• “Sebagai pimpinan di daerah ini saya langsung turun ke lapangan dengan tim gabungan untuk melakukan penertiban, untuk membubarkan dan juga agar ke depannya tidak ada lagi kegiatan yang dapat mengarah pada praktik maksiat di daerah ini,” kata Fauzi seperti dilansir dari Antara.
  •  “Semua kafe yang disinyalir dapat menjadi lokasi terjadinya tindak maksiat akan segera dibongkar, sebagai upaya Pemkot Padang untuk mengurangi dan memberantas kemaksiatan di Kota Padang,” tegasnya.

 razia kafe

Ilustrasi. ©2013 Merdeka.com

 Sebanyak 10 wanita berpakaian mini melarikan diri saat Pemerintah Kota Padang melakukan razia di tempat hiburan malam. Razia itu langsung dipimpin oleh Wali Kota Padang Fauzi Bahar, Minggu (17/3) dini hari.

10 Wanita itu berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ). Mereka langsung terbirit-birit kabur setelah melihat ada petugas masuk kedalam kafe.

“Sebagai pimpinan di daerah ini saya langsung turun ke lapangan dengan tim gabungan untuk melakukan penertiban, untuk membubarkan dan juga agar ke depannya tidak ada lagi kegiatan yang dapat mengarah pada praktik maksiat di daerah ini,” kata Fauzi seperti dilansir dari Antara.

Lokasi tempat hiburan malam yang dirazia langsung oleh wali kota adalah kafe Bamboo yang berada di kawasan Danau Chimpago Purus, Kecamatan Padang Barat. Tidak hanya para DJ, para pengunjung di tempat hiburan malam tersebut langsung berhamburan saat sedang mendengarkan dentuman musik di tempat itu.

Razia dan pembubaran paksa yang dilakukan sekitar pukul 02.30 WIB tersebut, sempat mendapat perlawanan dari pemilik alat sound system. Namun berkat ketegasan dari wali kota yang dibantu personel Satpol PP Padang aksi perlawanan tersebut dapat diredam.

Dari razia itu, Satpol PP dan tim gabungan menyita barang bukti seperangkat alat sound system kemudian dibawa ke Makosatpol PP Padang. Sedangkan satu unit sepeda motor Bison nomor polisi BA 3085 BQ yang diduga milik salah satu anggota polisi diamankan di jajaran Polresta Padang.

“Semua kafe yang disinyalir dapat menjadi lokasi terjadinya tindak maksiat akan segera dibongkar, sebagai upaya Pemkot Padang untuk mengurangi dan memberantas kemaksiatan di Kota Padang,” tegasnya.

[has] Reporter : Muhammad Hasits

Senin, 18 Maret 2013 00:03:00/ mrdkcom

 

***

Simpati di tengah memudar

Itu baru namanya cinta rakyat, agar selamat di dunia dan akherat. Para pejabat di berbagai daerah lain semoga memperhatikan rakyat pula, di antaranya dengan memberantas segala macam yang merusak. Di Surabaya, tempat-tempat pelacuran mulai dan segera akan ditutup. Dan upaya menyelamatkan masyarakat semacam itu dimungkinkan akan menimbulkan simpati masyarakat kepada pemimpin, di saat hampir memudarnya rasa simpati kepada pihak-pihak yang diperkirakan hanya mementingkan diri mereka sendiri dan hnya mengejar kenikmatan dunia tanpa mengingat nasib dan tanggung jawabnya di akherat kelak.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 250 kali, 1 untuk hari ini)