abusechildren_834765327423

Ilustrasi : detik.com

JAKARTA – Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya, dengan memaksa untuk melakukan oral seks terancam hukuman penjara maksiamal 15 tahun.

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 82 Nomor 23 Tahun 2002. Tidak hanya pelaku, pihak sekolah yang mengintimidasi korban juga terancam hukuman yang sama.

Menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, Kepala Sekolah dan juga wali kelas yang mencoba membujuk korban untuk mencabut laporannya ke polisi juga dapat disangkakan pasal yang sama.

“Kepala sekolah, wali kelas yang mengetahui adanya peristiwa kekerasan seksual pada anak di bawah umur, namun membiarkan hal tersebut atau justru mengintimidasi dengan menyuruh korban mencabut laporan, atau mencoba mengintimidasi itu bisa dikenakan Pasal 82, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ujar Arist saat dihubungi Okezone, Jumat (1/3/2013).

Dikatakan Arist pihak Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Sudin Dikmenti) Jakarta Timur yang juga melakukan tindakan intimidasi saat mendapat laporan korban akan mendapat hukuman yang sama pula.

“Semuanya yang mengetahui namun membiarkan itu kena pasal tersebut, suku dinas itu pun akan kena,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, MA (17), seorang siswi kelas XII sebuah SMU di bilangan Matraman, Jakarta Timur mengaku dipaksa untuk melakukan oral seks oleh seorang guru berinisial T, yang juga Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek), dengan ancaman tidak akan diberikan nilai dan ijazah jika korban tidak menuruti keinginannya.

Tak hanya sekali, guru yang seharusnya menjadi panutan itu memaksa MA memuaskan nafsunya hingga empat kali dalam rentang waktu bulan Juni dan Juli.

MA menuturkan, peristiwa bejat itu pertama kali terjadi pada 26 Juni 2012 lalu. Saat itu dirinya yang sedang libur sekolah, mendadak ditelepon pelaku sekira pukul 15.00 WIB. Dengan alasan urusan sekolah, pelaku meminta MA bertemu di sebuah lokasi yang justru jauh dari sekolah. (sus) Isnaini – Okezone, Jum’at, 1 Maret 2013 10:35 wib

***

Jumat, 01/03/2013, 14:38

Dipaksa Oral Seks, Siswi SMA 22 Laporkan Wakepsek

Seorang siswi berinisial MA (17) melaporkan wakil kepala sekolah (wakepsek) SMA Negeri 22, Utan Kayu, Jakarta Timur, ke Polda Metro Jaya. Wakepsek bidang kesiswaan berinisial T (48) itu dilaporkan atas tuduhan pelecehan seksual.

“Ya, memang benar ada laporan itu. Korbannya sudah diperiksa. Walaupun buktinya sedikit tetap akan diproses,” kata Kasat Remaja Anak dan Wanita Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Hando Wibowo kepada wartawan, Jumat (1/3).

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, pihaknya telah mencabut jabatan terlapor yang memaksa siswinya untuk oral seks, terhitung mulai Jumat ini.

“Kita berikan tindakan tegas, pertama kita sudah panggil kepala sekolahnya, kita instruksikan agar statusnya sebagai wakil Kepala Sekolah dilepas, dibebastugaskan per 1 Maret ini,” kata Taufik.

Selain itu, lanjut Taufik, terlapor juga dibebastugaskan dari tugasnya sebagai guru. Selama dibebastugaskan sebagai guru, terlapor diharapkan menjalani proses hukum dengan baik.

“Selama dibebaskan, ia harus penuhi pemeriksaan dan penyelidikan yang dijalankan pihak berwajib. Jika dipanggil KPAI ia juga harus datang,” ujar Taufik.

Berdasarkan pengakuan MA, dia dibawa berkeliling di kawasan Ancol dan dipaksa melakukan oral seks di dalam mobil terlapor pada 26 Juni 2012 lalu. Kemudian MA diantar sampai ke Cempaka Putih, Jakarta Timur dan diberi uang sebesar Rp50 ribu.

Kejadian tersebut pun terulang hingga empat kali pada hari yang berbeda. MA tidak hanya dibawa ke Ancol tetapi juga ke daerah lainnya seperti Sentul dan kawasan Bekasi. Siswi kelas XII itu tidak bisa menolak karena selalu diancam tidak diberikan nilai dan ijazahnya akan ditahan.

Merasa bingung dan takut, akhirnya MA menceritakan perbuatan bejat terlapor ke seorang guru di sekolah tersebut. Kemudian MA juga melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan wakepsek yang juga guru biologi itu ke polisi. (aks)/ berita8.com

***

System di Indonesia mengarah kepada tidak punya malu maka dipermalukan

Pendidik seharusnya mendidik kebaikan. Ini justru mengajari dan praktek kekejian tanpa malu. Maka wajar bila sekarang dipermalukan.

Semoga jadi pelajaran bagi manusia yang masih merasa dirinya adalah makhluk mulia, sebenarnya. Namun ketika sudah tidak punya malu seperti itu, yakni berbalikan dengan tugasnya sebagai guru, bahkan keasliannya sebagai manusia yang telah dimuliakan; maka sudah seperti binatang bahkan lebih sesat.

Kebejatan moral yang sampai sebegitu, dan juga kebejatan di dunia pendidikan pun sudah terdengar di mana-mana, selayaknya pengelola negeri ini memikirkan untuk berupaya mementingkan pembinaan iman dan akhlaq. Bila tidak, bangsa ini walau pendidikannya tinggi secara rata-rata, misalnya, tidak ada jaminan untuk baiknya akhlaq apalagi iman.

Kenapa ?

Karena para pendidiknya pun bejat. Tidak mementingkan iman dan akhlaq.

Kenapa ?

Karena penguasanya ataupun atasannya, ataupun sistemnya tidak mementingkan iman dan akhlaq, kalau tidak boleh dibilang bahwa justru menghindarkan dari iman dan akhlaq. Sehingga, yang diikuti bukannya ayat-ayat suci yang menuntun keselamatan di dunia dan akherat, namun justru hawa nafsu yang menjerumuskan hingga sengsara dunia akherat. (Baqaimana mau mengikuti ayat-ayat suci, lha wong ayat suci tidak dijadikan materi pelajaran, tidak dikaji secara khusus apalagi dihayati. Para pemimpin di negeri ini kelak di akherat akan dimintai tanggung jawabnya tentang ini. Dan ini sebagai bukti bahwa di dunia sudah ada yang mengingatkannya !). Jadilah manusia-manusia yang derajatnya tidak lebih dari binatang karena lakon buruknya dan nihilnya iman, bahkan lebih sesat lagi.

Benarlah ancaman dan kecaman Allah Ta’ala.

{وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ} [الأعراف: 179]

179. Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. (QS Al-A’raf : 179)

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلا (٤٣)

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلا كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلا (٤٤)

 43. Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,

44. Atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (QS Al-Furqan/ 25 : 43-44)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 815 kali, 1 untuk hari ini)