Hasan Al-Jaizy

Di antara hal yang masyhur tertampak namun majhul ternama adalah “Waqf Mu’anaqah” yang ada di ayat ke-2 Surat al-Baqarah. Ia adalah dua tanda yang masing-masing berupa tiga titik. Bagaimana menyikapinya? Harus memilih berhenti di salah satunya. Tidak boleh berhenti di keduanya. Tidak boleh tidak berhenti sama sekali. Karena memang akan merusak makna.

Imma antum berhenti di kata “Rayb”. Imma antum berhenti di kata “Fiih”.

Dan menariknya, tiap keduanya memiliki hukum mad tajwid yang namanya berbeda. Kalau antum berhenti di kata “Rayb”, maka ia disebut Mad Lin. Kalau antum berhenti kata “Fiih”, maka ia disebut Mad Aridh li as-Sukun. Kedua mad ini walau beda nama dan beda karakter atau sebab, tetapi harakat mad-nya sama. Boleh 2, atau 3, atau 6. Diatur saja.

Beberapa penjelasan tentang itu, ada di kajian yang kami sajikan ini. Insya Allah bermanfaat. Muslim perlu memahaminya. Zaadakumullaahu ilma.

TAJWID + TAFSIR JUZ 1 (05) – “Al-Baqarah 002”

https://www.youtube.com/watch…

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.283 kali, 1 untuk hari ini)