By Pizaro on November 15, 2012

MENYAMBUT tahun baru 1 Muharram 1434 H, sejumlah warga Depok dan praktisi Dinar Muhaimin Iqbal mendeklarasikan Komunitas Bebas Riba (KOBAR). Deklarasi ini dibacakan di Balai Kota Depok (14/11/2012) dengan mengajak warga Depok, ulama,  pejabat kota, pengusaha, praktisi bank dan lain sebagainya untuk meninggalkan uang riba dan memulai hidup setiap hari tanpa riba.

Hadir dalam deklarasi tersebut Walikota Depok beserta seluruh jajarannya, Muspida, Camat, MUI, alim ulama se Depok, serta rekan-rekan bank dan asuransi syariah dan masyarakat Depok.

Dalam ikrarnya, Muhaimin Iqbal mengutip surat Al Baqarah ayat 279 sebagai landasannya untuk mengajak masyarakat meninggalkan riba. “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”

Berdasarkan ayat ini, sangatlah terang benderang bahwa umat Islam wajib meninggalkan riba. “Bahwa pengharaman riba sudah sangat jelas baik di Al-Qur’an, Hadits maupun fatwa para ulama,” tegasnya.

Ayat itu juga menjelaskan sanksi tegas bagi para pelaku uang haram tersebut. Allah beserta rasulNya dengan tegas menabuh genderang perang bagi siapa saja penikmat riba. “Bahwa bila keberadaan riba dalam kehidupan kita  terus berlanjut akan mengundang perang dari Allah dan RasulNya,” sambungnya.

Untuk itulah, kata Iqbal, harus ada segolongan umat Islam untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

“Bahwa segolongan umat itu tidak bisa kita nisbatkan ke orang lain selain mulai dari diri kita. Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayahNya, perlindungan dan pertolonganNya karena hanya Dia-lah sebaik-baik pelindung dan penolong itu,” tegas praktisi yang rajin mengkampanyekan sistem ekonomi Islam tersebut. (Pz/Islampos)

Ilustrasi: featurepics.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 925 kali, 2 untuk hari ini)