.

JAKARTA- Sungguh, seperti mendengarkan angin dari surga, mendengarkan pernyataan Wakapolri Komjen Oegroseno, yang mengatakan, hanya polisi goblok yang masih ditindak oleh KPK, tegasnya.

“Kalau masih ada polisi yang mau ditindak oleh KPK, itu polisi goblok, tidak malu dengan dirinya, juga dengan institusi serta negara,” tegas Oegroseno, Jakarta, Rabu (11/12/2013).

Bahkan, Komjen Oegroseno memberi sumpah kepada anggota Polri yang melakukan tindak pidana korupsi, maka bersiap-siaplah masuk neraka. Takut?

“Lebih-lebih menerima gratifikasi pakai kwitansi kurang ajar, pura-pura jujur tapi terima suap,” tegasnya.

Menurutnya, dengan adanya anggota Polri yang tertangkap oleh KPK, itu sangat mencoreng nama baik institusi kepolisian. Pasalnya, selama ini Polri dianggap sebagai penegak hukum yang menangani kasus-kasus seperti korupsi, teroris, narkoba serta kriminal lainnya.

“Untuk masalah korupsi Polri harus bisa memberantasnya, bukan malah sebagai pelaku”, ujar Oegroseno.

Kalau benar ucapan Oegroseno itu, memberi sumpah kepada anggota Polri yang melakukan korupsi, maka bersiap-siaplah masuk neraka, ini merupakan ucapan yang tidak main-main dari Waka Polri, dan harus membuktikan para personil, di jajaran perwira Polri nantinya di akhirat tidak masuk neraka. Karena berada di neraka itu tidak sebentar.

Kasus yang sangat menghinakan dan membuat polisi menjadi bahan lecehan, cemoohan, dan menjadi sangat tidak bermartabat, ketika terbongkarnya kasus yang menimpa Irjen Polisi Djoko Susilo, yang sudah di vonis 10 tahun penjara.

Tetapi, sampai sekarang Polri belum menindak-lanjuti tentang sejumlah perwira Polri yang memilliki “rekening gendut”. Mestinya, ini menjadi prioritas Polri, membuka kasus “rekening gendut” dari PPATK. Karena mereka ini nanti di akhirat. Selamat di dunia, tetapi tidak akan selamat di akhirat. hh/fh/ (voa-islam.com)  Kamis, 8 Safar 1435 H / 12 Desember 2013 08:58 wib

***

Bukan hanya korupsi, sampai membunuhi orang Muslim tanpa prosedur hukum pun dilakukan

Penting pula diingatkan, bukan hanya korupsi yang mengakibatkan masuk neraka. Segala dosa apabila belum diampuni Allah atau mesti kena adzab neraka, maka ya akan masuk neraka. Apalagi yang kafir atau musyrik atau munafik maka di neraka selama-lamanya. Sedangkan di dunia ini polisi tidak sedikit yang berbuat jahat. Bahkan dukun pun pernah diundang oleh pejabat polisi untuk didengar « petuahnya ». Itu bukan sekadar dosa, tapi sudah amat sangat memalukan. (www.nahimunkar.com/habis-akal-dan-iman-kapolda-minta-tolong-duku…‎)

Lebih dari itu, masih banyak hal yang harus diingatkan mengenai masuk neraka. Di antaranya tentang:

Dosa membunuhi orang Muslim tanpa prosedur hukum

Dalam Islam, lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibanding dibunuhnya seorang Muslim.

“Sudah sejak tahun 2005 Kepala BIN sendiri yang bilang bahwa seluruh Ormas dan Pergerakkan Islam akan disusupi intelegen,”ulas Mustofa Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF).

Jadi jangan heran jika ada orang-orang misterius yang semula menempel pada target operasi, tiba-tiba menghilang.

Polisi, dikatakan oleh Mustofa Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), harus mengkritisi fakta di lapangan.

“Sehari-hari ngajar ngajikok diumumkan jadi pelaku terorisme,”ungkap Mustofa.

Tuntunan Islam: Lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibanding dibunuhnya seorang Muslim.

 Darah Umat Islam adalah haram ditumpahkan tanpa haq. Bahkan lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibanding dibunuhnya seorang Muslim, menurut Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( Hr. An-Nasa-I (Vii/82), Dari ‘Abdullah Bin ‘Amr Radhiyallahu Anhu. Diriwayatkan Juga Oleh At-Tirmidzi (No. 1395). Hadits Ini Dishahihkan Oleh Syaikh Al-Albani Dalam Shahiih Sunan An-Nasa-I Dan Lihat Ghaayatul Maraam Fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal Wal Haraam (No. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS AN-NISAA’/4: 93)

Senjata  Umat Islam di antaranya adalah doa. Sedang doa yang paling mustajab adalah doa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berdoa untuk manusia-manusia semacam itu:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْوَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عنعائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.386 kali, 1 untuk hari ini)