Anggota Banser digotong rekan-rekannya dibawa ke rumah sakit/ foto poskota


Inilah beritanya.

***

Seorang Anggota Banser Meninggal Saat Berjaga di Kantor GP Ansor

Anggota Banser berjaga di kantor Gerakan Pemuda Ansor atau GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

TEMPO.CO, Jakarta – Seorang anggota Banser NU, Jatmiko, meninggal pada Jumat sore saat tengah menjaga Kantor Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jalan Kramat Raya, Nomor 164, Jakarta Pusat. Jatmiko adalah Wakil Komandan Banser Jakarta Pusat.

“Beliau kelelahan, dan menurut dokter kena serangan jantung,” kata Komandan Banser DKI Jakarta Abdul Mufid di lokasi, Jumat, 26 Oktober 2018.

Penjagaan kantor GP Ansor dan PBNU hari ini dilakukan untuk mengantisipasi unjuk rasa HMI Cabang Jakarta Pusat dan ormas lainnya seperti Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), dan Laskar Pembela Islam. Namun, HMI batal melaksanakan demonstrasi.

Abdul Mufid mengatakan, rekannya telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Jatmiko disebut meninggalkan sekitar 15 menit setelah massa Aksi Bela Kalimat Tauhid mampir di depan kantor GP Ansor.

Sekitar pukul 16.30, Abdul Mufid mengatakan massa unjuk rasa pembakaran bendera mampir di depan kantor GP Ansor. Mereka disebut sempat melakukan provokasi. Adu mulut antara dua kelompok sempat terjadi. “Tidak berujung bentrokan dan sebagainya. Kita satu komando, gak akan keluar gedung,” katanya./ https://www.teras.id

***

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini membenarkan adanya kader NU yang meninggal dunia. Namun Helmy menampik kadernya meninggal akibat gesekan dengan massa Aksi Bela Tauhid yang pulang dari kawasan Monas dan sempat berhenti di depan Kantor GP Ansor.

“Meninggal karena kelelahan, dia juga punya (riwayat) jantung. Tidak ada kaitannya dengan peristiwa ini,” ujar Helmy di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Sejumlah kader NU langsung melakukan salat ghaib usai salat Maghrib di Kantor PBNU. Salat ghaib dipimpin langsung oleh KH Nuril Arifin Husein alias Gus Nuril, menurut berita liputan6.

Ternyata Nuril Aifin sedang berjaga di kantor PBNU

Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril (kacamata hitam) bersama pasukan Banser berjaga di halaman depan PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018). (Warta Kota/Henry Lopulalan)/  BERITA FOTO: Beginilah Penampakan Aksi Demo di Seberang Gedung PBNU, / http://wartakota.tribunnews.com

Nuril Arifin tampaknya lagi sibuk jadi penjaga.

Ma’ruf Amin Disiapkan Pasukan Berani Mati Oleh Pendukung Ahok yang Diduga Menyembah Berhala

Posted on 14 Agustus 2018 – by Nahimunkar.com

Nuril Arifin kyai NU yang dikenal suka blusak-blusuk ke gereja, pernah diberitakan sedang menyembah berhala, fotonya tampak jelas. Berita itu dapat disimak di sini: https://www.nahimunkar.org/kyai-nu-nuril-arifin-ceramah…/

Kini setelah Ma’ruf Amin kyai NU digandeng Jokowi sebagai cawapresnya, sebuah situs ( suaranasional.com/ ) mengutip perkataan Nuril Arifin: “Bagi saya, mendukung Kiai Ma’ruf Amin ya sama dengan kita mendukung Gus Dur, makanya kita siapkan ‘pasukan berani mati’,” kata Gus Nuril, Senin (13/8).

Walaupun Nuril Arifin telah gagal ketika memimpin apa yang dia namakan PBM (pasukan berani mati) untuk membela Gus Dur, hingga dalam kenyataannya justru Gus Dur dilengserkan (diturunkan) dari jabatan presiden; namun kini orang yang diduga menyembah berhala ini mengaku menyiapkan ‘pasukan berani mati’ untuk dukung Kiai Ma’ruf Amin.

Perlu diketahui, Nuril Arifin yang dari Semarang itu telah mengerahkan apa yang dia sebut PBM (Pasukan Berani Mati) ke Jakarta untuk membela Gus Dur, mnjelang jatuhnya Gus Dur dari jabatan presiden. Tapi, singkat cerita, Presiden RI ke 4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ”Digulingkan dengan paksa” dari jabatannya oleh keputusan Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, yang membuatnya terdepak dari Istana sebelum akhir masa jabatannya. Presiden Abdurrahan Wahid (Gus Dur) menduduki kursi kepresidenan hanya 1 tahun 9 bulan, yang semestinya untuk 5 tahun.

Pada malam harinya, pukul 20.50 WIB, Gus Dur keluar menuju beranda Istana Merdeka dengan mengenakan celana pendek, kaos dan sandal jepit. Dituntun putrinya Yenni dan mantan asisten pribadi Zastrouw, Gus Dur melambaikan tangan pada para pendukungnya yang histeris di depan Istana, tulis Desastian di voaislam, 29 November 2012 07:36 wib, Sejarah Mencatat, Bagaimana Gus Dur Dilengserkan Rakyat Indonesia.

Bukan hanya Gus Dur yang telah Nuril dukung dan akhirnya jatuh.  Belakangan, Nuril mendukung Ahok, ternyata justru Ahok keok dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, dan masuk penjara dalam kasus menghina Islam.

Apakah Jokowi-Ma’ruf Amin yang Nuril dukung bahkan dengan menyiapkan ‘pasukan berani mati’ segala itu juga akan mengalami nasib yang sama (jatuh) juga? Wallahu a’lam.

Ketika Jokowi-Ma’ruf Amin didukung orang yang diduga menyembah berhala bahkan sampai menyatakan akan menyiapkan pasukan berani mati untuk mendukungnya itu, maka berarti agama pasangan ini (Jokowi-Ma’ruf Amin) ya seperti pendukung fanatiknya itu. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927).

Kenyataan sudah nyata, hadits petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi  wa sallam sudah jelas tegas dan terang juga. Sedangkan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi  wa sallam itu adalah sebaik-baik petunjuk. Maka mari kita resapi dan ikuti sebaik-baik petunjuk itu. Semoga kita selamat di dunia dan akherat.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 669 kali, 1 untuk hari ini)