(Ya, gitu dong, kalau jadi pemimpin!)

Walikota Surabaya menutup 22 wisma di kawasan lokalisasi yang biasa disebut Kremil itu pada Selasa (4/12/2012) sore. Sebelumnya, puluhan wisma serupa secara bertahap juga menyatakan berhenti beroperasi.

Dalam waktu dekat seluruh wisma di Tambakasri bakal tutup, menurut Kadinsos Surabaya Supomo.

Hidayatullah.com memberitakan, sebelum penutupan tempat pelacuran itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bekerjasama dengan pemerintah Propinsi Jawa Timur bertekad menata kota Surabaya dan Jawa Timur bersih dari tindakan asusila dan pelacuran. Ide itu disampaikan dalam pembukaan  “Halaqah Menata Kota Bersih dari Asusila”bulan November 2011 di Hotel Elmi Surabaya.

Seperti diketahui, Di antara yang akan dipaparkan adalah; motode pemulangan sehingga mereka bisa rela keluar dari belenggu maksiat, anggaran yang dikucurkan dari Pemrov/Pemkab untuk pembinaan plus modal usaha.

Seperti diketahui, pemerintah Jawa Timur, telah menjadi model pengentasan WTS dengan cara lebih bermartabat dan tanpa konflik. Dari total 7.127 WTS yang terdata pada tahun 2010  sudah 833 orang berhasil dientas. 345 orang telah dientas tahun 2011 dan 488 orang selama Januari 2012.

Wali Kota tutup 22 wisma lokalisasi pelacuran

Beritasurabaya.net  memberitakan,  perlahan tapi pasti, nuansa prostitusi di daerah Tambakasri mulai memudar. Itu seiring ditutupnya 22 wisma di kawasan lokalisasi yang biasa disebut Kremil itu pada Selasa (4/12/2012) sore.

Sebelumnya, puluhan wisma serupa secara bertahap juga menyatakan berhenti beroperasi. Dengan demikian, 22 wisma tersebut kini resmi beralih fungsi menjadi rumah tempat tinggal keluarga.

Penutupan wisma ditandai dengan pemasangan plat bertuliskan ”Rumah Tangga” oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Kadinsos Surabaya Supomo menjelaskan, puluhan mantan pekerja seks komersial (PSK) alias wanita harapan telah memutuskan berhenti dari profesinya yang lama.

Sebanyak 23 orang diantaranya dipulangkan ke daerah asalnya. Sebelumnya, mereka juga sudah dibekali berbagai macam pelatihan keterampilan seperti tata boga, tata rias, dan kerajinan tangan. Plus mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 3 juta dari Pemprop Jatim.

”Itu untuk membantu wanita harapan memulai usaha yang baru di daerah asalnya,”paparnya.

Dikatakan Supomo, saat ini di wilayah Morokrembangan masih terdata 368 PSK serta 92 wisma yang masih aktif. Namun, pria yang sebelumnya menjabat Camat Kenjeran ini yakin dalam waktu dekat seluruh wisma di Tambakasri bakal tutup, tulis Beritasurabaya.net 04-12-2012.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 438 kali, 1 untuk hari ini)