Warga dan Pemkot Padang Sumbang Rp100 Juta untuk Palestina

  • JITU Mengutuk Keras Tindakan Brutal Zionis “Israel” Menghancurkan Kantor Media Di Gaza
  • Sering Hapus Unggahan Terkait Palestina, Rating Facebook Terjun Bebas Diserang Ulasan Bintang 1

Silakan simak ini.

***

Warga Dan Pemkot Padang Sumbang Rp100 Juta Untuk Palestina

PADANG– Pemerintah Kota dan warga Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memberikan sumbangan senilai Rp100 juta untuk Palestina. Sumbangan itu dikumpulkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat (Sumbar).


“Bantuan ini sebagai bentuk solidaritas bagi warga Palestina korban konflik berkepanjangan atas agresi Israel,” kata Wali Kota Padang Hendri Septa, Selasa (18/5/2021), lansir Inews.

Hendri Sapta berharap bantuan ini menjadi ladang amal dan bermanfaat bagi saudara-saudara di Palestina.

Tak hanya itu, dia juga ikut mendoakan yang terbaik bagi Palestina dan berharap tidak ada lagi korban yang jatuh.

Hendri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga Kota Padang yang telah membantu berupa infak, sedekah dan wakafnya untuk Palestina.

Sementara itu Kepala Cabang ACT Sumbar Zeng Welf mengatakan, bantuan donasi dari warga Kota Padang untuk Palestina sudah berlangsung cukup lama.

Oleh karenanya, atas nama ACT, Zeng pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wali Kota Padang beserta jajaran dan warga Kota Padang atas sumbangan dan donasi yang telah diberikan.

“Alhamdulillah hari ini kita telah menerima secara simbolis bantuan sumbangan warga Kota Padang untuk Palestina sebesar Rp100 juta. Bantuan ini akan dipergunakan untuk kebutuhan operasional mobil ambulans yang juga hasil bantuan warga Padang sebelumnya untuk Palestina,” pungkasnya.

Oleh Ameera 

(Arrahmah.com) Pada 20/05/2021 20:23

***

JITU Mengutuk Keras Tindakan Brutal Zionis “Israel” Menghancurkan Kantor Media Di Gaza

Oleh Hanin Mazaya Pada 20/05/2021 08:18

Asap tebal dan api naik dari menara Al-Sharouk saat runtuh setelah terkena serangan udara “Israel”, di Kota Gaza, pada 12 Mei 2021. (Foto: AFP)

BANDUNG (Arrahmah.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mengecam keras tindakan penjajah Zionis “Israel” menghancurkan Menara al-Jalaa, yang menjadi kantor berbagai media, yang ditempati oleh Al JazeeraAssociated Press (AP), dan Middle East Eye di Gaza pada sabtu 15 mei 2021 lalu.


Selain menghancurkan kantor media, serangan tersebut juga melukai beberapa jurnalis Palestina akibat reruntuhan bangunaan tersebut.

Serangan brutal pasukan Zionis ke Jalur Gaza sejauh ini telah menewaskan 227 warga Palestina, termasuk 64 anak, dan lebih dari 1.500 lainnya terluka.

Tindakan membunuh masyarakat sipil dan menghancurkan kantor berita merupakan pelanggaran HAM yang harus disikapi oleh hukum Internasional. Pers merupakan insan yang harus dilindungi di medan perang berdasarkan perjanjian hukum Iternasional. Sehingga menghancurkan kantor berita disebut sebagai kejahatan perang (sumber: Jurnal Perlindungan Wartawan Perang di Daerah Konflik Bersenjata Menurut Hukum Internasional).

Penghancuran terhadap kantor berita oleh penjajah “Israel” dinilai sebagai upaya pembungkaman terhadap informasi yang akan menggambarkan situasi sesungguhnya dilapangan.

Atas kejadian tersebut Jurnalis Islam Bersatu Menyatakan Sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk keras tindakan “Israel” atas penghancuran kantor berita Al JazeeraAssociated Press (AP), dan Middle East Eye pada Sabtu lalu dan tindakan kekerasan yang berujung jatuhnya ribuan korban sipil di Gaza Palestina.

2. Menyeru kepada organisasi-organisasi Pers dunia dan komunitas-komunitas untuk sama-sama memberikan respon aktif serta sama-sama mendorong agar PBB menjatuhkan sanksi berat pada “Israel” atas penghancuran terhadap kaantor media dan jatuhnya ribuan korban jiwa di Gaza Palestina.

3. Mendesak pemerintah Indonesia agar mengambil langkah tegas agar mendorong PBB untuk membawa “Israel” ke pengadilan internasional. Sebab tindakannya merupakan pelanggaran HAM berat.

4. Meminta kepada DPR-RI dan MPR-RI untuk bersama-sama pemerintah Indonesia mendesak PBB agar segera menghentikan tindakan Israel dan membawa Israel ke pengadilan internasional.

5. Menilai bahwa penghancuran kantor berita merupakan upaya “Israel” membungkam informasi sebenarnya yang sedang terjadi di Gaza Palestina, sehingga mereka bisa terlindungi ketika melakukan pengancuran dan pembunuhan terhadap warga sipil.

Ketua Umum JITU

Saifal

(haninmazaya/arrahmah.com)

 

***

Sering Hapus Unggahan Terkait Palestina, Rating Facebook Terjun Bebas Diserang Ulasan Bintang 1

INDONESIA

– Facebook diserbu ulasan bintang 1. Pasalnya, warganet kesal karena Facebook sering menghapus setiap unggahan terkait agresi ke Palestina. Mereka melampiaskan protes dengan memberikan penilaian satu bintang untuk apliasi Facebook di Google Playstore.


Akhirnya, Facebook yang semula ratingnya berada di atas empat bintang kini anjlok ke angka 2,7, pada Rabu (19/5/2021) pagi ini.

Kolom komentar pun jadi sasaran ungkapan kekecewaan pengguna atas kebijakan Facebook yang dnilai tidak adil.

“Kenapa setiap postingan Palestina kalian hapus wahai pihak Facebook? Sudah jelas Zionis Israel itu penjajah dan pembunuh. Kalau kalian mendukungan Israel apa bedanya kalian juga pembunuh. ISRAEL TERORIST”, tulis Junaidi **, pengguna yang memberikan ulasan bintang satu.

“Saat ini, Faceboook dan Instagram membatasi postingan tentang Palestina. Banyak akun yang postingannya tentang Palestina dihapus tiba-tiba, ada yang kena hukum tidak bisa komen atau tidak bisa posting selama 30 hari. Kami mengajak follower semua untuk memberikan rating bintang 1 (satu) di Play Store sebagai bentuk protes kita,” tulis pengguna lainnya, Vtho St***, Senin (17/5/2021).

Kampanye untuk memberikan bintang satu kepada aplikasi Facebook di Playstore terus berlanjut di media sosial sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Facebook dan dukungan terhadap Palestina.

Seruan tersebut disambut antusias oleh pengguna lainnya.

(ameera/arrahmah.com)

(Arrahmah.com) Oleh Ameera Pada 19/05/2021 08:49

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 67 kali, 1 untuk hari ini)