Wali Kota Pontianak/ilustrasi : http://regional.kompas.com


Wali Kota Pontianak, Sutarmidji berang adanya sekelompok remaja yang berani terang-terangan memakai baju bergambar pornografi di area car free day.

Bahkan ia mengatakan pihaknya akan mencari tahu anak yang memakai kaus tersebut.

Menurut Midji apa yang mereka pakai tersebut sudah menjurus pada pornografi dan itu tidak bisa ditolerir.

“Saya minta kepolisian untuk cari mereka dan cari motif komunitas ini,” tegasnya ketika dihubungi lewat WhatsApp, Senin (25/9/2017).

Ketika ditanya soal pengawasan CFD, dia tak menjawab pasti, Sutarmidji hanya berujar bahwa CFD merupakan tempat olahraga.

“Kan kita tidak tahu ada kayak gini dan belum tentu juga anak kita. Polisi harus cari yang pakai kaus itu,” pungkasnya./uri.co.id Senin, September 25, 2017

***

4 Remaja Tanggung Keluyuran Pakai Baju “Ikeh Kimochi” di Depan Masjid

PONTIANAK – Empat remaja putra dan putri berjalan santai sambil mengenakan kaus bergambar adegan dewasa saat car free day di Pontianak, Minggu (24/9).

Selain bergambar adegan dewasa, kaus itu juga tertera tulisan tak senonoh dalam bahasa Jepang.

Foto empat remaja itu sudah tersebar di Facebook.

“Car FREE day Pontianak, mhn diviralkan biar ditangkap nih bocah2 ( untuk dibina/ peringatan keras), agar tidak ada lagi yang beginian. CFD area umum banyak anak-anak yang liat.* Ikeh ( bahasa Jepang) artinya enak, terus dan terus,” tulis pemilik akun Zayn di grup Pontianak Informasi (RI).

Warganet pun  beramai-ramai merundung empat remaja tersebut.

“Otak otak mesum budak budak sekarang,” tulis akun Tono Bejo.

Netizens makin geram karena empat remaja itu berjalan di depan Masjid Raya Mujahidin, Pontianak.

“Didepan halaman masjid agi tuhh die berdiri… Mane akhlak budak ni didepan rumah Allah… Sungguh memprihatinkan,” tulis pemilik akun Ishaq Qadrie.

Netizens bernama Imam Syahrani mengaku sangat prihatin melihat ulah empat remaja itu.

“Kalau orang tua bisa didik anaknya dengan benar, InsyaAllah benarlah anak tersebut, kalau orang tua acuh tak acuh Allahualambihsahwab yang penting itu pengawasan yg tepat dari orang tua. Kemudian lingkungan tempat tinggal mereka juga bisa mempengaruhi,” tulis Imam.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kalimantan Barat Achmad Husainie mengatakan, ulah empat remaja itu sudah melenceng.

“Dia (anak-anak) tidak boleh melanggar etika, kebiasaan, yang sudah diatur oleh negara, yaitu berakhlak mulia. Walaupun itu (hanya) gambar, tetap salah,” ujar, Senin (25/9).

Dia menambahkan, KPAID akan membuat tim kecil bersama Dinas Sosial Kota Pontianak.

Tim itu akan mendeteksi identitas dan tempat tinggal para remaja tersebut.

“Jika dia berada di luar daerah, kami akan meminta bantuan sama yang terkait di daerah. Itu harus ada tindak lanjutnya. Tidak bisa hanya komentar tetapi habis itu hilang. Kami akan cari tahu ini, siapa mereka dan di mana tempat tinggalnya,” kata Achmad.  (Rizka Nanda, Maulidi Murni, Achmad Mundzir)/fajar.co.id

EditorRizky Agustian – Posted on September 26, 2017

(nahimunkar.org)

(Dibaca 690 kali, 1 untuk hari ini)