semakin liarnya kaum wanita itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Wanita adalah madrasah bagi anak-anak kita, yang mendidik dan mengasuh anak-anak kita. Ketika para wanita sudah kita biarkan semakin liar seperti itu, maka bagaimana nasib anak-anak kita di masa mendatang? Maka sekali lagi: Wahai Para Dai dan Para Suami, Jangan Biarkan Emak-emak dan Istri-Istri, serta Anak-anak Perempuan Kita Makin Liar.

Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.org)

(Dibaca 958 kali, 1 untuk hari ini)