Warga masyarakat Kota Dumai, Provinsi Riau, resah dengan penayangan film asing berisi adegan porno di layar kaca yang dipancarkan operator TV berbayar. Hampir tiap hari program itu ditayangkan mereka kepada publik setempat.

“Tayangan visual berbau porno dan mengeksploitasi tubuh wanita dewasa itu hampir setiap hari dikonsumsi oleh warga yang berlangganan TV Kabel tanpa ada sensor, sementara yang menonton terdiri dari berbagai usia,” kata Putri, seorang pegawai swasta di Dumai, Senin (26/03/2012).

Jumlah masyarakat pelanggan TV kabel di daerah itu saat ini ditaksir sudah mencapai puluhan ribu yang sebagian besar berada di kawasan kota.

Layanan penyedia jasa siaran TV berbayar ini memberikan kemudahan kepada pelanggan dengan biaya murah hanya Rp 50.000 per bulan dan berhak atas 59 kanal siaran nasional dan luar negeri.

“Hampir di setiap tayangan film asing pasti ada adegan vulgarnya, tapi saya heran kok tidak ada sensor sama sekali dari operatornya. Padahal kita nontonnya ketika sedang berkumpul dengan keluarga. Seharusnya sensor khusus siaran untuk orang dewasa,” katanya, dimuat Antara.

“Pihak operator tv berbayar ini mestinya tidak hanya memikirkan bisnis saja, namun juga harus peduli dengan pembentukan moral dan pola tingkah generasi muda di kehidupan sehari-hari,” ujarnya lagi.*

Rep: Insan Kamil

Red: Syaiful Irwan Selasa, 27 Maret 2012 Hidayatullah.com—

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.010 kali, 1 untuk hari ini)