JAKARTA – Nampaknya, Haji Lulung tak setuju Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dalam pernyataannya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau alias Lulung, menegaskan Ahok tidak layak jadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi. Sebab, Ahok itu kerap membuat pernyataan kontroversial dan pedas.
Demikian ungkap Haji Lulung yang ditemui di sela sidang paripurna Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Jumat malam, 31 Oktober 2014. Dia bahkan menyebut mantan Bupati Belitung Timur itu tidak memiliki etika budaya.
“Kalau menjadi pejabat publik lalu bicara sembarangan, apa bisa dijadikan contoh? Pejabat publik itu kan harus memberikan penjelasan kepada semua masyarakat, rakyat secara baik. Nah, ini Ahok kan sudah banyak catatan karena telah membuat masyarakat resah,” ujar Haji Lulung.
Dia menyebut salah satu kalimat Ahok yang berisi dia tidak akan mau menjadi budaknya DPRD. “Yang namanya etika dan norma kan di masyarakat sudah dianggap sebagai budaya dan itu tertuang juga di dalam Undang-Undang,” imbuh Lulung.
Dalam kesempatan itu, dia turut mengomentari surat yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri yang menyebut Ahok secara otomatis bisa menjadi Gubernur dan akan dilantik pertengahan November nanti.
“Soal surat dari Kemendagri itu salah. Seharusnya juga berisi rekomendasi dari pemerintah dan DPRD,” kata Lulung.
Sementara itu, berbagai kelompok masyarakat, termasuk FPI melakukan aksi menolak Ahok menjadi gubernur dengan berbagai alasan. Termasuk adanya usaha-usaha kristenisasi yang dijalankan Ahok dengan mengganti pejabat DKI, dan digantikan para pejabat yang beragama Kristen. [jj/dbs/voa-islam.com] Sabtu, 8 Muharram 1436 H / 1 November 2014 11:09 wib

(Dibaca 432 kali, 1 untuk hari ini)